Dipecat, Gayus Layangkan Gugatan Balik


Gayus Muda

Meskipun telah resmi menjadi tersangka kasus markus pajak senilai Rp28 miliar dan dipecat secara tidak hormat sebagai PNS Golongan IIIA Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), rupanya Gayus Halomoan Tambunan masih tidak terima.

Gayus rupanya masih belum terima dirinya dipecat dari posisi strategisnya di Ditjen Pajak tersebut. Ketidakpuasannya tersebut direalisasikan dengan melayangkan surat gugatan atas pemecatannya kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BPK) Kemenkeu.

“Saya tahu dia (Gayus) mengajukan gugatan balik. Dia keberatan, ya biasa. Dia mengajukan gugatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian,” ujar Irjen Kemenkeu Hekinus Manao, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (12/5/2010) malam.

Hekinus mengaku dirinya baru menerima surat gugatan dari Gayus tersebut sekira Rabu (5/5/2010) malam. Dirinya mengaku tidak perlu memusingkan gugatan balik dari Gayus tersebut. Pasalnya, setiap pemecatan yang dilakukan oleh Itjen Kemenkeu telah melalui semua prosedur yang harus dilewati.

“Ya Biarin saja. Dia gugatnya ke Badan Pertimbangan Kepegawaian, kita hadapi saja,” ujarnya.

Dia pun mengaku sudah memiliki sejumlah alasan kuat terkait pemecatan Gayus yang dinilai sudah melakukan pelanggaran berat terhadap instansi Ditjen Pajak Kemenkeu.

“Kita punya alasannya. Kita memecat orang itu yang penting melewati semua prosedurnya, kalau sudah dilewati enggak ada masalah. Memang dibolehkan (memecat) kalau memenuhi syarat dan Gayus sangat memenuhi syarat,” tuntasnya.

sumber : klik disini

Direktur Bank Dunia Sudah Tunduk ke Sri Mulyani


Setelah memperoleh kepastian untuk menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia, Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat sedikit “menyombongkan” diri di depan Country Director Bank Dunia Joachim von Amsberg.

Tentu saja hal tersebut disampaikannya dengan nada bercanda saat memberikan sambutan usai peresmian PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

“Tidak apa saya pidato sedikit mengarahkan, karena Joachim sudah melihat saya sebagai bos,” ujarnya diikuti tawa para hadirin.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah duta besar dan perwakilan dari Temasek Foundation dan Singapore Coorporation Enterprise (SCG). Dalam kesempatan tersebut dia menyatakan bahwa memang benar bahwa untuk membangun infrastruktur itu pemerintah tidak bisa sendiri. Dan untuk mendukung jabatan barunya tersebut, dirinya menilai semua yang ada di Indonesia sebagai aset pendukungnya.

“Semua yang ada di Indonesia itu aset bagi saya untuk mendukung saya di Bank Dunia. Tujuannya agar kondisi sekarang lebih maju untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta maaf karena dalam acara peresmian yang semestinya dilakukan pada pukul 17.00 WIB harus mundur karena dirinya terlambat hadir karena sebelumnya dia harus menghadiri Rapat Kabinet di Istana Negara sejak pukul 14.00 WIB tadi.

“Saya minta maaf terlambat, tadi ada rapat kabinet yang membicarakan bagaimana dukungan pendanaan untuk program-program sampai 2014,” tandasnya.

sumber : klik disini

Tips Aman Gunakan Tabung Gas LPG 3 Kg


LPG 3 KgPT Pertamina (Persero) mengungkapkan ledakan tabung gas elpiji 3 kg yang belakangan ini marak terjadi dikarenakan gas elpiji bocor di ruangan relatif tertutup dan terjadinya akumulasi gas. Dengan demikian, di saat ruangan tertutup tersebut penuh gas dengan kondisi ada api menyala, maka terjadilah kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso kemarin di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, belum lama ini.

“Itu yang terjadi di lapangan. Untuk itu, kami sekali lagi sangat mengimbau masyarakat luas, kalau mencium bau elpiji yang baunya khas, jangan sekali-sekali menyalakan api, baik itu kompornya sendiri atau merokok di ruangan yang penuh dengan gas, saklar listrik, maupun kompor minyak tanah,” imbau Toharso.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian tim di lapangan ditemukan bahwa masyarakat pengguna gas elpiji ternyata di saat bersamaan masih ada juga yang menggunakan kompor minyak tanah.

Sebagai langkah pencegahan terjadinya kebakaran, lanjutnya, segeralah angkat tabung gas tersebut ke luar, lalu dicek. Cara pengecekannya pun mudah, yaitu menggunakan air sabun, lalu air tersebut ditempelkan ke sambungan las atau ujung kuningan.

“Kalau tabung meragukan, segera hubungi tempat membeli. Setiap beli tabung elpiji harus diketahui di agen mana dan catat nomor teleponnya. Atau ke call center Pertamina 500000,” sarannya.

Toharso menyebutkan selama 2008 telah terjadi 27 insiden kebocoran gas elpiji, 2009 ada sembilan insiden, dan 2010 hingga April terdapat enam insiden.

Toharso mengatakan Pertamina sudah mempunyai satuan petugas (Satgas) elpiji Pertamina yang dibentuk Pertamina dan lintas direktorat. Satgas tersebut ada di bagian gas domestik pemasaran, bagian HSE atau keselamatan kesehatan lindungan lingkungan.

sumber : klik disini

Cerita Tentang Ibu Sri Mulyani di Balik Seabrek Kesibukannya


MenkeuMenteri Keuangan Sri Mulyani memang dikenal sebagai wanita super sibuk. Hampir setiap hari selalu dipadati oleh jadwal-jadwal yang menuntut mobilitas sangat tinggi dalam menjalani tugasnya.

Namun di tengah kesibukannya yang super padat tersebut, dirinya tidak pernah lupa akan tugasnya sebagai seorang ibu dari Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudidan, serta istri dari Tonny Sumartono.

Sebagaimana dikisahkan oleh supir pribadi Sri Mulyani, Gustaf Ari Wahyu, dirinya kagum dengan sosok Menteri Keuangan tersebut terhadap keluarganya.

“Sepejabat-pejabatnya dia, Ibu masih sempat menyiapkan makanan sendiri buat keluarga,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Jumat (7/5/2010) sore.

Meskipun sibuk, dirinya tidak pernah lalai memperhatikan perkembangan tiga buah hatinya. Menurut Gustaf, Ibu Ani, sapaan akrabnya, sempat khawatir dengan nilai ulangan harian bahasa Indonesia putranya Adwin Haryo Indrawan menjelang Ujian Nasional (UN).

“Ibu sempat khawatir ulangan bahasa Indonesia anaknya kok jelek terus? Tapi pas UN justru nilainya bagus,” ungkapnya.

Dalam berkomunikasi sehari-hari dengan anak-anaknya, Bu Ani lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. Namun sebagai keturunan Jawa, calon managing director Bank Dunia ini juga fasih berbahasa Jawa.

“Pernah Ibu nanya ke saya pakai bahasa Jawa. Karena saya orang Jawa, ya saya jawab juga dengan bahasa Jawa. Tapi kalau sama anak-anak seringnya pakai bahasa Inggris,” jelasnya.

Memiliki supir pribadi juga tidak menyurutkan hobinya untuk menyetir mobil sendiri. Gustaf menceritakan, sewaktu salah satu anak Sri Mulyani ingin belajar mengendari mobil, tiba-tiba Bu Ani ingin mengendarai kembali kendaraan roda empat itu. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung mengendarai mobil dinas suaminya dan melaju mengitari kediaman di Widya Chandra hingga Bundaran HI bersama keluarganya. Sementara itu, Gustaf yang mengikutinya dengan mobil dinas kementerian B 1189 RFS, mengaku malah sempat tertinggal.

“Ibu pernah nyopir sekali. Ternyata nyopirnya jago. Waktu itu putar kediaman di Widya Chandra terus ke HI, kemudian balik lagi. Kita ikuti dengan mobil RFS ya sempat ketinggalan juga,” kisahnya.

Sebagai orang yang kerap mengantar Menkeu, dia pun menceritakan bahwa Ibu Ani memiliki trauma dengan mobil berkecepatan tinggi karena sempat mengalami kecelakaan saat masih bertugas di Bappenas. Sehingga dia kerap mewanti-wanti supirnya untuk menjaga kecepatan pada level yang aman sekira 70-80km/jam untuk dalam kota dan sekira 120km/jam untuk luar kota. Meskipun demikian, dia berkisah bahwa pernah menyetir dengan kecepatan mencapai 170km/jam dalam keadaan mendesak.

“Pernah juga 170km/jam, seperti waktu di DPR itu, kan dari sana pukul 21.00 WIB lewat. Padahal, harus mengejar pesawat pukul 21.30 WIB untuk terbang ke Bali,” terangnya.

Selama di dalam mobil, biasanya Bu Ani menghabiskan waktunya sambil membaca koleksi bukunya yang tersedia di dalam mobil, sambil mendengarkan musik jazz. Terkadang dia pun menyempatkan untuk menelpon keluarganya sekedar untuk menanyakan kabar mereka.

“Biasanya Ibu baca atau telepon keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, di balik tampilannya yang elegan di berbagai kesempatan, Gustaf menyatakan bahwa Ibu Ani sebenarnya tidak punya seorang stylish khusus hanya terkadang saja memanggil salon langganannya. Untuk busana pun dia justru mempercayakannya kepada sang kakak ipar, ketimbang desainer terkenal.

“Bajunya kebanyakan dari kakak iparnya,” tuturnya.

Dengan begitu banyak kenangan bersama wanita hebat tersebut membuat Gustaf agak berat melepaskan kepergian sang atasan ke Washington.

“Kalau bisa, Ibu jangan pindah deh,” harapnya.

sumber : klik disini

Penerimaan CPNS Kementerian Keuangan Tahun 2010


sumber : http://ppcpns.depkeu.go.id/

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PENGUMUMAN

NOMOR : PENG-01/PANPEN/V/2010

TENTANG

PENYARINGAN/PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

TINGKAT SARJANA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

TAHUN ANGGARAN 2010

Dalam rangka mengisi formasi pegawai Kementerian Keuangan R.I. Tahun Anggaran 2010, Kementerian Keuangan memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang berijazah Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) untuk diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian Keuangan R.I. yaitu :

I.     UNIT ESELON I YANG MEMBUTUHKAN TENAGA SARJANA/PASCA SARJANA

1.  Sekretariat Jenderal;

2.  Direktorat Jenderal Anggaran;

3.  Direktorat Jenderal Pajak;

4.  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;

5.  Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

6.  Direktorat Jenderal Kekayaan Negara;

7.   Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

8.   Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang;

9.   Inspektorat Jenderal;

10. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan;

11. Badan Kebijakan Fiskal;

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

II.    KUALIFIKASI PENDIDIKAN

KODE TINGKAT

PENDIDIKAN

KODE

PROGRAM STUDI

PROGRAM STUDI
01 Sarjana (S1) 01 Manajemen
02 Manajemen (SDM)
03 Manajemen (Keuangan)
04 Manajemen (Keuangan, Bersertifikat CFA)
05 Manajemen Informatika
06 Manajemen Hutan
07 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
08 Akuntansi
09 Komputerisasi Akuntansi
10 Akuntansi (memiliki register negara untuk akuntan)
11 Teknik Pertambangan
12 Teknik Kimia
13 Teknik Sipil
14 Teknik Mesin
15 Teknik Elektro
16 Teknik Industri
17 Teknik Komputer
18 Teknik Informatika
19 Sistem Informasi
20 Teknologi Pendidikan
21 Matematika
22 Statistika
23 Arsitektur
24 Desain Komunikasi Visual
25 Psikologi
26 Ilmu Hukum
27 Ilmu Hukum (Bisnis)
28 Ilmu Hukum (Administrasi Negara)
29 Ilmu Hukum (Perdata)
30 Ilmu Hukum (Internasional)
31 Ilmu Hukum (Ekonomi)
32 Ilmu Administrasi Negara
33 Ilmu Administrasi Niaga
KODE TINGKAT

PENDIDIKAN

KODE PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI
01 Sarjana (S1) 34 Ilmu Komunikasi (Kehumasan)
35 Ilmu Komunikasi (Jurnalistik)
36 Ilmu Perpustakaan
37 Ilmu Sejarah
38 Pendidikan Akuntansi
39 Pendidikan Bahasa Inggris
40 Pendidikan Matematika
41 Pendidikan Bahasa Indonesia
42 Sastra Inggris
43 Sastra Cina
44 Sastra Jepang
45 Sastra Arab
46 Sastra Indonesia
02 Pasca Sarjana 47 Psikologi (Profesi)
(S2) 48 Manajemen (SDM)
49 Manajemen (Keuangan)
50 Manajemen (Strategis)
51 Manajemen (Pemasaran)
52 Teknik Informatika
53 Akuntansi
54 Ilmu Hukum
55 Aktuaria

III.   SYARAT DAN TATA CARA PENDAFTARAN

A. Persyaratan Umum

1.    Warga Negara Indonesia;

2.    Berusia minimal 18 tahun, per tanggal 10 Mei 2010;

3.    Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;

4.    Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

5.    Tidak berkedudukan sebagai PNS atau CPNS;

6.    Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang diperlukan;

7.    Berkelakuan baik;

8.    Sehat Jasmani dan Rohani;

9.    Bersedia bekerja pada instansi-instansi dalam lingkungan Kementerian Keuangan, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. Persyaratan Khusus

1.    Mempunyai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,00 dalam skala 4 atau 3,75 dalam skala 5 bagi lulusan Sarjana (S1) dan 3,25 dalam skala 4 atau 4,06 dalam skala 5 bagi lulusan Pasca Sarjana (S2);

2.    Umur pada tanggal 10 Mei 2010, tidak lebih dari 27 tahun bagi pelamar lulusan S1 (tanggal lahir 10 Mei 1983 dan setelahnya), dan 30tahun bagi pelamar lulusan S1 Akuntansi yang memiliki register negara untuk Akuntan dan lulusan S2 (batas tanggal lahir 10 Mei 1980 dan setelahnya);

C. Tata Cara Pendaftaran

1. Pendaftaran dilaksanakan secara on-line melalui website http://ppcpns.depkeu.go.id mulai tanggal 10 Mei 2010 sampai dengan tanggal 16 Mei 2010;

2.   Pelamar yang telah melakukan pendaftaran secara on-line dapat mengunduh (download) Formulir Pendaftaran On-line, Surat Pernyataan, dan Tanda Bukti Pendaftaran;

3.   Pelamar wajib:

3.1.    Setelah mengisi Formulir Pendaftaran, membubuhi pas photo berwarna terbaru ukuran 3×4 cm pada Berkas Formulir Pendaftaran On-line, membubuhi materai Rp6.000,00  dan menandatanganinya;

3.2.    Membubuhi materai Rp6.000,00  dan menandatangani Surat Pernyataan;

3.3.    Membubuhi pas photo berwarna terbaru ukuran 3×4 cm (sama dengan foto yang tertempel di Berkas Formulir Pendaftaran) padaBerkas Tanda Bukti Pendaftaran dan menandatanganinya.

4.    Pelamar wajib mengirimkan Berkas Formulir Pendaftaran dengan stofmap berwarna :

a.    Merah untuk Sarjana (S1);

b.    Kuning untuk Sarjana (S2) dan S1 Akuntansi (memiliki register negara untuk Akuntan).

beserta lampirannya dengan urutan dari atas sebagai berikut:

4.1.    Fotokopi KTP yang masih berlaku;

4.2.    Fotokopi Ijazah yang dilegalisasi (cap dan tanda tangan asli) oleh pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan/Direktur Program/Pembantu Dekan Bidang Akademik bagi Universitas/Institut, atau Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik bagi Sekolah Tinggi, atau Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri) sebanyak 1 lembar (Tanda Lulus Sementara/Surat Keterangan Lulus Tidak Berlaku);

4.3.    Fotokopi Transkrip Nilai yang dilegalisasi (cap dan tanda tangan asli) oleh pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan/Direktur Program/Pembantu Dekan Bidang Akademik bagi Universitas/Institut, atau Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik bagi Sekolah Tinggi, atau Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri) sebanyak 1 lembar;

4.4.    Fotokopi Sertifikat Register Negara untuk Akuntan bagi yang mendaftar untuk program studi S1 Akuntansi (memiliki register negara untuk Akuntan) sebanyak      1 lembar;

4.5.    Fotokopi Sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA) bagi yang mendaftar untuk program studi S1 Manajemen (Keuangan, bersertifikat CFA) sebanyak 1 lembar;

4.6.    Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang minimal dikeluarkan oleh Kepolisian Sektor setempat sebanyak 1 lembaryang masih berlaku;

4.7.    Surat Keterangan Berbadan Sehat (asli) yang dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah yang masih berlaku;

4.8.    Surat Pernyataan yang telah diunduh, dibubuhi meterai Rp.6000,00 dan ditandatangani.

Berkas Formulir Pendaftaran ditempel di cover stofmap tersebut.

5.    Stopmap yang berisi lamaran dimasukkan dalam amplop coklat ukuran folio dan dikirim melalui Kantor Pos kepada:

Ketua Panitia Pusat Penyaringan/Penerimaan

Calon Pegawai Negeri Sipil Tingkat Sarjana di Lingkungan Kementerian Keuangan

Tahun Anggaran 2010

melalui P.O. BOX 1001 Jakarta 10000. Berkas lamaran paling lambat diterima Panitia Pusat paling lambat 29 Mei 2010 (Cap Pos). Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar;

6.    Pada pojok kiri atas amplop dituliskan tempat Lokasi Tes/Ujian dan kode Kualifikasi sesuai yang tercantum dalam Formulir PendaftaranOn-line. Lokasi Tes/Ujian yang sudah dipilih tidak diperkenankan diganti selama peserta mengikuti tahapan tes

Contoh     :    Jakarta / 21  (Lokasi Ujian / Program Studi Matematika)

7.    Pelamar dapat melihat pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada tanggal 16 Juni 2010 melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id atau http://ppcpns.depkeu.go.id;

8.    Informasi lebih lanjut mengenai Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini dapat dilihat melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id atau http://ppcpns.depkeu.go.id.

IV.   LAIN-LAIN

Dalam proses pendaftaran, Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2010 berlaku ketentuan sebagai berikut :

1.  Dalam rangka Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini Panitia Pusat Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2010 tidak mengadakan bimbingan tes atau persiapan pendahuluan, tidak mengadakan surat-menyurat dan tidak memungut biaya apapun selama proses seleksi/tes.

2.  Biaya transportasi dan akomodasi selama mengikuti tahapan tes/ujian ditanggung oleh pelamar.

3.  Setiap Pelamar dapat melihat Pengumuman hasil setiap tahapan tes/ujian secara on-line melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id. dan Papan Pengumuman di Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan di daerah sesuai dengan lokasi tes (TIDAK DIUMUMKAN DI SURAT KABAR).

4.  Bagi mereka yang pernah mengajukan lamaran untuk bekerja di lingkungan/unit Kementerian Keuangan yang sampai pengumuman ini belum mendapat balasan, sepanjang memenuhi syarat dalam pengumuman ini, wajib mengajukan lamaran kembali sesuai prosedur yang berlaku (lamaran yang pernah dikirim ke Kementerian Keuangan dianggap tidak berlaku).

5.  Unit pilihan hanya merupakan bahan pertimbangan panitia untuk penempatan peserta yang dinyatakan lulus/memenuhi syarat. Dalam hal kebutuhan unit eselon I yang dipilih telah terpenuhi, maka peserta yang dinyatakan lulus/memenuhi syarat harus bersedia ditempatkan pada unit eselon I lainnya sebagaimana tersebut pada angka romawi I.

6.  Keputusan Panitia dalam hal kelulusan pendaftar/pelamar pada setiap tahap tes bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

7.  Kelulusan pelamar pada setiap tahapan tes ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi pelamar. Apabila ada pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan dengan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan. Panitia tidak bertanggung jawab atas perbuatan pihak/oknum tersebut.

8.   Apabila pelamar memberikan keterangan/data yang tidak benar, dan di kemudian hari diketahui, baik pada setiap tahapan tes/ujian, maupun setelah diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, Kementerian Keuangan berhak membatalkan kelulusan tersebut dan/atau memberhentikan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, menuntut ganti rugi atas kerugian negara yang terjadi akibat keterangan yang tidak benar tersebut, dan melaporkan sebagai tindak pidana ke Pengadilan Negeri, karena telah memberikan keterangan palsu.

Jakarta, 8 Mei 2010

Sekretaris Jenderal

ttd

Mulia P. Nasution

NIP. 195108271976031001

Maaf, Waktu Anda Habis


Injury TimePASTI banyak di antara pembaca pernah mengalami kejadian ini. Dalam suatu pertemuan, entah rapat atau seminar, kita diberi kesempatan untuk berbicara menyampaikan gagasan dalam waktu singkat, katakanlah sepuluh atau lima belas menit.

Sering kita jumpai orang berbicara tidak langsung pada inti persoalan, namun lebih banyak pendahuluan, basa-basi ataupun bercanda, sehingga pimpinan sidang terpaksa mengingatkan dan memotong, ”Maaf, waktu Anda habis.” Ketika dipotong orang pun ngedumel dan menyesal. Banyak gagasan penting yang belum disampaikan, tetapi waktu habis. Ada juga penyesalan, mengapa ketika berbicara isinya tidak sesuai yang diinginkan dan dipersiapkan.

Rasanya ingin berbicara lagi lebih baik, tetapi jatah waktu sudah habis. Demikianlah, saya berulang kali mengalami peristiwa semacam itu. Tiba-tiba suatu saat pikiran terentak dan terhenyak. Bukankah drama hidup mirip sekali dengan acara seminar itu? Banyak sekali keinginan untuk berbuat kebaikan selama hidup ini, tetapi kita terkecoh untuk melakukan hal-hal yang tidak penting dan tidak bermakna.

Kita hidup berleha-leha, hanya mengejar kesenangan, namun belum tentu berujung pada garis kebajikan. Tak disadari beragam penyakit mendekat, menjerat, dan tiba-tiba malaikat Izrail datang dan melakukan interupsi: maaf jatah umur Anda habis! Ketika sang moderator seminar kehidupan mengingatkan waktu kita tinggal sedikit, baru tersadar dan menyesal, mengapa jatah umur yang kita miliki tidak digunakan sebaik-baiknya.

Begitu banyak daftar keinginan yang belum tercapai semata karena kita semua lengah dalam memanfaatkan jatah waktu. Akal dan nurani masing-masing bisa menimbang dan menilai dengan jernih dan objektif, bahwa apa yang telah dilakukan selama ini ternyata bobotnya rendah. Banyak memakan biaya, waktu dan tenaga, tetapi nilai gunanya untuk memenuhi kebutuhan dunia dan bekal akhirat ternyata bobotnya kecil.

Karena itu, siapa pun yang mulai memasuki hari tua, ditambah lagi kesehatan memburuk, yang ada hanyalah penyesalan dan sederet daftar keinginan yang tidak mungkin terwujud karena jatah waktu telah habis. Orang pun lalu berandai-andai, ”Kalau saja waktu bisa diputar balik dan kita memulai lagi menapaki masa muda, maka aku pasti tidak akan menyianyiakan jatah umurku.” Sesungguhnya peristiwa penyesalan dan pembelajaran hidup itu terjadi tidak mesti menunggu hari tua atau datangnya malaikat Izrail.

Hampir setiap hari kita cenderung melakukan kesalahan serupa secara berulang-ulang. Coba saja dihitung dan dicermati aktivitas kita sehari-hari. Semua orang memiliki jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari-semalam. Ambil kertas dan pensil lalu dihitung sendiri, dari jatah waktu itu berapa jam untuk kerja produktif dan bermanfaat bagi diri dan orang lain? Berapa ratus dan ribu kata yang keluar dari lisan kita, dan dari jumlah itu berapa persen yang bernilai, yang merusak dan yang sia-sia belaka?

Setiap hari kita mengeluarkan energi,menggerakkan tangan, kaki, lisan, mata, berpikir dan mengaktifkan organ tubuh lain, tetapi kita jarang sekali, bahkan tidak pernah membuat kalkulasi dan pengendalian diri agar semua aktivitas kita produktif dan bermakna. Padahal, bukankah perbuatan baik dan buruk itu sama-sama mengeluarkan daya dan upaya? Bukankah berpikir positif atau negatif itu sama-sama mengeluarkan energi? Bukankah berbicara baik atau buruk itu sama-sama menggerakkan mulut dan bibir?

Lalu, mengapa kita tidak memilih yang baik dan positif saja? Jadi, setiap hari banyak sekali peringatan dan pelajaran hidup, baik yang terjadi pada diri kita sendiri maupun orang lain. Jangan sampai ketika tanda waktu habis kita kaget, menyesal, dan mengutuk diri sendiri. Mari kita belajar disiplin dan mendisiplinkan diri sendiri untuk hidup produktif konstruktif.

Jangan sia-siakan umur hanya untuk sibuk menyalahkan orang lain serta berkeluh kesah. Coba introspeksi, buku apa yang dibaca, acara televisi apa yang paling banyak ditonton, tema dan materi apa yang paling banyak diobrolkan, perilaku apa yang paling sering dilakukan? (*)

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah

sumber : klik disini

Menkeu Lantik Eselon II DJKN


Eselon II DJKN
Pelantikan Eselon II DJKN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Melantik  sejumlah Pejabat Eselon II di lingkungan DJKN di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan Jakarta, pada Kamis (06/05). Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 193/KMK.01/UP.11/2010 tentang Mutasi Para Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

Pejabat Eselon II yang dilantik berjumlah empat belas orang. Sebagian dari mereka dimutasi dan sebagian lagi promosi. ”Seperti yang kita ketahui, di dalam reformasi birokrasi yang menyangkut perubahan struktur, prosedur kerja, mindset dan kemudian berhubungan dengan
kinerja merupakan suatu program yang luar biasa penting dan telah menjadi bagian dari kehidupan kita di Departemen Keuangan,” papar Menkeu dalam sambutannya. ”Reformasi bukanlah program Menteri Keuangan, namun merupakan program dari seluruh institusi,” ungkap Menkeu. ”Dan ia hanya bisa terus berjalan apabila seluruh institusi itu memiliki komitmen yang sama,” tuturnya.

Adapun pejabat yang dilantik adalah :

Nama : Sebagai :
1. Dr. Lalu Hendry Yujana, S.E., Ak., M.M Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan

Negara

2. Drs. Susiadi, CES. Direktur Kekayaan Negara Lain-Lain
3. Soepomo, S.H., L.L.M. Direktur Piutang Negara
4. Suryanto, S.E. Direktur Lelang
5. Agus Rijanto Sedjati, S.Sos., M.M. Direktur Hukum dan Informasi
6. Dr. Purnama T. Sianturi, S.H., M.Hum. Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
7. Dr. Bambang Santoso Marsoem, M.A. Tenaga Pengkaji Optimalisasi Kekayaan Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
8. Teguh Wiyono, S.H., M.B.A. Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan Sekretariat Direktorat Jenderal

Kekayaan Negara

9. Drs. Thaufik, M.M. Pj. Kepala Kantor Wilayah I DJKN Banda Aceh
10. Mustafa Husien, S.H., M.M. Kepala Kantor Wilayah III DJKN Pekanbaru
11. Teguh Sugirijoto, S.H. Kepala Kantor Wilayah IV DJKN Palembang
12. Drs. A. Tahrir Hasbullah, M.Si. Kepala Kantor Wilayah VII DJKN Jakarta
13. Dra. Aminah Kepala Kantor Wilayah VIII DJKN Bandung
14. Drs. Sunaryo, M.M. Kepala Kantor Wilayah IX DJKN Semarang

Amanah Ibu Sri Mulyani ke Pegawai Kementerian Keuangan


Ibu SMIBanyaknya pihak yang menyoroti program rumenerasi di Kementerian Keuangan perlu dihapuskan karena tidak mengubah perilaku korup di institusi tersebut, membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak rela jika reformasi birokrasi yang diusungnya mesti dihapuskan karena kelakuan sejumlah oknumnya.

Bahkan dirinya mempersilakan kepada pegawai Kemenkeu yang merasa tidak cukup dengan penghasilannya sebagai PNS Kemenkeu, maka dirinya mempersilakan untuk keluar dari Kemenkeu daripada menjadi “Gayus” yang justru merusak institusi yang telah dipimpinnya selama lima tahun tersebut.

“Jangan sampai ada alasan apapun, saya juga tidak rela karena remunerasi sudah cukup. Kalau merasa tidak cukup ya keluar saja. Jadi wiraswasta boleh, asal jangan jadi Gayus saja. Kalau begitu, silakan keluar saja, kita menghukum ramai-ramai. Karena Anda sudah hancurkan, menghina reputasi Kementerian Keuangan,” ujarnya saat membuka Kanwil Perbendaharaan Kemenkeu di Jalan Otista, Jakarta, Kamis (6/5/2010).

Sri Mulyani yang tinggal dalam hitungan hari menjabat sebagai Menteri Keuangan menitipkan agenda reformasi birokrasi yang diusungnya sejak 2007 lalu.

Dia berharap bahwa kasus-kasus yang dilakukan oleh oknum Kementerian Keuangan tersebut tidaklah membuat seluruh institusi Kemenkeu merasa terhakimi dan dikriminalisasi.

Dia pun meminta kepada seluruh pegawai Kemenkeu untuk tidak perlu merasa khawatir jika telah melakukan tugasnya dan tidak melanggar undang-undang.

“Saya tidak mau Kementerian Keuangan merasa jadi terdakwa, karena Anda jalankan tugas negara sesuai UU. Seluruh jajaran Kemenkeu, tidak seharusnya merasa khawatir kalau misalnya nanti saya dikriminalkan,” jelasnya.

Sri Mulyani yang akan menjabat menjadi Managing Director Bank Dunia mulai 1 Juni mendatang mengaku tetap bangga jika Indonesia dianggap sebagai salah satu conton reformasi birokrasi yang berhasil. Track record yang telah berhasil dilakukannya selama ini akan menjadi bekal dalam melakukan tugas barunya di tempat yang baru.

“Jadi dalam kesempatan ini betul-betul mohon bantuan, jalankan terus apa yang sudah kita jalankan dengan baik, tampilkan yang baik, bantu saya menjadi bahan cerita yang baik tentang Indonesia. Track record kita lakukan reformasi akan menjadi modal utama saya. Tunjukkan pada negara berkembang, bahwa reformasi bukan kasus di teks book, itu realitas dan terjadi di negara kita ini Indonesia,” tutupnya.

Staf Kemenkeu Bangga dengan Ibu Sri Mulyani


Ibu SMITerpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi Managing Director World Bank menyimpan rasa bangga bagi staf Kementerian Keuangan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Hekinus Manao menyatakan, penunjukkan tersebut merupakan bukti dari segala kemampuan dan kapasitasnya yang diakui dunia internasional.

“Kita bangga bahwa beliau terbukti dari segala kemampuan dan kapasitas kemampuan politik beliau,” ujarnya kepada wartawan, di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Terlepas dari rasa bangga tersebut, dirinya pun mengaku merasa kehilangan dengan sosok kepemimpinan Sri Mulyani selama sekira lima tahun. Di matanya, cara kepemimpinan Sri Mulyani di Kementerian Keuangan terbilang unik namun mampu menciptakan reformasi birokrasi di tubuh Kemenkeu. “Kepemimpinannya rasional tapi penuh hati,” tuturnya.

Dirinya pun mengaku, secara resmi Menteri Keuangan telah memberitahukan penunjukkan dirinya tersebut kepada seluruh eselon I Kemenkeu sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi dikantor balai pendidikan keuangan di Jalan Purnawarman.

“(Pemberitahuan) dari beliau yang resmi pagi-pagi tadi sekira jam 07.00. Kita (esselon I) kumpul pagi-pagi dikantor di balai pendidikan keuangan Purnawarman, saat ini tinggal menunggu anouncement dari RI 1,” tandasnya.

*) SEMOGA IBU SMI DIBERIKAN KESUKSESAN DALAM MENGEMBAN AMANAH YANG LEBIH BERAT DAN MEMBERIKAN RASA BANGGA BAGI BANGSA INDONESIA. AMIN….

semoga sukses ya bu...

sumber : klik disini

DPR: Penghentian Remunerasi Pegawai Pajak Final


Panitia Kerja Perpajakan DPR menyatakan penghentian remunerasi untuk pegawai pajak sudah final. “Sudah diputuskan, remunerasi untuk pegawai pajak harus dihentikan. Keputusan ini sudah final, meskipun kami sampai sekarang masih bekerja,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Kosasih, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/5).

Ia menilai, remunerasi itu tidak pantas diberikan kepada pejabat atau pegawai perpajakan, menyusul semakin banyaknya kasus-kasus mafia perpajakan yang melibatkan pejabat dan pegawai pajak. “Remunerasi itu diberikan sebagai reward (penghargaan) atas profesionalisme. Tapi ternyata kasus korupsi dan mafia pajak masih marak terjadi,” katanya.

Achsanul menganggap, percuma remunerasi diberikan, akan tetapi mental dan perilaku pejabat dan pegawai pajak bobrok, sehingga korupsi dan kejahatan perpajakan terus terjadi. “Panja ini nanti bisa memberikan rekomendasi terhadap Menteri Keuangan, termasuk sanksi dan teguran. Panja ini forum tertinggi di Komisi XI,” ucap anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

sumber : http://www.djkn.depkeu.go.id