Meraih Lailatul Qodar


Aisyah RA berkata: sesungguhnya Rosulullah SAW apabila masuk 10 hari terakhir dari Bulan Ramadhan , ia mengencangkan kain dan menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (HR Sittah). Demikian disampaikan Ust. Samsuri Qodri, LC pada saat membuka pengajian ba’da dhuhur hari ini (30/08) di Lantai 5 Kantor Pusat Direktorat Jenderal kekayaan Negara (DJKN) Jl. Lapangan Banteng Timur Jakarta.

Ust Samsudin Qodri mengemukakan dua alasan kesungguhan Rosulullah pada 10 hari terakhir karena 10 hari terakhir merupakan akhir bulan yang penuh berkah   dan setiap amal perbuatan dilihat pada akhirnya sebagaimana doa yang dibaca Rosulullah SAW: ”Ya Allah jadikanlah sebaik hari-hariku adalah hari dimana aku menemuimu dan sebaik-baik umurku adalah yang terakhirnya dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”. Kedua, Lailatul Qodar yang penuh berkah terjadi pada 10 hari terakhir.

Sedangkan keutamaan Lailatul Qodar dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surat Al Qodr ayat 1-5: “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pala Lailatul Qodar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qodar itu? Lailatul Qodar lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Malaikat Jibril turun pada malam itu dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur tiap-tiap urusan. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.

Lebih Lanjut Ust Samsudin menyebutkan ada banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qodar diantaranya dari Al Bukhori yang artinya: ”Barang siapa berdiri (beribadat) pada Lailatul Qodar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR Bukhori). Mengenai waktu terjadinya Lailatul Qodar, Ia menjelaskan bahwa Lailatul Qodar terjadi pada bulan Ramadhan secara pasti karena malam itu adalah malam dimana Al Qur’an diturunkan sebagaimana disebutkan dalam Al qur’an surat Al Baqoroh ayat 185 yang artinya:”Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk itu serta membedakan antara yang haq dan batil”.

Hal ini diperkuat dengan sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa Lailatul Qodar terjadi pada 10 hari terakhir seperti diriwayatkan dari Aisyah RA yang berkata: Rosulullah selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan dan Nabi SAW bersabda: ”Carilah Lailatul Qodar pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan”. (HR Muttafaq alaih). Dalam riwayat lain, Nabi bersabda:”Carilah ia pada setiap malam ganjil”.(HR Muttafaq alaih).

Sedangkan amalan yang dilakukan pada saat Lailatul Qodar dijelaskan dengan hadits Nabi SAW yang berbunyi:”Barang siapa mendirikan sholat Isya berjamaah, seakan-akan ia telah berqiyamullail dan barang siapa mendirikan sholat subuh berjamaah, seakan-akan ia telah mendirikan sholat sepanjang malam seluruhnya”.(HR Ahmad dan Muslim). Terakhir, Ust Samsudin mengemukakan bahwa tanda-tanda Lailatul Qodar sebagaimana diriwayatkan dari Ubai ia berkata, Rosulullah SAW bersabda:”Pagi hari dari Lailatul qodar, matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi”. (HR Muslim). Selain itu diriwayatkan juga oleh Ibdu Abbas RA ia berkata, bersabda Rosulullah SAW:”Lailatul Qodar adalah malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit di pagi harinya lemah dan berwarna merah”.(HR Ath Thoyalisi, Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar, sanadnya hasan)

sumber : www.djkn.depkeu.go.id

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: