Sri Mulyani: Saya Menang!


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku tidak merasa kalah dan tersingkir dari kursinya sebagai Menteri Keuangan di kabinet Indonesia Bersatu Kedua dengan menjadi Managing Director Bank Dunia.

Dalam acara yang bertajuk Kuliah Umum bersama Sri Mulyani Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (18/5/2010) malam ini justru diisi dengan curahan hati wanita yang akrab dipanggil ibu Ani ini.

Secara gamblang dia menggambarkan bahwa pergolakan politik yang terjadi saat ini menjerumuskan dirinya pada posisi yang serba sulit. Namun, keputusannya untuk meninggalkan kursi Menkeu bukanlah pertanda dia menyerah dan kalah meskipun diakuinya banyak pihak yang tidak mengharapkannya dirinya lagi.

“Banyak yang bertanya kepada saya apakah Sri Mulyani kalah? Lari? Yakin yang disalahkan keputusan saya, ini bukan lost atau kehilangan. Yang ingin saya sampaikan bahwa saya menang, saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang tidak menginginkan saya di sini,” ujarnya dengan nada suara lirih.

Dengan tegas dia menyatakan bahwa kemenangan yang diperolehnya dan diyakininya tersebut adalah selama tidak mengkhianati kebenaran yang diyakininya, menjaga martabat dan harga diri, dan  tidak mengingkari hati nurani.

“Definisi saya demikian, selama saya tidak mengkhianati kebenaran, tidak mengingkari hati nurani dan menjaga martabat serta harga diri,” tandasnya.

Usai memberikan kata-kata emasnya tersebut seluruh hadirin yang hadir menyambut dengan standingapplouse

sumber : klik disini

Pentingnya EQ dalam Pola Asuh


Bergaya Tukul
Aby Bergaya Tukul

TAK hanya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi (emotional quotient) anak juga harus diasah sejak dini. Salah satu caranya dengan memberi rasa kasih sayang dan bersikap toleransi pola pengasuhan.

Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET mengatakan, orangtua jangan memaksakan kehendak pada anak. Jika terjadi terus-menerus, maka anak akan berbohong. Sebab, anak beranggapan dengan berbohong, maka bisa berkomunikasi dengan orangtuanya.

”Jika anak bohong terus-menerus, akibatnya kedua belah pihak, yakni orangtua dan anak mempunyai hambatan atau keterbatasan dalam berkomunikasi,” tutur wanita yang menyelesaikan pendidikan emotional intelligence six seconds di Amerika Serikat pada 2004 dan 2005. Anak, menurut Hanny, ingin juga diakui prestasinya oleh orangtua.

Menurut Rudolf Dreikurs, pakar pendidikan dan psikiater dari Amerika dalam bukunya Children: the Challenge(1987), anak yang belum berperilaku baik merasa tidak dianggap atau tidak dihargai.

”Jika orangtua melakukan pendekatan emotional intelligence untuk pola asuh, maka tidak akan terjadi anak sering berbohong,” ucap Hanny.

Jika anak memiliki nilai bagus, tetapi tidak ceria, maka ada indikasi bahwa anak merasa stres. Untuk itu, segera lakukan pendekatan dengan cara positif untuk mengetahui penyebabnya. 

EQ juga memegang peranan penting dan keduanya harus dikembangkan seawal mungkin sehingga bisa berjalan seimbang. Penelitian seorang profesor dari Amerika, Thomas J Stanley PhD dalam bukunya The Millionaire Mind, menulis kejujuran adalah faktor penting.

Penelitian ini dilakukan terhadap 733 orang yang sukses dengan kekayaan minimal USD1 juta. Selain kejujuran, papar Stanley, disiplin akan mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain juga faktor pendukung untuk menjadi orang yang sukses dalam berkarier dan kehidupannya.

”Hasil penelitian EQ memberikan kontribusi sebesar 90% dalam kesuksesan seseorang dan IQ memberikan kontribusi 10% untuk menjadikan anak sukses,” ucapnya.

Masih dikatakan Hanny yang mengutip pernyataan Peter Jeff, seorang pengusaha dalam bukunya Get A Grip on Your Dream bahwa lebih dari 50% CEO di perusahaan besar mempunyai nilai rata-rata C. Adapun 50% dari pengusaha jutawan di Amerika juga tidak menyelesaikan kuliah.

”Itu semua bisa terbukti bahwa seseorang sukses karena mereka memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang bagus. Kedua faktor itulah yang menentukan kesuksesan seseorang pada masa depannya,” sebutnya.

sumber : klik disini

Fitur Geser & Taruh Gambar di Gmail


Sebuah improvisasi kecil telah diumumkan oleh Gmail, layanan surat elektronik milik Google ini akan ditambah sebuah fitur baru yang memungkinkan penggunanya dapat memasukan gambar ke dalam tulisan.

Google tahu betul menciptakan sebuah fitur baru yang kecil tapi mempunyai manfaat besar. Pasalnya layanan terbaru tersebut cukup mudah digunakan. Caranya, pengguna tinggal memilih gambar dari sebuah folder, menggesernya (drag) lalu menaruhnya (drop) di kotak tulisan.

Seperti dikutip dari Mashable, Senin (17/5/2010), fitur ini sebenarnya sangat mirip dengan layanan yang telah Google luncurkan beberapa bulan lalu, dimana pengguna bisa men-drag dan drop gambar dari attachment.

Dengan fitur tersebut, tentu saja kini memindahkan gambar tidak hanya terbatas pada lampiran saja, selain itu pengguna juga bisa menaruhnya langsung di kotak tulisan.

Selain itu, fitur anyar ini akan memudahkan Anda yang sering menggunakan email dengan menampilkan gambar untuk berbagi informasi, menginformasikan data pekerjaan, atau melakukan promosi yang terkait dengan gambar atau banner.

Untuk saat ini, fitur di Gmail ini baru bisa dinikmati dengan menggunakan browser Chrome. Namun, Google berjanji aplikasi tersebut akan tersedia di alat peramban lainnya.

sumber : klik disini

Lihat Teroris Disergap, Agen Bus Syok


Penyergapan teroris dilakukan secara cepat di depan sebuah agen bus malam di Cawang. Sontak pemiliknya yang berada di depan meja penjualan tiket, langsung syok.

Seperti terungkap dari tuturan adik pemilik agen bus malam, Lia, di tempat usaha kakaknya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/5/2010).

“Kakak saya langsung syok, dan gemetar. Karena baru lihat orang ditembak mati di depannya,” kata Lia.

Akibatnya, dari siang hingga malam ini, kakaknya tak mau keluar dari rumah. Selain karena masih terbayang-bayang peristiwa yang terjadi siang tadi, kakaknya takut para wartawan mewawancarainya.

“Dia takut nanti yang nembak sama teman yang ditembak ngedatangin dia,” ujar Lia yang mewanti-wanti agar nama kakaknya jangan ditulis.

Kakaknya sendiri baru berani bercerita kejadian itu hanya pada Lia.

Pertanyaannya : kenapa harus selalu di tembak mati ???

sumber : klik disini

Dipecat, Gayus Layangkan Gugatan Balik


Gayus Muda

Meskipun telah resmi menjadi tersangka kasus markus pajak senilai Rp28 miliar dan dipecat secara tidak hormat sebagai PNS Golongan IIIA Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), rupanya Gayus Halomoan Tambunan masih tidak terima.

Gayus rupanya masih belum terima dirinya dipecat dari posisi strategisnya di Ditjen Pajak tersebut. Ketidakpuasannya tersebut direalisasikan dengan melayangkan surat gugatan atas pemecatannya kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BPK) Kemenkeu.

“Saya tahu dia (Gayus) mengajukan gugatan balik. Dia keberatan, ya biasa. Dia mengajukan gugatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian,” ujar Irjen Kemenkeu Hekinus Manao, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (12/5/2010) malam.

Hekinus mengaku dirinya baru menerima surat gugatan dari Gayus tersebut sekira Rabu (5/5/2010) malam. Dirinya mengaku tidak perlu memusingkan gugatan balik dari Gayus tersebut. Pasalnya, setiap pemecatan yang dilakukan oleh Itjen Kemenkeu telah melalui semua prosedur yang harus dilewati.

“Ya Biarin saja. Dia gugatnya ke Badan Pertimbangan Kepegawaian, kita hadapi saja,” ujarnya.

Dia pun mengaku sudah memiliki sejumlah alasan kuat terkait pemecatan Gayus yang dinilai sudah melakukan pelanggaran berat terhadap instansi Ditjen Pajak Kemenkeu.

“Kita punya alasannya. Kita memecat orang itu yang penting melewati semua prosedurnya, kalau sudah dilewati enggak ada masalah. Memang dibolehkan (memecat) kalau memenuhi syarat dan Gayus sangat memenuhi syarat,” tuntasnya.

sumber : klik disini

DJKN Serahkan Aset Rp3,048 Triliun ke PPA


Direktur Jenderal Kekayaan Negara (KN), Hadiyanto, atas nama Menkeu secara resmi menyerahkan pengelolaan aset eks BPPN senilai Rp3,048 Triliun kepada PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA), yang diterima oleh Dirut PT. PPA Boyke Wibowo Mukiyat dalam acara penandatanganan Perjanjian Pengelolaan Aset yang dilakukan hari ini (Selasa, 11/5) di Kantor Pusat DJKN, Gedung Syafrudin Prawiranegara Lt. 10, Jakarta.

Aset yang diserahkan berjumlah 14 buah dengan nilai total sebesar Rp Rp3,048 Triliun. Aset tersebut terdiri dari aset saham bank sebanyak 3 buah dengan nilai sebesar Rp12,54 Miliar,  aset saham non bank 5 buah dengan nilai Rp169,87 Miliar, aset kredit/hak tagih 4 buah dengan nilai Rp628,83 Miliar dan aset saham dan kredit  2 buah dengan nilai Rp2,24 Triliun.

Aset-aset tersebut akan dikelola PT. PPA dengan cara penjualan, pemanfaatan, penyewaan, restrukturisasi dan/atau revitalisasi, dengan mempertimbangkan karakteristik aset yang dikelola, proyeksi hasil pengelolaan aset, dan proyeksi penerimaan negara. Ditargetkan pengelolaan aset selesai pertengahan Agustus 2010, kecuali beberapa aset yang ditarget selesai akhir tahun ini.

Dalam sambutannya Dirjen KN, Hadiyanto, mengharapkan PT. PPA untuk dapat menyelesaikan pengelolaan aset ini secepat-cepatnya dan perjanjian ini adalah perjanjian yang terakhir, sehingga diharapkan selesai seluruhnya tahun ini.

sumber : klik disini

Direktur Bank Dunia Sudah Tunduk ke Sri Mulyani


Setelah memperoleh kepastian untuk menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia, Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat sedikit “menyombongkan” diri di depan Country Director Bank Dunia Joachim von Amsberg.

Tentu saja hal tersebut disampaikannya dengan nada bercanda saat memberikan sambutan usai peresmian PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

“Tidak apa saya pidato sedikit mengarahkan, karena Joachim sudah melihat saya sebagai bos,” ujarnya diikuti tawa para hadirin.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah duta besar dan perwakilan dari Temasek Foundation dan Singapore Coorporation Enterprise (SCG). Dalam kesempatan tersebut dia menyatakan bahwa memang benar bahwa untuk membangun infrastruktur itu pemerintah tidak bisa sendiri. Dan untuk mendukung jabatan barunya tersebut, dirinya menilai semua yang ada di Indonesia sebagai aset pendukungnya.

“Semua yang ada di Indonesia itu aset bagi saya untuk mendukung saya di Bank Dunia. Tujuannya agar kondisi sekarang lebih maju untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta maaf karena dalam acara peresmian yang semestinya dilakukan pada pukul 17.00 WIB harus mundur karena dirinya terlambat hadir karena sebelumnya dia harus menghadiri Rapat Kabinet di Istana Negara sejak pukul 14.00 WIB tadi.

“Saya minta maaf terlambat, tadi ada rapat kabinet yang membicarakan bagaimana dukungan pendanaan untuk program-program sampai 2014,” tandasnya.

sumber : klik disini

Sosialisasi Rekonsiliasi Dan Kodefikasi BMN Gel II Dimulai


Direktur Barang Milik Negara I Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Pardiman didampingi Kepala Subdirektorat BMN ID, Chalimah Pujihastuti membuka acara Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara serta Peraturan Dirjen Kekayaan Negara Nomor 07/KN/2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Rekonsiliasi Data Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan Barang Milik Negara dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Gelombang II pada tanggal 10 Mei 2010 di Kawanua Aerotel Jakarta (diantaranya peserta dari KPKNL Jember).

Sosialisasi Gelombang II ini berlangsung dari tanggal 10-12 Mei 2010 dengan menghadirkan narasumber dan trainer dari Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), Direktorat BMN I dan Direktorat Hukum dan Informasi DJKN serta diikuti oleh  35 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di wilayah Kanwil X Surabaya sampai Kanwil XVII Jayapura.

Untuk menunjukkan keseriusan DJKN mengenai pentingnya sosialisasi ini, Direktur BMN I, Pardiman mengabsen satu persatu peserta dari seluruh KPKNL yang diundang. Hal ini dilakukan, supaya peserta memahami bahwa acara sosialisasi ini penting sehingga seluruh peserta harus mengikuti acara dari awal sampai akhir.

Dalam sambutannya, Direktur BMN I menegaskan bahwa kehadiran seluruh peserta merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan karena ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini dapat diterapkan di daerahnya masing-masing. “Hasil yang baik dari sosialisasi ini harus selalu kita tingkatkan,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.

Mengenai anggapan pihak luar tentang DJKN, Direktur mengibaratkan seperti nila setitik rusak sebelanga yakni jangan sampai salah satu diantara pegawai DJKN membuat kesalahan maka citra DJKN akan menjadi rusak.”Jadi, tolong warnai DJKN dengan wajah dari sisi kompetensi dan integritas,” ujarnya.

Pardiman mengharapkan agar organisasi DJKN menjadi organisasi yang militan. “Jangan sampai DJKN menjadi kuda hitam dan tidak diperhatikan. Supaya diperhatikan harus dengan ilmu,” tuturnya. Terkait barometer penilaian Kementerian/Lembaga (K/L), lanjutnya, saat ini aset telah menjadi barometer Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada K/L.

Direktur juga mengucapkan terima kasih atas upaya seluruh pegawai DJKN baik di pusat dan daerah yang telah membantu Inventarisasi dan Penilaian (IP) karena sebenarnya IP merupakan tugas K/L. Lebih lanjut, Direktur mengatakan kompetensi pegawai/Sumber Daya Manusia (SDM) harus selalu ditingkatkan dengan memanfaatkan kesempatan belajar S2 baik di dalama maupun luar negeri. “Buktikan bahwa DJKN punya SDM yang kompeten dan tidak ada yang korupsi,” tandasnya mengakhiri.(bend_red)

sumber : http://www.djkn.depkeu.go.id

Tips Aman Gunakan Tabung Gas LPG 3 Kg


LPG 3 KgPT Pertamina (Persero) mengungkapkan ledakan tabung gas elpiji 3 kg yang belakangan ini marak terjadi dikarenakan gas elpiji bocor di ruangan relatif tertutup dan terjadinya akumulasi gas. Dengan demikian, di saat ruangan tertutup tersebut penuh gas dengan kondisi ada api menyala, maka terjadilah kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso kemarin di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, belum lama ini.

“Itu yang terjadi di lapangan. Untuk itu, kami sekali lagi sangat mengimbau masyarakat luas, kalau mencium bau elpiji yang baunya khas, jangan sekali-sekali menyalakan api, baik itu kompornya sendiri atau merokok di ruangan yang penuh dengan gas, saklar listrik, maupun kompor minyak tanah,” imbau Toharso.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian tim di lapangan ditemukan bahwa masyarakat pengguna gas elpiji ternyata di saat bersamaan masih ada juga yang menggunakan kompor minyak tanah.

Sebagai langkah pencegahan terjadinya kebakaran, lanjutnya, segeralah angkat tabung gas tersebut ke luar, lalu dicek. Cara pengecekannya pun mudah, yaitu menggunakan air sabun, lalu air tersebut ditempelkan ke sambungan las atau ujung kuningan.

“Kalau tabung meragukan, segera hubungi tempat membeli. Setiap beli tabung elpiji harus diketahui di agen mana dan catat nomor teleponnya. Atau ke call center Pertamina 500000,” sarannya.

Toharso menyebutkan selama 2008 telah terjadi 27 insiden kebocoran gas elpiji, 2009 ada sembilan insiden, dan 2010 hingga April terdapat enam insiden.

Toharso mengatakan Pertamina sudah mempunyai satuan petugas (Satgas) elpiji Pertamina yang dibentuk Pertamina dan lintas direktorat. Satgas tersebut ada di bagian gas domestik pemasaran, bagian HSE atau keselamatan kesehatan lindungan lingkungan.

sumber : klik disini

Cerita Tentang Ibu Sri Mulyani di Balik Seabrek Kesibukannya


MenkeuMenteri Keuangan Sri Mulyani memang dikenal sebagai wanita super sibuk. Hampir setiap hari selalu dipadati oleh jadwal-jadwal yang menuntut mobilitas sangat tinggi dalam menjalani tugasnya.

Namun di tengah kesibukannya yang super padat tersebut, dirinya tidak pernah lupa akan tugasnya sebagai seorang ibu dari Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudidan, serta istri dari Tonny Sumartono.

Sebagaimana dikisahkan oleh supir pribadi Sri Mulyani, Gustaf Ari Wahyu, dirinya kagum dengan sosok Menteri Keuangan tersebut terhadap keluarganya.

“Sepejabat-pejabatnya dia, Ibu masih sempat menyiapkan makanan sendiri buat keluarga,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Jumat (7/5/2010) sore.

Meskipun sibuk, dirinya tidak pernah lalai memperhatikan perkembangan tiga buah hatinya. Menurut Gustaf, Ibu Ani, sapaan akrabnya, sempat khawatir dengan nilai ulangan harian bahasa Indonesia putranya Adwin Haryo Indrawan menjelang Ujian Nasional (UN).

“Ibu sempat khawatir ulangan bahasa Indonesia anaknya kok jelek terus? Tapi pas UN justru nilainya bagus,” ungkapnya.

Dalam berkomunikasi sehari-hari dengan anak-anaknya, Bu Ani lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. Namun sebagai keturunan Jawa, calon managing director Bank Dunia ini juga fasih berbahasa Jawa.

“Pernah Ibu nanya ke saya pakai bahasa Jawa. Karena saya orang Jawa, ya saya jawab juga dengan bahasa Jawa. Tapi kalau sama anak-anak seringnya pakai bahasa Inggris,” jelasnya.

Memiliki supir pribadi juga tidak menyurutkan hobinya untuk menyetir mobil sendiri. Gustaf menceritakan, sewaktu salah satu anak Sri Mulyani ingin belajar mengendari mobil, tiba-tiba Bu Ani ingin mengendarai kembali kendaraan roda empat itu. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung mengendarai mobil dinas suaminya dan melaju mengitari kediaman di Widya Chandra hingga Bundaran HI bersama keluarganya. Sementara itu, Gustaf yang mengikutinya dengan mobil dinas kementerian B 1189 RFS, mengaku malah sempat tertinggal.

“Ibu pernah nyopir sekali. Ternyata nyopirnya jago. Waktu itu putar kediaman di Widya Chandra terus ke HI, kemudian balik lagi. Kita ikuti dengan mobil RFS ya sempat ketinggalan juga,” kisahnya.

Sebagai orang yang kerap mengantar Menkeu, dia pun menceritakan bahwa Ibu Ani memiliki trauma dengan mobil berkecepatan tinggi karena sempat mengalami kecelakaan saat masih bertugas di Bappenas. Sehingga dia kerap mewanti-wanti supirnya untuk menjaga kecepatan pada level yang aman sekira 70-80km/jam untuk dalam kota dan sekira 120km/jam untuk luar kota. Meskipun demikian, dia berkisah bahwa pernah menyetir dengan kecepatan mencapai 170km/jam dalam keadaan mendesak.

“Pernah juga 170km/jam, seperti waktu di DPR itu, kan dari sana pukul 21.00 WIB lewat. Padahal, harus mengejar pesawat pukul 21.30 WIB untuk terbang ke Bali,” terangnya.

Selama di dalam mobil, biasanya Bu Ani menghabiskan waktunya sambil membaca koleksi bukunya yang tersedia di dalam mobil, sambil mendengarkan musik jazz. Terkadang dia pun menyempatkan untuk menelpon keluarganya sekedar untuk menanyakan kabar mereka.

“Biasanya Ibu baca atau telepon keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, di balik tampilannya yang elegan di berbagai kesempatan, Gustaf menyatakan bahwa Ibu Ani sebenarnya tidak punya seorang stylish khusus hanya terkadang saja memanggil salon langganannya. Untuk busana pun dia justru mempercayakannya kepada sang kakak ipar, ketimbang desainer terkenal.

“Bajunya kebanyakan dari kakak iparnya,” tuturnya.

Dengan begitu banyak kenangan bersama wanita hebat tersebut membuat Gustaf agak berat melepaskan kepergian sang atasan ke Washington.

“Kalau bisa, Ibu jangan pindah deh,” harapnya.

sumber : klik disini