Ajaib…! Lantai & Tiang Masjid Bergeser Sendiri


TASIKMALAYA – Ajaib! Sebuah peristiwa aneh terjadi di sebuah masjid di Kota Tasikmalaya. Dimana, lantai dan empat tiang masjid bergeser sendiri sekira 45 derajat.

Peristiwa ini terjadi di Masjid Al Falah yang terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga baru mengetahui keanehan ini pada Rabu petang kemarin.

“Kami heran, lantai dan empat tiang bergeser sendiri. Anehnya, tidak ada sedikit pun keretakan,” ujar Ketua DKM Masjid Al Falah, Rofiq, Kamis (23/9/2010).

Menurutnya, beberapa waktu silam arah kiblat di masjid ini sempat diubah beberapa derajat. Namun, entah mengapa kejadian kemarin telah mengarahkan ke arah kiblat yang lama. “Hanya arah lantai yang bergerak, tapi bangunannya tidak,” tukas Rofiq seakan tak percaya.

Sejadah yang digelar pun menjadi melenceng akibat geseran tersebut. Hingga kini, warga masih ramai mendatangi masjid tersebut sambil saling berbicang soal keanehan ini. “Subhanallah… inilah sebuah kebesaran Tuhan,” ujar seorang warga.

sumber : klik disini

Merancang Musala di Rumah


Musholla di Rumah

MEMILIKI ruang khusus sebagai tempat ibadah di sekitar rumah memang kerap dilakukan banyak orang. Misalnya, musala yang bertujuan meningkatkan keimanan si pemilik rumah beserta anggota keluarga.

Menurut arsitek Probo Hindarto, sebelum membangun musala, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan ukuran atau dimensi dari ruangan tersebut. Hal tersebut penting karena si pemilik rumah perlu mempertimbangkan letak pintu, arah kiblat, serta ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman.

Letak dari musala bisa berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain.

“Biasanya untuk letak yang cocok disesuaikan dengan keinginan penghuni,” tambahnya.

Selanjutnya, musala bisa diletakkan dekat dengan area ruang bersama. “Beberapa klien saya memilih seperti itu supaya saat waktu salat, aktivitas lain seperti melihat TV bisa dihentikan sebentar untuk salat bersama,” kata Probo.

Alasan lain, agar jauh dari aktivitas yang bisa mengganggu salat. Maka itu, sebaiknya pilih letak yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sementara untuk ukurannya, kata Probo, minimal untuk dimensi orang salat per orangnya kira-kira 60×100 cm.

Jadi, dari ukuran dimensi manusia ini bisa dilihat seberapa banyak anggota keluarga yang bisa salat berjamaah. Adakalanya jumlah yang bisa salat menyesuaikan tempat, namun musala baru bisa dirancang menurut kebutuhan berapa orang yang bisa salat.

Lantas bagaimana dengan ketinggian plafonnya, Probo, pengasuh website astudioarchitect.com mengatakan, ketinggian plafon bisa sama atau berbeda dengan ruang-ruang yang ada di dalam rumah. Malah, terkadang bergantung pada kondisi yang ada. Semisal,bagi ruang yang lahannya minim, bisa saja menggunakan plafon yang tinggi.

Agar mendapatkan kesan lebih luas dan lapang. Kasus lain, ada juga penghuni yang menginginkan plafon dirancang rendah supaya menambah kesan keintiman setiap orang yang ada di dalam ruangan.

Sementara untuk penutup lantainya, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan saat salat. Seperti lantai kayu, parket, atau keramik bisa digunakan.

“Sebaiknya menggunakan perbedaan jenis penutup lantai dengan lantai lainnya dan diangkat sedikit dari lantai lainnya,” imbuh Probo.

Begitu pun saat memilih pencahayaan yang tepat untuk musala. Pencahayaan bisa dibuat dramatis. Misalnya, dengan menggunakan lampu sorot atau spotlight. Namun, banyak juga yang memilih menggunakan lampu general atau umum mengingat untuk salat kita tidak perlu pencahayaan yang macam-macam.

Perihal warna, Probo menyarankan, lebih baik menggunakan warna-warna netral atau warna yang memiliki asosiasi dengan warna islami, seperti warna hijau yang lembut agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah.

Selanjutnya, perhatikan juga letak tempat wudu. Menurut Probo, tempat wudu sebisa mungkin berdekatan dengan musala agar tidak mengganggu ruang lainnya. Biasanya, setelah wudu kulit menjadi basah atau si pengguna memakai sandal basah sehingga air bisa terciprat atau membasahi lantai di ruang lain.

“Tempat wudu bisa diberi bagian bawahnya dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi-kisi besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang,” saran Probo.

sumber : klik disini

Rektor UI: RI Butuh Orang Hebat di Dunia Komputer


Radiasi Komputer

DEPOK – Saat ini minat siswa untuk mengambil jurusan di Fakultas Ilmu Komputer  (Fasilkom) di Universitas Indonesia (UI) masih minim. Padahal, ilmu tersebut merupakan gudangnya ilmu masa depan.

Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri, saat ini jumlah mahasiswa yang masuk di Fasilkom UI hanya 300 mahasiswa per tahun. Jumlah ini jauh berbeda dengan di Singapura yang peminatnya mencapai 500 mahasiswa per tahun.

“Mahasiswa yang masuk ke Fasilkom UI itu terlalu kecil. Indonesia ini besar dan memerlukan orang hebat di dunia komputer. Singapura saja minimal 500 mahasiswa, kita jangan mau kalah,” tegasnya, dalam sambutan pemancangan tiang Gedung Fasilkom, di Kampus UI Depok, Senin 20 September kemarin.

Guna mendukung hal tersebut, Gumilar bertekad akan menambah sejumlah fasilitas terbaik dan memadai. Pasalnya, Ilmu Komputer menurutnya ilmu masa depan yang harus terus disokong.

sumber : klik disini

Waspada Penyakit Pasca-Lebaran


Silaturrahmi

Harus diakui rangkaian kegiatan di hari Lebaran, mulai dari mudik, bersilaturahim, hingga menyiapkan sajian untuk tamu, merupakan kegiatan yang bisa menguras energi. Ditambah lagi dengan konsumsi makanan yang berlebihan yang sesungguhnya merupakan musuh kesehatan, tak sedikit orang yang “tumbang” pasca-Lebaran.

Menurut dr Ari F Syam, SpPD, ahli penyakit dalam dari FKUI-RSCM, minggu-minggu pertama pasca-Lebaran biasanya rumah sakit dan puskesmas akan ramai oleh masyarakat yang mengalami berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan atas, gangguan perut, hingga penyakit berat seperti stroke. “Pada dasarnya penyakit-penyakit pasca-Lebaran ini bisa dihindari,” katanya.

Penyakit seputar Lebaran, urai dr Ari, pada umumnya terjadi karena seseorang kelelahan. Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran memang sangat melelahkan, apalagi jika perjalanan jauh itu dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa.

“Pada keadaan kelelahan karena kurang tidur, apalagi jika seseorang tersebut masih melakukan ibadah puasa selama perjalanan, hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuhnya sehingga seseorang mudah sakit,” kata dokter yang menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi PB.PAPDI ini.

Penyakit akibat kelelahan ini juga bisa dialami oleh orang-orang yang tidak mudik tetapi ditinggal mudik pengurus rumah tangganya. Ketiadaan PRT juga membuat banyak orang memilih membeli makanan di luar atau mengonsumsi makanan siap saji. Karena itulah, penyakit seputar gangguan perut, seperti sakit maag, tifus, atau diare kerap mendominasi ruang pemeriksaan dokter.

Agar tubuh tetap sehat setelah Lebaran, menjaga kebugaran tubuh perlu diperhatikan. Sepadat apa pun rencana kegiatan Anda, selalu cukupi kebutuhan tidur Anda agar stamina terus terjaga. Utamakan konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur, di sela hidangan yang bersantan atau daging. Di pagi hari sebelum beraktivitas, lakukan peregangan ringan. Bila perlu, konsumsi suplemen vitamin. Selamat ber-Lebaran.

sumber : klik disini

Selamat Idul Fitri 1431 H


Selamat Idul Fitri 1431 H

kau berikan
Tapi rembulan tak bisa kuhentikan
karenanya hanya tersisa harapan
kebaikan hatimu untuk memaafkan

Kata-kata marah
membuat hati gundah
Kata-kata indah
membuat hati merekah
Kata-kata kaumaafkan segala salah
membuat hari lebaran cerah

Berenang di samudera biru
sungguh menyenangkan
Namun berenang di samudera maafmu
jauh lebih menakjubkan

Simpatimu sungguh mengagumkan
Sopan santunmu indah menawan
Tutur katamu hangat menentramkan
Maaf yang kauberikan
membuat hari lebaran mengesankan

Sebutir kelapa
Segelas gula
Sesendok vanila
Kumasak jadi geplak
Kuhadiahkan di hari fitri
untuk sarapan pagi.
Sambil kuharap kau sudi
memberiku pengertian
dan pengorbanan
dengan melupakan
semua kesalahan masa silam

Pengertian
Pengorbanan
Mendengarkan
Memaafkan
Hanya itu yang bisa kutawarkan
di hari lebaran

Puasa melatih menahan keinginan
Tarawih melatih tabah lawan kelelahan
Tadarus melatih sabar lawan kemalasan
Ramadhan adalah hari pelatihan
Lebaran adalah saat kemenangan
Selamat merayakan hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan

Andai waktu mau berhenti sejenak
Kita bisa lebih lama nikmati ramadhan
Tapi waktu tak mau kompromi
Telah datang hari Idul Fitri
Doaku untuk keberhasilan kita melatih diri
Semoga puasa membuat hidup kita lebih berarti

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H / 2010 M

salam hormat,

M. Eko Agus Y.

owner https://ekolumajang.wordpress.com

Belajar Aplikasi SIMAK BMN


SIMAK BMN merupakan aplikasi bantu yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI untuk membantu pelaksanaan manajemen dan akuntansi dari Barang Milik Negara (BMN). SIMAK BMN digunakan oleh instansi pemerintah yang mendapatkan dana APBN serta memiliki BMN. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang SIMAK BMN, manual aplikasi SIMAK BMN dapat di download disini

Gugus Kendali Mutu dan Sosialisasi PP 53 Tahun 2010 di KPKNL Jember


Pada tgl. 24 s.d. 25 Agustus 2010, KPKNL Jember mengadakan kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Kegiatan GKM merupakan persiapan awal untuk menyongsong KPKNL TELADAN. GKM merupakan suatu pendekatan pengendalian mutu melalui penumbuhan partisipasi pegawai, peningkatan kualitas SDM dan kreatifitas pegawai. Masing-masing pegawai diminta untuk mempresentasikan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas sehari-hari.

Bapak Rahmat Effendi, Kepala KPKNL Jember menyampaikan bahwa Gugus Kendali Mutu (GKM) ini sebagai upaya dari pimpinan untuk mempersiapkan SDM di KPKNL Jember agar pada saat KPKNL Jember ditetapkan sebagai KPKNL TELADAN, semua pegawai dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang ditetapkan untuk KPKNL TELADAN. Pada GKM tersebut, Bapak Rahmat Effendi memberikan pre-test kepada masing-masing pegawai serta membahas kendala-kendala permasalahan yang dihadapi oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

Ruang Pertemuan KPKNL Jember

Selain kegiatan Gugus Kendali Mutu, juga dilaksanakan sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sosialisasi dilakukan oleh Kepala Subbag Umum KPKNL Jember, Anita Dhamajanti kepada seluruh pegawai KPKNL Jember. PP 53 Tahun 2010 tersebut merupakan perubahan dari PP 39 Tahun 1980 yang sudah dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan keadaan. Pada kesempatan tersebut, disampaikan mengenai kewajiban dan larangan bagi PNS, maupun sanksi yang dikenakan apabila ada pelanggaran terhadap kewajiban.

Perbedaan yang paling mencolok dari PP 53 Tahun 2010 dibanding dengan PP 39 Tahun 1980, diantaranya adalah mengenai hukuman disiplin untuk masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Pada PP sebelumnya, seorang PNS baru dikenai hukuman disiplin berat pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS apabila selama 3 bulan secara berturut-turut tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, sedangkan pada PP 53 Tahun 2010, seorang PNS sudah dapat dikenai hukuman disiplin berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS apabila selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih secara akumulatif dalam 1 (satu) tahun.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Rahmat Effendi juga kembali mengingatkan agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas, kemampuan, kinerja dan kreatifitas dalam melaksanakan fungsinya sebagai Pegawai Negeri Sipil.

download PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, klik disini

Penulis : M. Eko Agus Y., Pegawai KPKNL Jember

Ibu Anita, menyampaikan materi PP 53

Para Pegawai KPKNL Jember menyimak materi yang disampaikan