Pulau Dewata Bali


PULAU DEWATA BALI

Nama BALI sudah sedemikian mendunia, bahkan para bule lebih mengenal Bali dari Indonesia. Sebelum tahun 1990, bule-bule ini sering kebingungan kalau kita mengatakan dari Indonesia, mereka malah balik nanya “Indonesia itu disebelah mananya Bali sih?” (hehehe…baru dikasih tahu kalo Bali is part of  Indonesian, jawaban mereka “ohh really??..”). Tapi tahukah anda darimana asal nama BALI untuk pulaunya Dewata ini?.

Kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya abad ke-7 memberikan pengaruh yg besar kepada kehidupan penduduk Bali. Beliau adalah seorang pertapa sakti di Gunung Raung, Jawa Timur. Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib dari Tuhan untuk bertempat tinggal di sebelah timur pulau Dawa (pulau Jawa sekarang-red). Dawa artinya panjang, karena memang dulunya pulau Jawa dan Bali menjadi satu daratan. Dengan diikuti oleh 800 pengikutnya, beliau mulai bergerak kearah timur yg masih berupa hutan belantara. Perjalanan beliau hanya sampai di daerah Jembrana sekarang (Bali Barat) karena ¾ pengikut beliau tewas dimakan harimau dan ular-ular besar yg menghuni hutan. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke Gunung Raung untuk bersemadhi dan mencari pengikut baru. Dengan semangat dan tekad yg kuat, perjalanan beliau yg kedua kalinya sukses mencapai tujuan di kaki Gunung Agung (Bali Timur) yg sekarang disebut Besakih. Sebelum pengikutnya merabas hutan, beliau melakukan ritual menanam Panca Dhatu berupa 5 jenis logam yg dipercayai mampu menolak bahaya. Perabasan hutan sukses, tanah-tanah yg ada beliau bagi-bagi kepada pengikutnya untuk dijadikan sawah, tegalan, rumah dan tempat suci yg dinamai Wasukih (Besakih). Disinilah beliau mengajarkan agama kepada pengiringnya yg menyebut Tuhan dengan nama Sanghyang Widhi melalui penyembahan Surya (surya sewana) 3 kali dalam sehari dengan menggunakan alat-alat bebali yaitu sesajen yg terdiri dari 3 unsur benda: air, api, bunga harum. Ajaran agamanya disebut agama Bali. Lambat laun para pengikutnya mulai menyebar ke daerah sekitar, sehingga daerah ini dinamai daerah Bali, daerah yg segala sesuatunya mempergunakan bebali (sesajen).

Bisa disimpulkan bahwa nama Bali berasal dari kata BEBALI yg artinyaSESAJEN. Ditegaskan lagi dalam kitab Ramayana yg disusun 1200SM: “Ada sebuah tempat ditimur Dawa Dwipa yg bernama Vali Dwipa, dimana disana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali(sesajen)”. Vali Dwipa adalah sebutan untuk Pulau Vali yg kemudian berubah fonem menjadi Pulau Bali atau pulau sesajen. Tidak salah memang interpretasi ini melihat orang Bali yg memang tidak bisa lepas dari sesajen dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: