Foto di e-KTP Udah Buram? Tenang, Bisa Diganti


Ganti Foto di E-KTP

Pernah punya pengalaman foto di e-KTP buram? Sudah susah dikenali, karena KTP telah dibuat lebih dari 5 tahun, ingin tau cara ganti foto di e-KTP? Simak caranya berikut ini.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif mengatakan bahwa foto KTP elektronik bisa diganti.

Hal tersebut merespons pertanyaan salah satu pengikutnya yakni apakah foto KTP elektronik boleh diganti atau tidak.

Zudan melalui akun TikTok pribadinya menjawab bahwa foto KTP elektronik bisa diganti apabila terpenuhi dua syarat:

  • Bila Anda dulu belum berjilbab dan sekarang sudah berjilbab bagi perempuan muslimah.
  • Bila KTP elektronik rusak atau ada bagian terkelupas ataupun foto KTP Anda sudah buram. “Nah, Anda boleh sekaligus mengganti dengan membuat foto di dinas Dukcapil,” tutur Zudan.

Zudan lantas memberitahu cara mengganti foto KTP elektronik yang bisa dilakukan.

Syaratnya cukup mudah, yaitu membawa KTP elektronik yang lama serta fotokopi Kartu Keluarga (KK) ke Dinas Dukcapil setempat, dan tidak perlu surat pengantar RT serta RW kembali.

Itulah syarat dan cara mengganti foto KTP elektronik. Apabila telah memenuhi kriteria penggantian foto di atas, segera bawa dokumen persyaratannya dan urus di Dinas Dukcapil setempat.

Sumber: klik disini

#Viral, Video Warga Desa di Tuban Borong 176 Mobil Bersamaan


Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.

Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ramai-ramai mendatangkan mobil baru dalam tenggang waktu cukup singkat.

Tak tanggung-tanggung, jumlah mobil yang dipesan mencapai seratusan unit.

Dari rekaman video pendek yang viral, belasan mobil datang secara bersamaan di desa tersebut.

Mobil yang diangkut menggunakan truk towing itu bahkan mendapat pengawalan dari kepolisian.

“Benar terkait warga ramai-ramai beli mobil baru, kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik atau Surabaya,” kata Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto, dikutip dari Tribunnews, Selasa (16/2/2021).

Dia menjelaskan, warga yang membeli mobil itu karena telah mendapat hasil penjualan tanah dari grass root refinery (GRR) kilang minyak yang melibatkan Pertamina-Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Rata-rata, warga mendapat uang sebanyak Rp 8 miliar dari penjualan tanah itu.

Sedangkan warga yang memiliki empat hektare lahan mendapat uang sebesar Rp 26 miliar.

Nilai penjualan yang tidak sedikit diyakini membuat warga ingin membeli mobil yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Hingga kini mulai sejak warga mendapat pencairan dari penjualan tanah, sudah ada ratusan warga yang membeli mobil.

Bahkan, satu orang ada yang memiliki dua hingga tiga mobil baru.

“Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang, terakhir kemarin ada 17 mobil baru,” ujar dia.

Tonton videonya disini

Sumber: klik disini

Pajak Mobil Nol Persen


Pajak Mobil Baru 0%

Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan insentif penurunan tarif PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) untuk kendaraan bermotor segmen sampai dengan 1.500 cc kategori Sedan dan tipe 4×2 (H/B, MPV dan SUV), local purchase di atas 70% serta Completely Knock Down / CKD (kendaraan dirakit di dalam negeri)

Penurunan tarif PPnBM (diskon pajak) dengan Skema Pajak Ditanggung Pemerintah (DTP) yang dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021, simak periode diskon pajaknya dibawah ini:

sumber: Twitter Kemenkeu

Surat yang Sering Dibaca Rasulullah saat Sholat


Salah satu sunnah shalat adalah membaca surat atau ayat Al-Qur’an usai membaca Surat Al-Fatihah. Al-Qur’an sendiri terdiri dari 114 surat dan enam ribu lebih ayat. Jadi umat Islam memiliki pilihan surat atau ayat yang melimpah untuk dibaca setelah membaca fatihah. 

Tidak ada aturan pasti terkait dengan surat atau ayat apa saja yang harus dibaca ketika shalat. Surat atau ayat apa saja bisa dibaca, biasanya surat atau ayat disesuaikan dengan situasi atau momen yang terjadi. Misal, ayat-ayat tentang puasa biasanya banyak dibaca pada saat shalat di bulan Ramadhan. 

Ada orang yang suka membaca surat-surat pendek seperti surat pada juz 30 akhir ketika shalat. Ada pula orang gemar membaca potongan-potongan ayat dalam surat yang panjang. Sehingga surat atau ayat itu yang diulang-ulang ketika menjalankan shalat lima waktu.  

Lalu, bagaimana dengan Rasulullah? Surat atau ayat apa yang sering dibaca Rasulullah saat shalat?

Di dalam bukunya Kumpulan Ayat-ayat Al-Qur’an Populer dan Sering Dibaca Imam, Ahmad Lutfi Fathullah menyebutkan beberapa hadist yang menerangkan tentang surat apa saja yang sering dibaca Rasulullah ketika shalat. Pertama, Surat al-Kafirun (QS. 109) dan al-Ikhlas (QS.112).

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah disebut kerap kali membaca Surat al-Kafirun dan al-Ikhlas saat menunaikan shalat lima waktu, termasuk ketika shalat qobliyah Shubuh. 

Kedua, Surat at-Tin (QS. 95). Suatu hari, Rasulullah berada dalam suatu perjalanan. Pada saat waktu shalat Isya tiba, ia mengajak sahabat-sahabatnya untuk shalat. Adapun surat yang dibaca pada salah satu rakaat shalat Isya adalah Surat at-Tin. Hal ini didasarkan pada hadist riwayat Bukhari dan Muslim.

Ketiga, Surat asy- Syams (QS. 91). Buraidah menyebut kalau Rasulullah pernah membaca Surat asy-Syams pada saat shalat Isya. Keempat, Surat al-Buruj (QS. 85) dan at-Thariq (QS. 86). Keduanya pernah dibaca Rasulullah ketika menunaikan shalat Dzuhur dan Ashar sebagaimana yang diceritakan Jabir dari Samrah.  Kelima, Surat Qaf (QS. 50).

Tidak hanya membaca surat-surat pendek yang ada di juz 30 saja, Rasulullah juga membaca surat-surat lainnya yang memiliki ayat panjang. Sahabat Quthbah menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah membaca Surat Qaf pada saat menjalankan shalat Subuh.   

Memang, surat atau ayat yang dibaca Rasulullah dalam shalat begitu beragam dan bervariasi. Namun setidaknya, itulah beberapa surat yang pernah dibaca Rasulullah dan terekam dalam hadist. (A Muchlishon Rochmat)

Sumber: klik disini

Wajah Baru Meterai Tempel 2021


Jakarta, 28 Januari 2021 – Hari ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkenalkan meterai tempel baru sebagai pengganti meterai tempel lama desain tahun 2014. Meterai tempel baru tersebut sudah bisa diperoleh masyarakat di Kantor Pos seluruh Indonesia.

“Meterai tempel baru ini memiliki ciri umum dan ciri khusus yang perlu diketahui oleh masyarakat,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Hestu Yoga Saksama.

Ciri umum tersebut diantaranya terdapat gambar lambang negara Garuda Pancasila, angka “10000” dan tulisan “SEPULUH RIBU RUPIAH” yang menunjukkan tarif bea meterai, teks mikro modulasi “INDONESIA”, blok ornamen khas Indonesia, dan seterusnya. Sedangkan ciri khususnya adalah warna meterai didominasi merah muda, serat berwarna merah dan kuning yang tampak pada kertas, garis hologram sekuriti berbentuk persegi panjang yang memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, gambar bintang, logo Kementerian Keuangan, serta tulisan “djp” dan sebagainya.

Ciri umum dan ciri khusus meterai tempel baru dapat dilihat pada gambar berikut.

meterai baru

Desain meterai tempel baru mengusung tema Ornamen Nusantara. Tema ini dipilih untuk mewakili semangat menularkan rasa bangga atas kekayaan yang dimiliki Indonesia dan semangat nasionalisme.

Terkait stok meterai tempel edisi 2014 yang masih tersisa, masyarakat masih dapat menggunakannya sampai dengan 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp9.000,00. Caranya dengan membubuhkan tiga meterai masing-masing senilai Rp3.000,00, dua meterai masing-masing Rp6.000,00, atau meterai Rp3.000,00 dan Rp6.000,00 pada dokumen.

DJP mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada akan meterai tempel palsu dan meterai tempel bekas pakai (rekondisi). Masyarakat diimbau untuk meneliti kualitas dan memperoleh meterai tempel dari penjual yang terpercaya.

Ketentuan dan pengaturan lebih lengkap dapat dilihat pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.03/2021. Untuk mendapatkan salinan peraturan ini dan peraturan lain dapat mengunjungi http://www.pajak.go.id.

Sumber: klik disini

Kabar Baik: STAN Kembali Buka Pendaftaran Tahun 2021


PKN STAN

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) akan kembali membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru pada 2021.

Di dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, ada syarat baru yang harus dipenuhi, yakni menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Dengan pertimbangan untuk meminimalkan dampak pandemi Covid-19, tahapan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) tahun 2021 akan menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),” tulis PKN STAN seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

“Oleh karena itu, para peserta yang berminat untuk mengikuti SPMB PKN STAN tahun 2021 diminta agar dapat mengikuti UTBK tahun 2021,” sambung PKN STAN.

Nilai UTBK yang akan dipakai adalah dari materi ujian Tes Potensi Skolastik (TPS) untuk semua kelompok ujian yaitu Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial Humaniora (Soshum), ataupun Campuran (Saintek dan Soshum).

Walaupun salah satu syarat administratif pada SPMB PKN STAN tahun 2021 telah diputuskan akan menggunakan nilai UTBK, namun pengumuman resmi SPMB PKN STAN tahun 2021 baru akan diterbitkan bersamaan dengan pengumuman Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan tahun 2021, yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

Pengumuman resmi dapat diakses melalui website Kementerian Keuangan, www.kemenkeu.go.id.

Download Siaran Pers BPPK Kemenkeu disini

Download FAQ tentang SPMB PKN STAN disini

Verifikasi Dua Langkah, Amankan WhatsApp dari Hack


Foto: kompas.com

Seperti media sosial lain pada umumnya, WhatsApp juga berpotensi diretas dan dikuasai orang lain.

Bukan tidak mungkin, akun WhatsApp yang diretas disalahgunakan untuk hal-hal berbahaya, seperti penyamaran dan penipuan.

Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah akun WhatsApp diretas/hack oleh tangan-tangan jahil.

Sejatinya, WhatsApp sudah memiliki fitur bawaan yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk memproteksi akun WhatsApp.

Pengguna hanya perlu lebih waspada dan kritis jika ada kejanggalan di akun WhatsApp-nya.

Pengguna bisa mengaktifkan fitur Two Step Verification atau verifikasi dua langkah. Fitur ini bisa diaktifkan di menu setting dengan mengetuk tiga tombol vertikal di pojok kanan atas.

Kemudian pilih “akun” dan pilih “two-step verification”. Jika belum diaktifkan, ketuk opsi “enable” (aktifkan) lalu masukan enam digit PIN dan ulangi untuk konfirmasi.

Langkah berikutnya, Anda akan diminta untuk mengisi e-mail. Sebenarnya, langkah ini opsional. Jika tidak berkenan, pengguna bisa memilih untuk “lewati”.

Namun sangat dianjurkan untuk tetap mengisi alamat e-mail. Tapi ingat, alamat e-mail yang digunakan sebaiknya telah diproteksi dengan baik.

Setelah alamat e-mail diisi dan dikonfirmasi, verifikasi dua langkah akan aktif. Jika Anda kembali ke beranda perpesanan, Anda akan diminta untuk memasukan PIN yang telah didaftarkan tadi.

Namun hal itu hanya terjadi sekali saja. Pengguna baru akan diminta memasukan PIN lagi jika memindah WhatsApp ke perangkat lain atau menginstal ulang WhatsApp.

Pengguna juga bisa menon-aktifkan fitur ini jika mau dengan memilih opsi “disable” atau mengganti PIN dan alamat e-mail setiap saat dengan langkah yang sama.

Cara ini aman untuk melindungi akun WhatsApp dari peretas. “Sekalipun diretas, (WhatsApp) tetap tidak akan bisa dikuasai oleh peretas dan bisa kita ambil kembali.

Diolah dari berbagai sumber

Begini Proses Pembuatan E-Certificate dan Mengirimnya Secara Otomatis Melalui Email dengan Google Form dan Form Publisher


Berangkat dari penasaran, karena ikut webinar dan setelah isi survei, sertifikat nya langsung otomatis terkirim via email. Koq bisa? Ternyata memang sudah ada tutorial Membuat Sertifikat dan Mengirimnya Secara Otomatis Melalui Email dengan Google Form

Hal yang perlu dipersiapkan untuk Membuat Sertifikat dan Mengirimnya Secara Otomatis Melalui Email dengan Google Form adalah Template Sertifikat dan Formulir.

Mempersipkan Template Sertifikat

Untuk template sertifikat, kita bisa mendesainnya dengan Google Slide atau Google Doc. Selain itu kita juga dapat mendesain template sertifikat menggunakan Microsoft PowerPoint terlebih dahulu kemudian kita unggah ke google drive dan kita konversi menjadi Google Slide. Dalam contoh ini template sertifikatnya didesain menggunakan Google Slide dengan penampakan sebagai berikut.

Sebagai catatan bahwa untuk isian Nomor, Nama, dan Institusi pada Sertifikat di atas akan dilakukan secara otomatis berdasarkan data yang masukkan pada Google Form. Dengan demikian untuk sertifikat ini isian yang akan berubah-ubah adalah Nomor, Nama, dan Institusi. Untuk isian data-data tersebut, harus dituliskan dengan diapit dengan tanda kurung lancip ganda, misalnya <<Nama>>. Khusus untuk nomor, ditulis dengan kode <<Increment>>, karena nomor urut sertifikat akan diberikan secara otomatis.

Mempersipkan Formulir

Untuk membuat Formulir, dalam folder google drive Sertifikat Webinar klik Baru kemudian Lainnya dan klik Google Formulir.

Selanjutnya isi judul formulir misal Daftar Hadir Seminar Desain Grafis. Kemudian pada Pertanyaan isikan sesuai yang kita butuhkan dalam sertifikat.

Nama : Opsi Jawaban Singkat – Wajib Diisi
Institusi : Opsi Jawaban Singkat – Wajib Diisi

Karena sertifikat ini nantinya akan secara otomatis terkirim melalui Email sesaat setelah pengisian formulir, maka perlu diatur agar formulirnya mengumpulkan alamat Email. Caranya adalah dengan klik Setelan (gambar Gerigi di bagian atas), Beri tanda cek pada pilihan Kumpulkan Alamat Email. Selanjutnya klik Simpan.

Selanjutnya pilih tab menu Presentasi, hilangkan tanda cek pada Tampilkan link untuk menyerahkan tanggapan lain. Hal ini bertujuan untuk membatasi hanya sekali pengisian daftar hadir melalui Google Formulir ini. Kemudian berikan pesan konfirmasi sesuai kebutuhan. Jika telah yakin klik Simpan.

Instalasi Form Publisher

Form Publisher adalah salah satu pengaya atau Add on untuk Google form yang dapat membantu mengotomatiskan pembuatan dokumen dan alur kerja persetujuan dokumen dari Formulir Google. Berikut ini langkah-langkah Instalasi dari Form Publisher.

Klik tombol Lainnya (tanda titik tiga vertikal) di sudut kanan atas, kemudian klik Add-on.

Dari pilihan Add-on yang muncul, Klik Form Publisher.

Selanjutnya klik Install

Klik Lanjutkan

Pilih Akun Gmail, sebaiknya jangan multi login terlebih dahulu.

Klik Izinkan

Tunggu Proses instalasi hingga muncul tampilan di bawah ini dan klik Selesai.

Konfigurasi Form Publisher

Langkah selanjutnya setelah Form Publisher terinstal adalah konfigurasi Form Publisher. Berikut ini adalah uraiannya.

Pilih Template sertifikat yang telah diperisiapkan sebelumnya, karena sudah disiapkan maka tinggal Select template.

Karena template yang dipersiapkan adalah berbentuk Google Slide, maka pilih Tab Presentasi, kemudian pilih file Template Sertifikatnya, selanjutnya klik Pilih

Proses di atas menghasilkan tampilan sebagai berikut.

Dari gambar di atas terluhat bahwa terdapat 1 Statdard Marker, yaitu Incremen, yang akan digunakan untuk membuat nomor urut sertifikat, dan 2 Matching marker, yaitu Nama dan Institusi. Dari tampilan tersebut, klik tombol Next

Pada bagian Generated files title:, boleh ditambahkan untuk penamaan file sertifikatnya, dalam contoh ini diubah menjadiSertifikat <<Increment>> <<Nama>>. Selanjutnya beri tanda cek pada bagian Keep PDF copy in Drive, agar seluruh file PDF sertifikat yang telah dikirm tersimpan juga di Goole Drive Kita.

Selanjutnya klik Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tambahkan pengaturan pada Personalize email notification seperti gambar di bawah ini. Klik Save and Close.

Klik Nexr pada Form Publisher, dan akan muncul notifikasi Your form is ready, yang menandakan pengaturan form telah selesai.

Untuk uji coba kita dapat klik Try Form,

Selanjutnya lengkapi formulirnya, seperti contoh di bawah ini.

Seteah klik Kirim, silakan cek email masuk untuk memastikan sertifikatnya sudah masuk atau belum.

Selanjutnya tinggal kita bagikan saja link google formulirnya kepada peserta seminar.

Bagikan share link nya kepada peserta webinar. Jadi deh… Wah… Jadi real time ya peserta bisa dapat e-certificate.

Diolah dari berbagai sumber

Semoga bermanfaat ya.

Mampir di IG: @ekolumajangdotcom

Twitter: @okeaja39

Facebook: @Oke Aja

Lomba Quote Rakernas Akuntansi Pemerintahan 2020


Selamat malam #SobatNetizen semua. Saya ikut lomba quotes dalam rangka Rakernas Akuntansi Pemerintahan. Pemenang lomba ditentukan jumlah Like (❤) di IG. Dibantu like nya ya. Terima kasih 😊🙏🇮🇩

Mampir dan Like (❤) di IG saya: https://www.instagram.com/p/CFMfiBzhLtr/?igshid=5asmg47n5fbq

[QUOTES]
.
.
Keterbukaan adalah langkah awal perubahan
.
Akuntabilitas langkah menuju negara Indonesia Maju
.
Pandemi Covid-19 bukanlah halangan untuk ciptakan Akuntabilitas
.
Selama kita masih bisa berdiri, kesempatan sukses masih terbuka
.
#rakernasap2020
#QuotesOfTheDay
#SelfReminder
#ekolumajang
#IndonesiaMaju
.
.
“Jangan pernah berhenti belajar” by @ekolumajangdotcom

Hari Olahraga Nasional 2020


Hari Olahraga Nasional ya hari ini?
.
.
Buat kamu yang masih bingung pilih olahraga apa? Tenis Lapangan aja ya… Tenis mengajarkanmu menjadi kreatif, kreatif bagaimana bisa mengalahkan lawan, apalagi lawan yang lebih tangguh.
.
.
Ayok olahraga, sehat bersama.
.
.
#AyoOlahRaga
#TenisLapangan
#TenisLumajang
#PlayWithFederer
#SehatBersama
#LumajangSehat
.
.
📸 IG: @ekolumajangdotcom