Ayam & Telur, Manakah Yang Lebih Dahulu Lahir?


Ayam Atau TelurLONDON – Mungkin Anda pernah menemukan sebuah pertanyaan berbau anekdot mengenai manakah yang lebih dahulu lahir, ayam atau telur? Peneliti asal Inggris telah menjelaskan bahwa perlu dilihat dari sisi evolusi hewan tersebut.

Dilansir Science20, Senin (8/4/2013), bila ada anggapan ayam bisa muncul begitu saja tanpa bentuk metamorfosis sebelumnya, yakni telur, maka anggapan tersebut menolak premis bahwa ayam lahir sebagai unggas dewasa sepenuhnya tanpa keberadaan sebelumnya. Sehingga, satu-satunya unsur untuk memecahkan perdebatan ini ialah memeriksa telur.

Perdebatan mana yang lebih dahulu lahir antara ayam atau telur lahir dari premis cacat bahwa spesies apapun adalah mutlak. Penting untuk diingat bahwa spesies merupakan sebutan yang didasarkan pada bagaimana manusia memilih untuk mengklasifikasikan hewan tertentu.

Jika manusia memeriksa rangkaian jalur evolusi ayam, maka akan ditemukan pengamatan mengenai nenek moyang dan meneliti variasi tahapan evolusi yang terjadi. Fokus harus ditempatkan pada penelitian hewan pra-ayam.

Setiap hewan merupakan kelanjutan dari pendahulunya. Jika ada perubahan atau evolusi membentuk spesies baru, maka peneliti bisa mempertimbangkan untuk menentukan bahwa terdapat spesies hewan baru yang berbeda.

Penetapan spesies berhubungan dengan evolusi hewan dari tingkat divergensinya. Sehingga, peneliti bisa mengatakan bahwa telur selalu datang pertama, meskipun melalui jalur leluhur yang panjang.

Seorang filsuf, ahli genetika dan Philosopher of Science, David Papineau di King’s College London mengatakan, apakah telur ayam didahului ayam bergantung pada sifat telur ayam. “Saya berpendapat itu adalah telur ayam jika terdapat ayam di dalamnya,” ungkap David.

Ia menjelaskan, bila kanguru meletakkan telur dari telur burung unta, maka itu pasti adalah telur burung unta, bukan telur kanguru. “Dengan alasan ini, ayam pertama memang berasal dari telur ayam, meskipun telur tersebut tidak berasal dari ayam,” jelasnya.

sumber : klik disini

Iklan

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: