Sesjen Luncurkan Spirit PRIME


sumber : http://www.kemenkeu.go.id/

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto didampingi Tenaga Pengkaji Bidang Perencanaan Strategik Dini Kusumawati dan Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Aparatur Harry Z. Soeratin meluncurkan spirit PRIME Sekretariat Jenderal (Setjen) di Jakarta (1/3)

Jakarta, 01/03/2016 Kemenkeu – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto meluncurkan spirit Sekretariat Jenderal (Setjen) yaitu PRIME yang merupakan turunan dari nilai-nilai serta program budaya Kementerian Keuangan. Setjen sebagai salah satu unit di bawah Kementerian Keuangan, berusaha menjadi Prime Mover untuk mendukung segala tugas dan fungsi organisasi. “Kemenkeu adalah satu institusi yang harus leading di Indonesia. Akan kita tingkatkan di level regional dan internasional,” katanya.

Dalam paparannya, Sesjen menjabarkan berbagai kunci sukses PRIME yang terdiri dari Professional, Responsive, Innovative, Modern danEnthusiastic. “Pertama Professional kunci suksesnya, menjadi ahli di bidangnya dengan keunikan masing-masing pribadi, kerja tuntas dan akurat penuh tanggung jawab dan komitmen, asah kemampuan dan pengetahuan, serta manajemen waktu dan bekerja dengan hati,” jelasnya.

Kedua, Responsive yaitu bagaimana merespon terhadap perubahan yang ada. “Memberikan layanan tepat waktu dan transparan, Inisiatif menggali kebutuhan layanan, Cekatan dalam menyekesaikan masalah, serta Proaktif untuk meningkatkan kualitas layanan,” papar Sesjen.

Ketiga yaitu Innovative, dimana kunci suksesnya antara lain membuat terobosan baru, berani kemukakan pendapat positif dan bernilai tambah, partisipasi aktif, mengapresiasi kreativitas, serta kenali perubahan kebutuhan pemangku kepentingan.

Menurut Sesjen, Modern berarti adanya penggunaan alat teknologi untuk meningkatkan kualitas kerja, serta mendorong perubahan gaya hidup. “Menggunakan metode dan alat terkini agar memberikan hasil yang lebih baik, cepat menguasai teknologi terkini, serta menggunakan teknologi yang digunakan pemangku kepentingan (penggunaan gadget, media sosial),” tambahnya.

Terakhir adalah Enthusiastic, yang ditunjukkan dengan antusiasme dan semangat kerja yang tinggi, penuh tanggung jawab, serta inisiatif menggali kebutuhan layanan. (as)

Tinggalkan komentar

PELANTIKAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEMENKEU


Menkeu: Lari Kencang Untuk Memenuhi Target

sumber : www.djkn.kemenkeu.go.id

Jakarta – “Sejak nanti Bapak/Ibu resmi menjabat, setelah serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya, Bapak/Ibu harus langsung lari kencang”, demikianlah sepenggal harapan yang diucapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P.S. Brodjonegoro, saat melantik para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (18/2) di Aula Gedung Dhanapala. “Lari kencang untuk dapat  memenuhi target yang sudah dibebankan kepada kita. Terkait APBN, Transformasi Kelembagaan, maupun terkait tugas dan pelayanan Bapak/Ibu semua,” imbuhnya.

Dalam sambutannya,  Menkeu juga menyatakan bahwa pelantikan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan momen yang penting bagi Kemenkeu, karena ini merupakan pertama kalinya ia melantik pejabat eselon 2 yang terpilih melalui proses seleksi sesuai dengan amanat Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Menkeu berharap bahwa perbaikan proses rekruitmen dalam UU ASN ini dapat memperbaiki kinerja birokrasi, meningkatkan produktivitas dan kontribusi kemenkeu untuk bangsa dan negara ini.

Lebih lanjut, Ia berharap dari proses seleksi tersebut, jabatan di Kemenkeu diisi oleh orang-orang terbaik, yang mampu mewujudkan harapan yang ditumpahkan kepada mereka  dalam wujud prestrasi/kinerja terbaik untuk unit masing-masing dan untuk Kemenkeu secara menyeluruh. “Mereka harus dapatt menunjukkan bahwa pejabat yg melalui proses seleksi, memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan yang lainnya,” ujar Menkeu.

Dalam pelantikan pejabat eselon 2 di lingkungan Kemenkeu kali ini, Menkeu melantik 47 orang pejabat eselon II, baik yang mutasi maupun promosi berdasarkan lelang jabatan, yang terdiri dari tujuh pejabat dari Direktorat jenderal Pajak, dua puluh pejabat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, lima pejabat dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sebelas pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dua pejabat dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, satu pejabat dari Sekretariat Jenderal, dan satu pejabat dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Kepada para pejabat DJKN, Menkeu berpesan agar dapat membawa DJKN untuk membangun paradigma sebagai direktorat jenderal yangRevenue generating, yaitu menjadi unit yang bisa menghasilkan penerimaan negara yang signifikan. Ia berharap DJKN mulai membangun tradisi agar pengelolaan aset dapat berperan dalam penerimaan negara antara lain dengan mengoptimalkan hasil yang diperoleh melalui lelang, meningkatkan penerimaan negara melalui kerja sama pemanfaatan dan mengantisipasi berbagai Kementerian Lembaga yang berpotensi menyebabkan Baramg Milik Negara underutilized. (Penulis/fotografer:dini/johan)

Berikut ini adalah para pejabat eselon II DJKN yang dilantik pada siang hari ini.

  1. Dr. Indra Surya, S.H., L.L.M. sebagai Direktur Pengelolaan kekayaan Negara dan Sistem Informasi;
  2. Lukman Effendi, S.E., M.M. sebagai Direktur Lelang;
  3. Hady Purnomo, S.H. sebagai Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat;
  4. Sudarsono, S.H., L.L.M. sebagai sebagai Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan;
  5. Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, S.H., M.Hum. sebagai Tenaga Pengkaji Optimalisasi Kekayaan Negara Sekretariat Direktorat Jenderal;
  6. Mahmudsyah, S.H., M.M. sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Utara;
  7. Encep Sudarwan, S.E., M.A. sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta;
  8. Tavianto Noegroho, S.H. M.H. sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta;
  9. Surya Hadi, S.H. sebagai  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Timur;
  10. Ferdinand Lengkong, S.H. sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah Gorontalo dan Maluku Utara;
  11. Arik Haryono, SP.I., M.Si. sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Papua dan Maluku.

Tinggalkan komentar

MALAM APRESIASI RAKERNAS DJKN 2015


sumber : www.djkn.kemenkeu.go.id

22Yogyakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai pengemban amanat pengelolaan kekayaan negara dituntut mampu berperan aktif dan menyukseskan kebijakan program fundametal ekonomi  Indoensia. Salah satu caranya yaitu melalui pembangunan pola pengelolaan kekayaan negara yang dapat memberikan hasil optimal. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DJKN 2015, (4/11) petang di Yogyakarta.  “Sebagai leading sector dalam pengelolaan aset publik, kita perlu melangkah jauh ke depan. Kita mengelola aset negara yang banyak, apa kontribusi kita ke negara?,” tanya Sonny kepada peserta Rakernas.

Menteri Keuangan meminta kepada DJKN untuk meningkatkan kontribusi dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi lebih nyata dalam bentuk pendapatan negara yang dihasilan dari pengelolaan aset negara. “Untuk itu, saya berharap ke depan, kontribusi DJKN ke negara harus meningkat,” tegas Dirjen Kekayaan Negara.

Selain itu, lanjut sonny, DJKN diharapkan menjadi role model tranformasi pola konsumsi belanja negara yang bersifat konsumsi produktif atau bahkan konsumsi negara yang bersifat investasi. Contoh riil yang jelas adalah penyertaan modal negara yang ditangani oleh Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. Besarnya PMN mengisyaratkan pemerintah untuk konsumsi yang bersifat investasi dan diharapkan berdampak positif pada perekonomian Indonesia.

Dirjen Kekayaan Negara juga berharap pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di DJKN  terus ditingkatkan. “Tahun ini kita sudah mulai dengan e-Auction. Bagaimana kita dapat mengelola kekayaan negara sebanyak ini jika IT-nya tidak mendukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris DJKN Dodi Iskandar melaporkan hasil dari rakernas yang telah dilaksanakan pada 3-4 November 2015. “Instansi vertikal DJKN merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, eksistensi instansi vertikal perlu diperkuat. Instansi vertikal diharapkan terus menerus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujarnya

Risiko merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh unit kerja. Instansi vertikal DJKN perlu memerhatikan pengelolaan risiko dengan sebaik-baiknya, dimulai dari tahap identifikasi risiko, pelaksanakan mitigasi, monitoring dan evaluasi. “Salah satu point pentingnya penanganan risiko adalah adanya komitmen dari segenap pimpinan jajaran unit,” tegasnya.

Doddy mengatakan bahwa dalam rangka meningatkan pelayanan publik kepada masyarakat, diperlukan terobosan-terobosan melalui pembangunan inovasi, sehingga pelayanan yang diberikan dapat cepat dan tepat.

Di bidang pengelolaan kekayaan negara, DJKN berkomitmen melakukan penguatan peran pengelolaan kekaayaan negara dalam perekonomian nasional melalui  intergasi perencanaan kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) dan penganggaran, implementasi penuh akuntansi BMN berbasis akrual serta digitalisasi dan modernisasi pengelolaan BMN. “Dengan adanya perubahan paradigma pengelolaan kekayaan negara menjadi asset manager, sudah saatnya DJKN membenahi jargon Mari Benahi Aset Negara menjadi Mari Optimalkan Aset Negara,” imbuhnya.

Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor  166 Tahun 2015 tentang Penilaian BMN, berdampak pada meningkatnya frekuensi permohonan penilaian di instansi vertikal. Untuk itu perlu peningkatan kompetensi SDM penilaian, penguatan basis data, dan perlu penguatan pembinaan oleh Kanwil.

Kantor Pusat DJKN saat ini terus menerus menyempurnakan peraturan terkait dengan piutang negara/daerah dan Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa. Hal ini diharapkan mampu menjadi jalan keluar dari permasalahan dan kendala yang dihadapi.

Penatausahaan dan pengaman security paper lelang juga menjadi pokok bahasan dalam rakernas kali ini. Direktorat lelang sedang menyusun standar operasi prosedur terkait dengan security paper lelang.

Tidak lupa, Dodi menghimbau kepada para pejabat dan pegawai DJKN untuk senantiasa menjaga reputasi dan citra organisasi. Salah satu caranya adalah melalui keteladanan dan bertindak tepat sesuai dengan kewenangan.

Penganugrahan Employee Award

Malam itu sungguh malam yang berarti buat pegawai DJKN terbaik. Direktur Jenderal Kekayaan Negara memberikan penghargaan kepada 10 pegawai DJKN terbaik dalam bidang masing-masing. Berikut  daftar lengkapnya :

Sub-Kategori Pemenang Unit
Pengelola BMN Terbaik Muh. Arif Ardiyanto KPKNL Yogyakarta
Pengelola Piutang Negara Terbaik Daryanto KPKNL Bengkulu
Pejabat Lelang Terbaik Budi Priyanto KPKNL Bandung
Penilai Terbaik Anung Sita Pratiwi KPKNL Semarang
Pengelola Administrasi Terbaik Mohammad Eko Agus Yudianto KPKNL Jember
Pengelola Kepatuhan Internal Terbaik Defrian Chandra Pradana Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung
Pengelola Bantuan Hukum Terbaik Vina Imelda Br. Silaen Kanwil DJKN Sumatera Utara
Pengelola Hubungan Masyarakat Terbaik Bayu Rizki Fatoni KPKNL Sidoarjo
Pengelola IT Terbaik Yuzuardi Haban Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara
Pegawai Paling Kontributif Wisnu Yogaswara

 

Yuliawan Anastasius

Direktorat PKNSI

 

Direktorat Hukum dan Humas

Pegawai Paling Inovatif Dana Kristiawan Sekretariat Jenderal

Launching Identitas Organisasi

Dirjen Kekayaan Negara juga meresmikan identitas organisasi DJKN berupa logo DJKN dan KPKNL serta jingle DJKN. Logo DJKN dan KPKNL mengusung dua warna utama yaitu hijau dan kuning keemasan. Warna hijau merupakan warna identitas DJKN. Warna kuning keemasan mewakili warna Kementerian Keuangan dan melambangkan kemakmuran, kejayaan serta kekayaan negara. Selain merupakan warna identitas DJKN, warna hijau juga merupakan lambang dari sesuatu yang berkelanjutan (sustainability), segar, dan baru.  Kuning keemasan bermakna kemakmuran, kreativitas dan optimisme.

Font logo yang tegas mencerminkan jiwa DJKN yang tegas dan kokoh. Bentuk font agak condong ke depan menggambarkan organisasi yang terus bergerak maju demi kemajuan bangsa. Sisi-sisi melengkung dari karakter huruf menggambarkan jiwa organisasi yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan zaman. Sisi runcing dari tiap karakter huruf merupakan gambaran dari arah tujuan dan fokus organisasi yaitu menjadi pengelola kekayaan negara yang profesional dan akuntabel untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Gradasi warna yang digunakan dalam logo merupakan gambaran siklus hidup yang saling bertautan, dimana pengelolaan kekayaan negara yang optimal tidak hanya menjadi berkah untuk generasi saat ini namun juga menjadi warisan dan berkah untuk generasi mendatang. Gradasi warna juga menggambarkan regenerasi tongkat estafet penglolaan kekayaan negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sementara itu, Jingle dimaksud sebagai metode promosi dan publikasi terhadap layanan DJKN dalam bentuk musik berupa ajakan kepada masyarakat untuk bersama menjaga aset negara. Dengan jingle diharapkan pesan singkat layanan DJKN dengan nada menyenangkan dan menghibur dapat diterima dengan mudah oleh publik.Jingle DJKN direncanakan sebagai Ring Back Tone (RBT)/nada tunggu baik di fix phone seluruh kantor di lingkungan DJKN maupun mobile phone pegawai DJKN.

(Tim Humas DJKN)

Foto-foto lain terkait berita :

,

Tinggalkan komentar

Update Aplikasi SAIBA, SIMAK dan Persediaan November 2015


pseudoUntuk keperluan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2015, Direkur Jenderal Perbendaharaan meminta kepada K/L untuk telebih dahulu melakukan penyusunan pseudo Laporan Keuangan Tahun 2015. Pseudo LKKL Tahun 2015 disusun untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2015 dan 30 November 2015. Untuk keperluan penyusunan Pseudo tersebut menggunakan Aplikasi sebagai berikut :

  1. SAIBA

Paket Update Referensi versi 2.6

  1. SIMAK BMN

Update Referensi Aplikasi SIMAK 15.1.3

  1. PERSEDIAAN

Update Aplikasi Persediaan 15.1.2

semoga bermanfaat.

, , , ,

4 Komentar

KPKNL JEMBER TERIMA PENGHARGAAN KATEGORI PENYERAPAN ANGGARAN TERTINGGI


sumber : http://www.kpknljember.djkn.or.id

IMG_7720Dengan tema “Gelorakan Semangat Kerja Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan” kantor vertikal Kementerian Keuangan di Kabupaten Jember selenggarakan upacara Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke 69 pada 30 Oktober 2015 bertempat di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Timur Kiswandoko yang sedang melaksanakan tugas pembinaan ke KPPN Jember dan KPPN Bondowoso bertindak sebagai Pembina Upacara.

Kiswandoko yang dalam sambutannya menyampaikan sambutan dari Menteri Keuangan, “Menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya jajaran pejabat dan pengawai di lingkungan Kementerian Keuangan yang telah memberi kontribusi luar biasa dalam mengawal perekonomian nasional. Untuk para punggawa keuangan negara dari ujung Sabang hingga Merauke, dari tingkat pelaksana hingga pejabar tinggi, yang telah menunjukkan komitmen dan performa terbaik dalam melaksanakan pengabdian, terimalah salam hormat dari kita semua. Saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang memperoleh penghargaan Satyalencana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Pensiun. Semoga loyalitas dan integritas Saudara mampu menjadi teladan bagi kita semua. Saya juga menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba Kantor Pelayanan Percontohan Tahun 2015 dan beberapa kategori lomba lainnya. Semoga ke depan pelayanan yang diberikan semakin prima dan sempurna”.

Pada kesempatan yang sama, Kiswandoko memberikan piagam penghargaan kepada Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember, Agus Hari Widodo sebagai Satuan Kerja Peringkat Ketiga Kategori Penyerapan Anggaran Tertinggi sampai dengan periode Agustus 2015. Agus H.W. pada kesempatan ramah tamah dengan Kiswandoko, Kepala Kanwil Ditjen PBN mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan KPPN Jember, dan sebagai pemacu semangat untuk meraih prestasi lebih baik lagi.

 

Naskah dan Foto : M. Eko Agus Y.

Tinggalkan komentar

Lantik Pejabat, Menkeu : Jaga Governance!


Sumber : http://www.kemenkeu.go.id

Jakarta, 03/09/2015 Kemenkeu – Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro melantik satu orang pejabat eselon I dan sepuluh orang pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan pada Kamis (3/9) di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.

Pejabat eselon I yang dilantik yaitu Astera Primanto Bhakti, yang dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan. Sementara itu, sepuluh orang pejabat eselon II yang dilantik merupakan jajaran pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Ditjen Perbendaharaan), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Di lingkungan Sekretariat Jenderal, Menkeu melantik Dr. Luky Alfirman sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Di lingkungan Ditjen Perbendaharaan, Menkeu melantik dua orang pejabat, yakni Adijanto sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan dan Taukhid sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, empat orang pejabat yang dilantik di lingkungan DJKN yakni Purnama T. Sianturi sebagai Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain; Hady Purnomo sebagai Direktur Lelang, Lukman Effendi sebagai Kepala Kanwil DJKN Sumatera Utara; dan Tugas Agus Priyo Waluyo sebagai Kepala Kanwil DJKN Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau.

Terakhir, di lingkungan BKF, ada tiga orang pejabat yang dilantik, masing-masing Arif Baharudin sebagai Sekretaris BKF, Parjiono sebagai Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, dan Irfa Ampri sebagai Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral.

Dalam sambutannya usai pelantikan, Menkeu berharap, rotasi dan promosi ini dapat memberikan penyegaran bagi tubuh organisasi. Selain itu, Menkeu juga meminta agar para pejabat yang dilantik mampu menjagagovernance dan kekompakan, agar dapat senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik.

“Jaga governance jaga kekompakan, dan yang lebih penting adalah buktikan Kementerian Keuangan adalah institusi birokrasi yang terkemuka, dengan tingkat pelayanan yang tentunya memuaskan kepada seluruh stakeholders-nya,” pungkasnya.(nv)

Tinggalkan komentar

Penerimaan Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN Tahun 2015


Penerimaan STAN_2Kabar gembira bagi orang tua yang akan mendaftarkan putra/putrinya di Politeknik Keuangan Negara STAN, berdasarkan informasi dari web : www.stan.ac.id, Tahun 2015 ini akan segera melaksanakan Penerimaan Mahasiswa Baru. Berikut pengumuman pendaftaran STAN 2015 :

  1. Pengumuman pendaftaran STAN
  2. Tata cara pendaftaran

Semoga bermanfaat

,

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: