Salah seorang saksi mata yang melihat langsung pria mirip Gayus Tambunan saat menonton pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, mengatakan bahwa Gayus kerap melakukan komunikasi dengan wanita berjilbab yang duduk di sebelah kirinya.
“Saya curiga sama ibu-ibu yang di sebelahnya karena dia sering berkomunikasi sama Gayus,” ujar Made Sugiantara, salah seorang penonton yang duduk di tribun sebelah barat. “Saya sebagai penonton tenis tahu bagaimana komunikasi antarpenonton. Jika tidak kenal, tidak ada obrolan yang akrab, bahkan lebih sering tidak saling bicara,” imbuhnya.
“Kalau ibu-ibu itu sepertinya akrab dan sering bisik-bisik,” ucap Sugiantara. Awalnya Sugiantara mengetahui keberadaan Gayus dari petugas tiket yang kebetulan kenal dengannya. “Saya dikasih info sama petugas tiket, si Gayus nonton. Terus, saya cari. Saya lihat-lihat sampai saya tidak hiraukan pertandingannya,” ungkapnya.
Setelah menemukan pria mirip Gayus tersebut, Sugiantara langsung membidikkan kamera kepadanya. Jika sebelumnya tidak begitu jelas, saat melihat dari lensa kamera, maka ia memastikan bahwa pria tersebut benar-benar mirip Gayus. “Dari segi fisik mirip banget dan rambutnya sering dibenerin,” pungkasnya.
Mantan Kepala Kantor Pajak VII Bahasyim Assifie terbilang sangat mujur. Dengan gaji per bulan sebesar Rp20 juta, tapi bisa memiliki rekening dengan saldo ratusan miliar.
Hal itu terungkap dari Kakanwil Pajak Pusat Amrizaman saat menjadi saksi persidangan Bahasyim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/11/2010).
“Gajinya lebih kurang Rp20 juta. Saya lupa persis, lalu ada juga tunjangan prestasinya per bulannya,” ungkap dia.
Amrizaman mengakui memang ada ketidakwajaran jika Bahsyim mempunyai uang miliaran rupiah di rekening yang dimilikinya. “Kalau dibandingkan dengan gaji beliau tidak wajar. Kalau ada bisnis lainnya, saya tidak kasih opini,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa Bahasyim pernah mengamankan wajib pajak dalam suatu perkara kasus yang melilit perusahaan tersebut, sehingga dia mendapatkan uang imbalan hingga dua bulan gaji.
“Tahun 2009 dia tercapai penerimaannya dalam hal mengamankan wajib pajak, imbalannya ada. Berlaku mulai 2009. Tapi zaman Bahasyim belum berlaku. Biasanya sekian bulan (satu atau dua bulan) dari gaji. Seingat saya beliau berhasil mengumpulkan 112 persen. Dirupiahkan lebih kurang Rp500 miliar,” tutupnya.
Dalam surat dakwaan, Bahasyim disebut memiliki harta kekayaan berupa uang yang ditransfer ke anak dan istrinya sebesar Rp932 miliar. Akibat perbuatan pemindahbukuan rekening tersebut Bahasyim dituntut melanggar pasal 3 huruf c Undang-Undang No 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang telah diubah menjadi UU No 25 tahun 2003.
Gayus Tambunan saat mengikuti salah satu persidangan kasus mafia pajak di PN Jaksel (kiri). (Kanan) Seorang penonton yang mirip Gayus sedang menyaksikan pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010)
DENPASAR, — Duduk manis di tengah penonton Tournament Commonwealth Bank of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) malam, orang yang mirip Gayus Halomoan Tambunan terlihat sebentar-sebentar membetulkan rambutnya.
“Selain itu, dia juga sering menutup mulut atau hidungnya,” kata fotografer Kompas, Agus Susanto, yang berhasil mengabadikan foto orang mirip Gayus itu, Senin (8/11/2010).
Menurut Agus, orang mirip Gayus itu terlihat tidak juga terlihat bicara dengan penonton lain di sekitarnya. Perhatiannya hanya tertuju ke lapangan, di mana petenis dunia Daniela Hantuchova sedang bertanding melawan Yanina Wickmayer.
Apakah dia terlihat salah tingkah karena mengetahui dibidik kamera? “Kayaknya enggak, Mas. Saya motretnya, kan dari jauh, dari seberang lapangan. Dia tidak lihat,” kata Agus.
Agus menduga, kalaupun orang mirip Gayus itu sebentar-sebentar membetulkan rambutnya, itu mungkin karena dia kurang nyaman dengan rambutnya yang diyakini Agus sebagai wig atau rambut palsu.
Ada Ical juga
Kehebohan wartawan peliput turnamen tennis kelas dunia di Nusa Dua, Bali, itu tidak hanya berhenti pada “Gayus”. Sebab, hari berikutnya terlihat juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disebut Ical pada hari Sabtu. Apalagi, bos kelompok Usaha Bakrie itu tidak duduk di bangku VIP.
Keberadaan Ical awalnya tidak tercium wartawan. Mereka baru menyadari keberadaan Ical ketika mantan Ketua KONI Agum Gumelar yang nonton tenis bersama istrinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, dan anaknya, Ami, memanggil-manggil Ical.
“Ical, ngapain di situ. Ke sini saja,” teriak Agum. Mendengar teriakan itu, Ical akhirnya berdiri dan akan segera menuju tempat Agum dan keluarganya duduk, tetapi dicegah petugas. Aturan main di dunia tenis bagi penonton memang ketat. Tidak boleh penonton pindah tempat seenaknya.
Akhirnya, Ical baru bergabung dengan Agum ketika pemain sedang beristirahat untuk melap keringat, ketika poin ganjil.
Sule kini menuai sukses. Pelawak yang kini menjadi penyanyi profesional itu mulai sibuk setiap hari. Kabarnya, Suleh meraup pendapatan Rp3 miliar dalam sebulan.
Artis dengan nama asli Entis Sutisna itu kini sudah menjadi artis beken di Indonesia. Awal kariernya dimulai dari acara pencari bakat API yang ditayangkan TPI (kini MNC TV). Setelah berhasil jadi juara satu dengan kelompoknya, SOS, Sule digandeng Trans 7 untuk mengisi acara Opera Van Java. Dari situ, bintang kariernya kian bersinar terang.
Sule juga tampil di tayangan sitkom Global TV yang berjudul Awas Ada Sule, yang semakin melambungkan namanya. Itu baru acara onair. Sule juga menjalani segudang acara offair lain.
Selain jago melawak, Sule saat masih di bangku sekolah memang dikenal jago menyanyi. Tak heran, pria asal Bandung ini serius membuat album ‘Prikitiw’ dengan lagu andalan Susis (Suami Sieun Istri).Lagu yang mencuri perhatian masyarakat itu resmi dirilis, 27 Oktober 2010.
Bicara soal jiwa seni yang dimilikinya, Sule mengatakan, “Kalau jiwa seni dari turunan sih ada. Kalau tanjakan enggak mungkin kan, hahaha. Turunan dari bapak saya. Dia selera humornya tinggi, enggak pernah tuh bapak saya enggak bercanda. Kalau jiwa seni dari nyanyi mungkin dari uwa saya. Dia sinden wayang golek. Kakek saya guru pencak silat, juga pemain barongsai”.
Mantan pedagang jagung bakar ini digosipkan menerima bayaran hingga Rp3 miliar setiap bulan. Benarkah?
“Bayaran saya enggak seperti yang dibayangkan orang. Enggak sampai, ‘Oh sule mahal. Sule sampai dapat tiga miliar’. Enggak lah,” tegasnya.
Penurunan volume semburan lumpur Lapindo, jangan dianggap sebagai kabar gembira dulu. Pasalnya penurunan itu bisa jadi malah harus diwaspadai sebagai tanda akan terjadinya penurunan lapisan tanah yang masif.
Menurut Ahli Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amin Widodo, ada dua kemungkinan penyebab turunnya volume semburan Lapindo.
Penyebab pertama, bisa jadi karena tersumbat. Ini ditandai dengan munculnya beberapa semburan baru di sekitar Porong. “Akhir-akhir ini kan muncul semburan baru di mana-mana. Bisa jadi karena di pusat semburan terjadi penyumbatan,” kata Amin di Surabaya, Rabu (3/11/2010).
Kemudian, lanjut Amin, kemungkinan kedua karena material semburan yang berada di bawah perut bumi sudah menipis. “Ini sangat berbahaya, karena ancaman penurunan tanah akan terjadi. Hanya saja hal itu belum diukur seberapa jauh ancaman itu,” katanya.
Menipisnya material yang ada di bawah permukaan bumi di Porong ini memicu terjadinya rongga-rongga kosong. Rongga-rongga kosong itu luasnya juga belum terukur.
Namun dari beberapa peristiwa penurunan tanah yang menyebabkan rumah beberapa warga hilang tertelan bumi, membuktikan bahwa rongga itu cukup luas. “Bila lapisan atasnya mengalami penekanan maka penurunan tanah tidak bisa dihindarkan,” katanya.
Jika rongga-rongga kosong ini terjadi secara luas, maka yang harus diwaspadai adalah terjadinya penurunan tanah secara luas.
Masalah keuangan kembali menyelimuti juara bertahan Arema FC. Sebagai pemacu semangat tim serta manajemen, dibuatlah sebuah slogan bertuliskan ‘Kami Mulai Dari Minus Rp 7.136.000.000’.
Slogan tersebut terpampang di setiap sudut ruangan sekretariat Arema FC di Jalan Sultan Agung. Sudarmadji Media Officer Arema FC mengaku slogan itu dikeluarkan sebagai bentuk keterbukaan Tim ‘Singo Edan’ julukan Arema FC tentang masalah keuangan.
Diartikan oleh dia tulisan pada slogan itu menunjukkan bahwa keuangan Arema FC kini minus 7.136.000.000 terhitung dari 1 Nopember 2010.
“Kita mau terbuka soal apapun, termasuk keuangan. Slogan ini kami pasang dan publikasikan agar semua tahu, kondisi sebenarnya Arema,” terangnya kepada wartawan di sekretariat Arema FC di Jalan Sultan Agung, Selasa (2/11/2010), siang.
Dia berharap, adanya dukungan dari Aremania, serta beberapa stokeholder yang bisa menopang keuangan Arema FC. Entah dalam bentuk sponsor atau lainnya. “Harapan kami dukungan Aremania, serta stokeholder yang nantinya bisa memberikan kontribusi melalui sponsor,” beber lelaki kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur.
Dijelaskan, dalam tiga kandang pertandingan kemarin meraup uang sebesar Rp 1.060.000.000. Jumlah itu masih kurang untuk menutup semua pengeluaran selama pertandingan Arema FC.Ditanya apakah para pemain mengetahui defisit keuangan melanda timnya, Sudarmadji mengatakan, tidak ada yang disembunyikan, dan secara pasti mereka tahu.
“Jelas tahu,lha slogannya dipasang di ruang manajemen, dan untungnya mereka mengerti,” pungkasnya.
Pemasukkan dari hasil penjualan tiket pada pertandingan besok diharapkan bisa maksimal, untuk itu dirinya kembali meminta dukungan dari Aremania. “Besok hasil tiket bisa sedikit membantu, makanya kita mengharapkan dukungan dari aremania,” tandasnya.
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember R Hendral menyatakan, Masdar secara sah dan meyakinkan tidak terbukti terlibat kasus dugaan korupsi dana bantuan hukum saat dia menjabat Pjs Bupati Jember pada 2005. “Majelis hakim memutuskan, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dana bantuan hukum. Karena itu, kami memutus bebas terdakwa,” tuturnya dalam sidang kemarin. Selain itu, majelis hakim pun memutuskan untuk memulihkan nama baik dan martabat Masdar. Selain itu, juga mengembalikan barang bukti berupa fotokopi transaksi dana bantuan hukum agar dikembalikan kepada negara.
Majelis hakim menilai, kasus dugaan korupsi penyimpangan dana bantuan hukum untuk anggota DPRD Jember ini sudah berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 4/2005. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi ahli dalam persidangan, persoalan itu wajar.Pasalnya,dalam Perda disebutkan, jika ada persoalan hukum, pihak eksekutif turut membantu secara pembiayaan kasus yang dialami pihak legislatif. Dalam kasus ini para terdakwa antara lain mantan Sekkab Jember Djoewito dan Masdar tidak terbukti memperkaya diri atau mendapatkan keuntungan materiil berupa uang. Seusai mendengarkan putusan bebas itu, Masdar dan keluarganya serta puluhan pendukungnya yang datang ke pengadilan melakukan sujud syukur.
Masdar menampakkan keharuannya dengan berkali-kali meneteskan air mata pada saat pertengahan maupun setelah pembacaan putusan sidang.Histeria pendukung pun juga tidak mau ketinggalan. Mereka bahkan meneriakkan dukungan “Hidup Pak Masdar”. Putusan majelis hakim itu terpaut jauh dengan tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU),yaitu dua tahun penjara sesuai Pasal 3 subsider UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP. Seusai putusan bebas, Masdar yang masih dalam kondisi menangis menyatakan bahwa Tuhan telah menepati janjinya melalui majelis hakim yang memutus bebas dia. “Hakim memiliki dasar pertimbangan hati nurani, kedaulatan masyarakat, dan masalah hukum.
Putusan ini bisa menjadi contoh bagi proses hukum di seluruh Indonesia,” tandas Masdar. Menurut orang nomor satu di Lumajang itu,jika jaksa akan melakukan kasasi atas vonis bebasnya, Masdar mengaku siap menghadapinya. “Kalau kasasi, saya akan tarung lagi. Saya berharap kasus ini selesai,”tukasnya.Sebelum persidangan Masdar menyampaikan pula, apa pun keputusan hakim, dia siap melaksanakannya. Dia yakin putusan bebas itu yang terbaik yang diberikan oleh majelis hakim. Persidangan yang berlangsung lebih dari dua bulan itu setidaknya membuat Masdar khawatir deng-an roda pemerintahannya yang saat ini ditangani oleh Wakil Bupati As’at Malik seba- gai Plt Bupati.
“Proses hukum ini memakan waktu dan daya.Capeklah, tapi apa pun itu kami harus menghormati proses hukum. Apalagi, dalam kasus dana bantuan hukum ini saya tidak ada kesalahan korupsi dan administrasi. Ini hanya ada upaya politik,” ungkapnya. Sementara itu, JPU Hari Wibowo tampak kecewa. Dia akan ancang-ancang untuk melakukan upaya hukum berupa kasasi ke Mahkamah Agung. “Pastinya kami minta waktu untuk pikir pikir,” ucapnya.
Berdasarkan aturan, jika jaksa tidak melakukan upaya kasasi atas putusan bebas itu,kasus dana bantuan hukum itu bisa dikatakan memiliki keputusan hukum tetap.
Pada tgl. 26 dan 27 Oktober 2010, KPKNL Jember mengadakan kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) tentang Penatausahaan BMN sebagai salah satu cara capacity building kepada seluruh pegawai di bidang Pengelolaan Kekayaan Negara khususnya pada Penatausahaan Barang Milik Negara (BMN).
Bapak Rahmat Effendi, Kepala KPKNL Jember menyampaikan bahwa Gugus Kendali Mutu (GKM) tentang Penatausahaan BMN ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan seluruh pegawai terhadap bussines process dari penatausahaan BMN, baik aset tetap maupun aset lancar (persediaan) dengan menggunakan aplikasi SIMAK BMN dan aplikasi Persediaan.
Para Pegawai KPKNL Jember mengikuti GKM tentang Penatausahaan BMN
Narasumber menyampaikan proses Penatausahaan BMN
GKM tentang Penatausahaan BMN dengan nara sumber, Bapak Wahyu Nendro yang merupakan trainer pada kegiatan PPAKP dengan dibantu pegawai pada Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara menyampaikan tentang ruang lingkup dari penatausahaan BMN, mulai dari : pembukuan, inventarisasi dan pelaporan sampai dengan ketentuan yang mengatur tentang penatausahaan BMN, diantaranya Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan maupun Peraturan Menteri Keuangan No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan BMN.
Seluruh pegawai KPKNL Jember sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan proses Penatausahaan BMN maupun yang berhubungan dengan aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan. Bapak Rahmat Effendi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diperlukan agar seluruh pegawai di KPKNL Jember dapat memahami prosedur dari Penatausahaan BMN dan untuk memberikan pelayanan kepada satker yang membutuhkan pelayanan di bidang Pengelolaan Kekayaan Negara.
Komisi XI DPR RI akhirnya menyetujui usulan kenaikan anggaran Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2011 menjadi Rp 17,497 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 2,5 triliun dari jumlah awal yang sebesar Rp 14,951 triliun. Persetujuan ini didapat usai rapat selama 6 jam.
“Akhirnya kita setujui RKAKL 2010 Kementerian Keuangan 2011,” jelas Ketua Komisi XI Emir Moeis dalam rapat dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo beserta jajarannya, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2010).
Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB, terjadi perdebatan alot terkait tambahan anggaran yang diajukan oleh Kemenkeu. Hampir seluruh unit di Kementerian mengalami penambahan pagu mulai dari Sekretaris Jenderal sampai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Sekjen Kemenkeu mendapat tambahan anggaran Rp 763,779 miliar, yang akan digunakan antara lain pengadaan tanah untuk pembangunan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Kemudian juga untuk integrasi Sistem Informasi Manajeman (SIM) Keuangan Negara, reformasi pengadilan pajak, dan pemindahan kantor ke gedung eks BPKP, dan biaya konsultasi.
Inspektorat Jenderal Kemenkeu juga mengantongi dana tambahan Rp 6,46 miliar untuk biaya transformasi metode pengawasan, penanganan Selisih SAL, pembentukan unit internal control dan pengadaan peralatan intelejen guna Inspektorat bidang investigasi.
Kemudian Dirjen Anggaran dapat tambahan Rp 13,889 miliar untuk penyediaan ruang kerja, evaluasi remunerasi pejabat negara, evaluasi tunjangan kinerja pergawai KL, pengembangan sistem RKA-KL online, dan penambahan Direktorat Baru (Harmonisasi peraturan dan penganggaran).
Dirjen Bea Cukai tambahan dana cukup besar, Rp 152,502 miliar. Dana ini digunakan sebagai biaya operasioanl kapal FPB 38 M, peningkatan kesiagaan pemberantasan penyelundupan, intensifikasi pelaksanaan tugas, Pelayanan dan pengamanan hak keuangan, pembangunan TPP, moderenisasi administrasi kepabeanan.
Lalu Dirjen Perimbangan Keuangan dapat Rp 19,95 miliar guna biaya pembangunan sistem informasi. Kemudian Dirjen Pengelolaan Utang dapat Rp 38,5 miliar untuk pengembangan kapasitas jaringan IT untuk support sistem electronic trading platform Surat Berharga Negara (SBN).
Unit-unit lain, seperti Dirjen Perbendaharaan ada tambahan anggaran Rp 73,432 miliar, Dirjen Kekayaan Negara dapat Rp 21,148 miliar, Bapepam-LK Rp 50 miliar, Badan Kebijakan Fiskal Rp 44,169 miliar, dan Badan Pendidikan Pelatihan Keuangan Rp 583 juta.
Hingga pukul 16.00 WIB, anggota DPR menimbang-nimbang apakah usulan Pagu dalam RKAKL ini disetujui atau tidak. Pasalnya ada beberapa anggota Komisi XI menyatakan setuju namun dengan catatan. Yakni penambahan Rp 2,5 triliun akan dibahas dapat rapat terpisah.
Secara tegas, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menolak hal tersebut. Menurutnya Kemenkeu telah menyediakan waktu untuk berdiskusi secara mendalam terkait usulan Pagu Definitif ini.
“Kalau tak disetujui, proses pengadaan procurement-nya akan mundur. Nanti pada saat minta persetujuan, forumnya berubah. Kita harus selesai dalam bersikap, oke kita setujui,” tegas Agus.
“Kami sudah menyediakan waktu, kalau perlu pembahasan ayo kita lanjutkan. Tapi jangan ada catatan, atau bintang. Persetujuan adalah faktor trust yang harus dibangun. Kita mohon ada empati, karena kita ada kewajiban akan penerimaan negara, pajak, cukai. Itu kita harus penuhi. Kalau K/L yang lain hanya keluarkan duit,” paparnya.
Usai rapat diskors 15 menit, dengan suara bulat anggota Komisi XI pun merestui usulan kenaikan anggaran ini.
Layaknya seorang bayi yang masih berumur 1 tahun, dimana masih berada pada tahap belajar dan serba ingin tahu. Demikian pula dengan blog ekolumajang.wordpress.com ini, menjelang 1 tahun online di dunia maya (bukan luna maya), masih banyak kekurangan dan memang masih pada taraf belajar.
Blog ini, pada awalnya bermula dari keinginan kami untuk berbagi ilmu yang memang menjadi “konsentrasi” kami di pekerjaan. Pekerjaan sehari-hari kami memang selalu berkutat dengan Pengelolaan BMN dan Penatausahaan BMN. Berangkat dari keinginan untuk berbagi dan ingin bermanfaat bagi orang lain, kami yang sebenarnya agak “gaptek” dengan dunia maya (lagi2 bukan luna maya), bertanya-tanya kepada beberapa rekan yang lebih mengetahui dunia maya.
Konsep awal pada tgl. 10-10-09, namun baru bisa di publish pada tgl. 30-10-09. Dari sini, kami juga kebingungan menentukan tanggal resmi “ulang tahun” dari blog ini. Sebenarnya bila memilih tgl. 10 Oktober sebagai hari resmi, kami berkesempatan berulang tahun pada tgl. yang menurut banyak orang tgl. cantik pada 10-10-10. Namun bila di lihat dari pertama kali publish, maka kami memilih tgl. 30 Oktober sebagai hari resmi blog ini. Tanggal 30 Oktober juga memiliki nilai sejarah, karena juga merupakan Hari Oeang Republik Indonesia (ORI) yang setiap tahun juga selalu diperingati oleh Kementerian Keuangan RI. Pada tahun 2010 ini, Hari ORI genap berumur 64, sedangkan blog ekolumajang.wordpress.com ini baru berumur 1 tahun (^___^).
Pada awal diluncurkan pada bulan Oktober 2009, blog ini hanya dikunjungi sekitar 72 pengunjung, dan semakin meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Bulan Juli 2010 sampai saat ini masih memegang rekor kunjungan terbanyak, yaitu 4.779 kunjungan, sedangkan untuk jumlah kunjungan perhari, rekor pada hari Kamis, tgl. 1 April 2010 dengan jumlah kunjungan sebanyak 462. Untuk tulisan yang sering di buka oleh kawan-kawan adalah Update Aplikasi SIMAK BMN Versi Maret 2010dengan jumlah kunjungan sebanyak 6.092. Sampai dengan tgl. 20 Oktober 2010 pukul 08.00 WIB jumlah kunjungan sebanyak 24.921, kemungkinan pada ulang tahunnya yang pertama (30-10-10), blog ini dapat kunjungan lebih dari 25.000.
Menjelang 1 tahun ini, kami mohon bantuan dari Bapak/Ibu maupun dari kawan-kawan untuk memberikan saran maupun kritik yang membangun, agar blog ini semakin bermanfaat. saran maupun kritik tersebut, kami mohon dapat dikirim ke alamat email kami di okeaja39@gmail.com atau di oke_aja39@yahoo.com paling lambat tgl. 26 Oktober 2010. Insya Allah, untuk tiga pengirim saran maupun kritik “terbaik” akan kami sediakan “manfaat” yang berguna bagi kawan-kawan semua. “Manfaat” tersebut kami kirim langsung ke alamat tiga kawan terbaik, untuk itu kami mohon mencantumkan alamat jelas dan lengkap bagi yang berkenan mengirim saran maupun kritik kepada kami.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.