Sebaiknya Bayi Tidur Bersama Orangtua atau Sendiri?


Anda baru saja mendapatkan anugerah dari Sang Maha untuk memelihara dan mengasuh seorang anak. Akhirnya ia diperbolehkan oleh dokter untuk kembali ke rumah bersama Anda. Saking tak ingin lepas darinya, Anda pun membawa dia tidur bersama Anda di tempat tidur. Namun, apakah mengajak bayi tidur seranjang dengan Anda adalah tindakan terbaik atau sebaiknya si bayi tidur di kamar sendiri?

Menurut dr Suririnah, penulis Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, tidur seranjang dengan bayi atau memisahkan si bayi di kamarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika bayi dibiarkan tidur di kamar sendiri, maka orangtua bisa beristirahat tanpa terganggu. Menurut dr Suririnah, bayi mungkin sesekali akan terbangun jika ia berada di kamar tersendiri. Disarankan untuk menggunakan monitor suara bayi yang dihubungkan ke kamar Anda. Namun, perlu dicamkan bahwa tak ada yang bisa menggantikan pengawasan langsung dari orangtua dan jangan bergantung sepenuhnya pada alat monitor.

Orangtua yang memilih untuk mengajak bayinya tidur seranjang dengannya akan mendapatkan keuntungan bahwa Anda akan lebih mudah dan cepat memenuhi kebutuhan si bayi saat itu juga serta bisa memonitor si bayi secara langsung. Ditambahkan dr Suririnah, sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome) akibat bayi lupa bernapas lebih rendah pada bayi yang tidur seruangan dengan orangtuanya. Namun, saat orangtua memutuskan bayi tidur seranjang, ada kemungkinan saat orangtua tertidur sangat lelap, si bayi bisa tertimpa atau terjepit tanpa Anda sadari.

Disarankan, untuk bayi yang baru pulang ke rumah hingga beberapa minggu ke depan, letakkan dia di dalam ranjang tersendiri tetap dalam ruangan yang sama dengan orangtuanya. Menurut dr Suririnah, hal tersebut merupakan solusi teraman dan menyenangkan.

Yang mesti diperhatikan saat tidur seruangan dengan bayi, bersihkan kamar dari rokok, alkohol, atau obat-obatan. Rokok bisa mengakibatkan kematian bayi mendadak. Adapun obat yang menyebabkan kantuk dan alkohol bisa membuat orangtua lupa atau terlena bahwa bayi ada dekat Anda.

Pasangan yang baru menjadi orangtua juga butuh waktu tidur. Sementara itu, bayi-bayi yang baru lahir biasanya tidak bisa tidur sepanjang malam sampai mereka memiliki berat badan dua kali berat badan lahirnya. Biasanya, bayi berusia 3-4 bulan sudah memiliki pola tidur stabil.

Bocoran Supaya Lolos Psikotes Calon PNS


Biasanya, pemerintah menggunakan psikotes untuk menyaring ribuan pelamar pada tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Diharapkan, psikotes dapat menghasilkan pelamar yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi pada berbagai posisi yang tersedia.

“Oleh karena itu, posisi psikotes dalam seleksi pegawai negeri sipil dianggap penting,” papar Pramitra Gayatri dalam buku Taklukkan Tes CPNS&BUMN.

Dalam buku terbitan Daras Books tersebut, Pramita menjelaskan, psikotes merupakan serangkaian tes yang bertujuan mendapatkan data-data tertentu dari kondisi psikologis seseorang. Kondisi psikologis ini diwakili oleh jawaban para peserta psikotes atas soal-soal yang di antaranya meliputi pengetahuan umum, logika, daya ingat, daya tahan, ketelitian, dan analisis.

“Pada dasarnya psikotes dilakukan untuk melihat kecocokan profil seseorang dengan job description suatu pekerjaan. Dengan kata lain, psikotes digunakan untuk menemukan the right man on the right place,” imbuh Pramita.

Psikotes yang lazim digunakan dalam tes CPNS adalah jenis achievement test, yaitu untuk melihat pencapaian maksimal dalam diri seseorang.

Apa yang perlu dipersiapkan agar sukses mengikuti psikotes? Baca dulu bocoran triknya!

Perlu kamu ingat, psikotes tidak menguji apakah seseorang pintar atau bodoh. Psikotes juga tidak menjamin kesuksesan seseorang. Jadi, hal paling utama yang perlu kamu lakukan ketika akan menghadapi psikotes adalah bersikap tenang. Menurut Pramita, rasa cemas yang berlebihan justru akan menimbulkan mental blocking. Kondisi ini akan menyebabkan penampilanmu lebih buruk dari yang seharusnya. “Hal itu tentu saja bisa merugikanmu,” tulis Pramita dalam buku setebal 98 halaman tersebut.

Pramita memberi beberapa kiat dalam menghadapi psikotes. Dia menyarankan, agar kamu cukup istirahat dan tidak bergadang minimal sehari sebelum menghadapi psikotes.

Selain itu, sebaiknya kamu juga menyiapkan alat tulis yang dibutuhkan untuk psikotes seperti papan dada, pinsil 2b, rautan, penghapus, penggaris, dan pulpen. Perlu diingat, penggunaan kalkulator tidak diperbolehkan dalam psikotes, jadi kamu tidak perlu membawanya.

Selanjutnya, bekerja secermat mungkin. Sebab, psikotes biasanya dibagi ke dalam beberapa bagian yang dibatasi oleh waktu. Cermat juga berarti mengerjakan tes sesuai instruksi. Karena itu, dengarkan instruksitester dengan seksama, dan bertanyalah jika ada yang tidak kamu pahami. “Jangan bertanya ketika mengerjakan tes karena akan mengurangi waktumu mengerjakan soal,” pesannya.

Selain itu, kamu juga bisa berlatih menggunakan berbagai soal psikotes yang tersedia di berbagai sumber. Meski tidak persis sama, soal-soal psikotes umumnya sejenis. Jadi, menurut Pramita, semakin sering kamu latihan, semakin banyak bekal yang kamu miliki.

Selama psikotes, sebaiknya semua alat komunikasi dimatikan agar tidak mengganggu konsentrasimu. Yang tidak kalah penting, berdoalah sebelum tes dimulai agar kamu diberikan kelancaran dalam mengerjakan semua soal.

Semoga berhasil!!!

Sri Mulyani Eksis Lagi di Indonesia


Menkeu
Mantan Menkeu

Semua sudah tahu bila Sri Mulyani sekarang menjadi Managing Director Bank Dunia, bahkan sudah menetap di Washington, Amerika Serikat (AS).

Jauhnya keberadaan wanita yang biasa disapa SMI (singkatan namanya) ini, membuat publik susah untuk mengontak dirinya. Bahkan untuk mengajukan pertanyaan yang selama ini belum sempat terjawab.

Maka dari itu, untuk memfasilitasi masalah itu, dibuatlah website bernama srimulyani.net yang akan menjawab pertanyaan publik mengenai hal ini.

Sebelumnya, pada 18 Mei 2010, P2D menyelenggarakan Forum Kuliah Umum dengan topik “Kebijakan Publik dan Etika Publik”, Sri Mulyani menjawab semua pertanyaan tersebut.

Sambil seakan-akan mengucapkan perpisahan, SMI kala itu menceritakan apa yang dialami oleh dirinya dan mengapa dirinya mengambil keputusan tersebut.

Seluruh pertanyaan publik dijawabnya dengan sempurna olehnya. Termasuk seputar pertanyaan mengapa dirinya terlibat skandal aliran dana Bank Century. Dengan penuh haru ia agak berat untuk meninggalkan tanah kelahirannya tetapi ada tiga hal yang menjadi penutup kuliah umumnya,

“Saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Saya ingin mengatakan, kepada kalian semua bahwa saya menang. Saya berhasil,” kata Sri Mulyani kala itu.

Kemenangan dan keberhasilan dirinya didefinisikan tidak didikte oleh siapa pun, termasuk mereka yang tidak menginginkan dirinya tidak di sini.

“Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga hal, selama saya tidak mengkhianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka di situ saya menang,” imbuhnya saat itu menutup acara kuliah umumnya yang langsung diberikan tepuk tangan yang meriah oleh ‘mahasiswanya’ malam itu.

Berangkat dari pidatonya malam itu, menjadikan P2D terinspirasi untuk membuat sebuah situs publik untuk memajukan Etika Publik. Karena prinsip utama Etika Publik yang diterangkan oleh SMI adalah mencegah politik menjadi urusan personal.

“Karena sekali urusan personal menguasai politik, maka politik berubah menjadi persekongkolan beberapa orang. Inilah sumber korupsi, feodalisme dan otoritarianisme,” ujar Pemimpin Redaksi srimulyani.net Bagus Takwin. srimulyani.net situs publik yang dibentuk berdasarkan inspirasi oleh pidato SMI 18 Mei lalu saat peluncuran situs srimulyani.net di Hotel Nikko Jakarta, Kamis (30/9/2010) malam.

Link web Sri Mulyani Indrawati klik disini

sumber : klik disini

Perlunya Anggaran Sertifikasi Aset TNI


Salah Satu BMN TNI

Jakarta (KabarIndonesia.com) – Beberapa waktu yang lalu kita disuguhi dengan berbagai pemberitaan tentang hiruk-pikuk penertiban perumahan dinas TNI dan aset tanah negara yang dipertanggungjawabkan oleh TNI, mulai dari penertiban perumahan dinas TNI AD di Tanah Kusir Bintaro, Cipinang, Cililitan dan terakhir kasus penertiban lahan TNI yang dikuasai Brigjen TNI (Purn) Herman Sarens Sudiro di Buncit Raya Jaksel.
Penertiban rumah dinas maupun aset TNI lainnya juga dilakukan di berbagai wilayah tanah air, seiring dengan upaya TNI untuk mengamankan aset-aset negara dan melakukan tertib administrasi. Tidak jarang, dalam penertiban aset negara yang dipertanggungjawabkan oleh TNI, timbul gesekan, konflik dan bahkan sengketa antara Institusi TNI dengan masyarakat maupun keluarga purnawirawan TNI yang selama ini menempati/ mengelola aset tersebut. Hal ini terjadi karena masing-masing pihak merasa yang paling berhak memiliki dan sama-sama punya bukti.
Disamping itu, karena minimnya pemahaman/ kesadaran tentang ketentuan peruntukan rumah dinas dari pihak penghuni. Sementara dari pihak TNI sendiri juga kurang memiliki dokumen yang kuat, autentik dan lengkap berkaitan keberadaan rumah dinas atau aset tersebut. Pihak TNI seringkali lemah dalam hal bukti-bukti hukum yang menunjukkan bahwa aset tersebut adalah benar-benar aset milik negara yang dipertanggungjawabkan oleh TNI.
Belum semua aset tanah negara yang bertanggungjawab kepada TNI didukung bukti autentik. Kita harapkan Peraturan Menhan yang mengatur pengelolaan aset-aset negara, termasuk yang berada di lingkungan TNI yang khabarnya akan disusun dapat segera terwujud, sehingga setiap aset negara jelas penggunaan dan peruntukannya. Ke depan semua pihak yang tidak berhak (telah pensiun dari militer apapun pangkat dan jabatannya) tidak lagi menguasai aset negara dan segera mengembalikannya kepada Instutusi TNI, jangan sampai diwariskan ke anak cucu. Generasi muda TNI yang masih aktif sekarang tentu juga butuh dan ingin bisa merasakan menempati rumah dinas/ menggunakan aset TNI.
Disisi lain, TNI yang diberi tanggungjawab negara untuk mengelola dan mengamankan aset-aset negara tersebut, tentu berkepentingan agar aset tersebut tidak diserobot, diklaim atau disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak berhak. Apalagi di jaman sekarang ini, tidak menutup kemungkinan aset TNI disalahgunakan dan bahkan diperjualbelikan.
Oleh sebab itu, setiap satuan TNI dituntut memiliki bukti-bukti yang kuat dan didukung administrasi yang tertib terhadap keberadaan rumah dinas tersebut. Aset-aset negara yang dikelola oleh TNI harus bersertifikat/disertifikatkan, untuk menghindari sengketa ataupun tuntutan hukum pihak lain yang tidak berhak dikemudian hari.
Kendala yang dihadapi TNI selama ini adalah tidak adanya anggaran untuk melakukan sertifikasi terhadap aset-aset tanah tersebut. Apalagi aset-aset negara yang dipertanggungjawabkan oleh TNI cukup banyak, sehingga memerlukan biaya sertifikasi yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu menginventarisasi, merencanakan dan mengalokasikan anggaran bagi keperluan sertifikasi aset-aset negara yang dipertanggungjawabkan oleh TNI, sehingga memiliki bukti hukum yang kuat. Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) diharapkan dapat memberikan kemudahan dan percepatan dalam proses sertifikasi aset-aset TNI tersebut. Semoga!

Oleh: Iin Suwandi – KabarIndonesia.com

Wahyuni, dari Kaki Lima Jadi Juragan


ilust. Wahyuni

Tidak pernah terbayang di pikiran Wahyuni meraup omzet ratusan juta rupiah saat memulai usaha mainan edukatif. Maklum, dia mengawali usahanya dari kaki lima. Sekarang, perempuan berusia 33 tahun ini tak perlu lagi menjual langsung mainan buatannya. Ada banyak pedagang mainan yang membeli produknya untuk dijual kembali.

Perasaan bosan hanya menjadi ibu rumah tangga merupakan alasan awal Wahyuni, atau yang kerap dipanggil Yuni, memulai usaha berjualan mainan anak. Tahun 2007, dia mulai membeli mainan edukatif asal China.

Kemudian, dia menjualnya kembali ke sebuah pasar kaget di Bogor, Jawa Barat. Pasar kaget setiap akhir pekan itu selalu menjadi tempat langganannya untuk usaha. Terbukti, barang dagangannya laris manis. Karena itu, ia mulai menjajaki pasar yang lebih luas dengan mengikuti sejumlah pameran, termasuk membuka satu toko mainan di Giant Mal Bogor.

Keberadaan toko ini tentu membutuhkan pasokan barang yang rutin agar usahanya terus berputar dan bisa membayar uang sewa toko. Namun, Yuni sangat kesulitan mendapatkan pasokan mainan secara rutin. “Barang impor sering kosong. Yang lokal juga kelebihan order,” imbuhnya.

Setelah setahun menjalani bisnis mainan edukatif dengan menggantungkan pasokan barangnya dari luar, Yuni membuat sendiri barang-barang tersebut. Kebetulan, saat berjualan di kaki lima, dia bertetangga dengan tukang pembuat mainan. “Awalnya, kami buka di garasi dengan modal sekitar Rp 5 juta,” tutur Yuni.

Dengan merek dagang bertajuk Omocha, yang artinya mainan dalam bahasa Jepang, dia membeli dua mesin pembuat mainan. Mereka juga mendirikan usaha bernama CV Omocha Toys.

Karena belum bisa membuat desain sendiri, Yuni pertama kali hanya mencontoh produk-produk impor yang sudah ada. Setelah itu, dia mulai melakukan modifikasi. “Saat ini kami ada tim kreatif sendiri supaya pasar tidak bosan,” ujarnya.

Usaha mainan Yuni terus berkembang. Garasi rumahnya sudah terlalu sempit untuk menampung aktivitas usahanya. Apalagi, debu-debu kayu turut beterbangan ke dalam rumahnya.

Maka, Yuni pun memindahkan bengkel kerjanya ke lahan yang lebih luas. Di belakang kompleks perumahannya, dia membeli lahan kosong seluas 100 meter persegi dan mendirikan bangunan semipermanen. Ia juga merogoh kocek Rp 80 juta untuk membeli peralatan dan mesin pembuat mainan.

Usahanya sebagai produsen mainan edukatif semakin berkibar. Selain dijual langsung, banyak pedagang yang membeli produknya untuk dijual kembali. Ibu tiga anak ini memperkirakan ada ratusan pedagang dari seluruh Indonesia yang menjadi langganannya. “Paling banyak di Pulau Jawa,” katanya.

Produksi Omocha tiap minggu mencapai 1.000 hingga 1.500 puzzle dan ratusan mainan lainnya. Ia dibantu 30 karyawan memproduksi semua mainan Omocha.

Dari produksi itu, CV Omocha Toys bisa mencetak omzet Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per bulan. “Kalau pas ada proyek, bisa sampai Rp 200 juta,” kata Yuni. Proyek tersebut berasal dari berbagai kalangan, seperti Departemen Pendidikan Nasional, perusahaan, hingga suvenir pernikahan.

Yuni bersedia menerima order suvenir lantaran bahan bakunya juga berasal dari kayu. Tak hanya itu, Yuni juga menerima order pembuatan boneka kayu. “Padahal, saya biasanya tidak membuat boneka,” katanya.

Order ini datang dari restoran-restoran untuk hadiah dengan jumlah pembelian tertentu. Begitu juga order dari produsen pakaian yang memberi hadiah puzzle kepada pelanggannya.

Pendapatan yang terus membesar membuat Yuni berpikir mengembangkan usahanya, terutama meningkatkan kemampuan workshop-nya supaya bisa memproduksi mainan lebih banyak. Ia membandingkan, saat ini produsen mainan China bisa memproduksi 1.000 mainan sehari dengan mesin yang lebih canggih. Adapun dia hanya bisa memproduksi 200 unit mainan per hari.

sumber : klik disini

Air Kelapa Tingkatkan Kelembapan


DEHIDRASI adalah musuh utama kulit, terutama saat berpuasa. Kenapa? Karena dehidrasi membuat kulit terlihat kering, kasar, dan kusam.

Mengatasinya tentu dengan memperbanyak konsumsi air saat sahur dan berbuka. Namun ternyata itu saja tidak cukup. Mencegah dehidrasi dapat diatasi dengan mengonsumsi air kelapa.

Selain menyegarkan dijadikan minuman saat berbuka, air kelapa yang merupakan minuman isotonik alami ini juga mampu membantu mempertahankan kelembapan kulit. Air kelapa, terutama kelapa muda, banyak mengandung potasium, protein, dan gula alami. Kandungan garam dalam air kelapa mampu mengikat air lebih banyak ketimbang minuman lainnya, termasuk air putih.

Namun, tentu konsumsi air kelapa muda ini harus diimbangi dengan konsumsi air putih yang memiliki fungsi detoksifikasi agar kulit senantiasa terjaga kelembapan dan kecantikannya.

Dan bila Anda bekerja dalam ruangan ber-AC, usahakan selalu melindungi kulit dengan body lotion agar kulit tidak cepat kering.

sumber : klik disini

Nikmatnya Es Sempoyongan dengan Gula Rahasia!


efek es sempoyongan ?

Seperti es teler pada umumnya, es teler Sempoyongan menyajikan campuran potongan aneka buah seperti melon, kelapa muda, alpukat, dan nangka yang dibalur dengan kuah kental dari gula, campuran santan, susu kental manis bercampur serutan es batu.

“Yang membedakan adalah racikan gula asli yang diproses dengan teknik rahasia, ditambah rasa segar dari buah sirsak,” jelas Arif Rohman Eko Prasetyo, pencetus sekaligus pemilik usaha Es Sempoyongan, seperti dikutip dari situs Universitas Airlangga (Unair), Kamis (23/9/2010).

Mahasiswa tingkat akhir program D3 Ekonomi Unair ini membuka usaha es Sempoyongan menggunakan modal sendiri. Dengan dibantu dua investor, Arif pun mengembangkan usahanya ke arah bisnis waralaba (franchise). Dia bahkan membuka empat cabang sekaligus di daerah Kuta, Bali, serta kawasan Manunggal, Kidul, dan Tambak Sari, Surabaya. Total, sembilan pegawai dia pekerjakan.

Pria kelahiran Bojonegoro, 22 Februari 1990 ini berani menerapka strategi pemasaran yang gesit dan interaktif. Gerobak mininya berwarna kuning rajin mejeng di berbagai pameran wirausaha. Dia bahkan memberi bingkisan menarik bagi pemborong es sempoyongan.

“Teler & Harus Sempoyongan” adalah tagline produk yang diusung Arif. Dia mengaku, nama “Es Sempoyongan” sengaja dipasang untuk memancing para calon pelanggan. “Tawa orang ketika mendengar nama es sempoyongan adalah reaksi yang saya tunggu. Dengan demikian, orang-orang penasaran dan terpancing mencoba es saya,” ujarnya.

Arif mengaku, sangat detail memperhatikan kualitas produknya. Meski resep khusus pada gula racikannya membuat biaya produksi membengkak; dia yakin, dengan tetap mengutamakan kualitas, maka pelanggan akan tetap setia.

Sebelum menekuni Es Sempoyongan, pria yang sejak kecil memiliki impian menjadi wirausahwan ini telah menjajal berbagai bidang usaha sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Dia pernah mengembangkan bisnis kuliner mi hijau yang diberi nama Diami, House of Ice, camilan dari olahan jamur, hingga bisnis travel.

Kebanyakan usaha tersebut akhirnya gulung tikar. Namun, pengalaman kegagalan menjadikan Arif kreatif dalam menerapkan strategi pengembangan usaha. Dia bahkan menaruh investasi lebih untuk memperkuat strategi pemasaran Es Sempoyongan.

“Dalam mengembangkan sebuah usaha dibutuhkan adanya kecekatan dan strategi yang tepat untuk mengelola serangkaian manajemen, marketing hingga kualitas SDM yang punya andil dalam menentukan laju sebuah bidang usaha,” akunya.

Arif kian memantapkan langkahnya menjadi wirausahawan sejati. Arif menilai, jika dia berhasil melalui berbagai tantangan di dunia usaha, dia tidak hanya mendapatkan keuntungan materi semata. “Lebih dari itu, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil membuka lapangan pekerjaan dan dan membawa manfaat bagi orang lain. Kita berusaha sekuat tenaga saja, selanjutnya kita pasrahkan sama Tuhan,” tandasnya.

sumber : klik disini

Ajaib…! Lantai & Tiang Masjid Bergeser Sendiri


TASIKMALAYA – Ajaib! Sebuah peristiwa aneh terjadi di sebuah masjid di Kota Tasikmalaya. Dimana, lantai dan empat tiang masjid bergeser sendiri sekira 45 derajat.

Peristiwa ini terjadi di Masjid Al Falah yang terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga baru mengetahui keanehan ini pada Rabu petang kemarin.

“Kami heran, lantai dan empat tiang bergeser sendiri. Anehnya, tidak ada sedikit pun keretakan,” ujar Ketua DKM Masjid Al Falah, Rofiq, Kamis (23/9/2010).

Menurutnya, beberapa waktu silam arah kiblat di masjid ini sempat diubah beberapa derajat. Namun, entah mengapa kejadian kemarin telah mengarahkan ke arah kiblat yang lama. “Hanya arah lantai yang bergerak, tapi bangunannya tidak,” tukas Rofiq seakan tak percaya.

Sejadah yang digelar pun menjadi melenceng akibat geseran tersebut. Hingga kini, warga masih ramai mendatangi masjid tersebut sambil saling berbicang soal keanehan ini. “Subhanallah… inilah sebuah kebesaran Tuhan,” ujar seorang warga.

sumber : klik disini

Merancang Musala di Rumah


Musholla di Rumah

MEMILIKI ruang khusus sebagai tempat ibadah di sekitar rumah memang kerap dilakukan banyak orang. Misalnya, musala yang bertujuan meningkatkan keimanan si pemilik rumah beserta anggota keluarga.

Menurut arsitek Probo Hindarto, sebelum membangun musala, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan ukuran atau dimensi dari ruangan tersebut. Hal tersebut penting karena si pemilik rumah perlu mempertimbangkan letak pintu, arah kiblat, serta ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman.

Letak dari musala bisa berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain.

“Biasanya untuk letak yang cocok disesuaikan dengan keinginan penghuni,” tambahnya.

Selanjutnya, musala bisa diletakkan dekat dengan area ruang bersama. “Beberapa klien saya memilih seperti itu supaya saat waktu salat, aktivitas lain seperti melihat TV bisa dihentikan sebentar untuk salat bersama,” kata Probo.

Alasan lain, agar jauh dari aktivitas yang bisa mengganggu salat. Maka itu, sebaiknya pilih letak yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sementara untuk ukurannya, kata Probo, minimal untuk dimensi orang salat per orangnya kira-kira 60×100 cm.

Jadi, dari ukuran dimensi manusia ini bisa dilihat seberapa banyak anggota keluarga yang bisa salat berjamaah. Adakalanya jumlah yang bisa salat menyesuaikan tempat, namun musala baru bisa dirancang menurut kebutuhan berapa orang yang bisa salat.

Lantas bagaimana dengan ketinggian plafonnya, Probo, pengasuh website astudioarchitect.com mengatakan, ketinggian plafon bisa sama atau berbeda dengan ruang-ruang yang ada di dalam rumah. Malah, terkadang bergantung pada kondisi yang ada. Semisal,bagi ruang yang lahannya minim, bisa saja menggunakan plafon yang tinggi.

Agar mendapatkan kesan lebih luas dan lapang. Kasus lain, ada juga penghuni yang menginginkan plafon dirancang rendah supaya menambah kesan keintiman setiap orang yang ada di dalam ruangan.

Sementara untuk penutup lantainya, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan saat salat. Seperti lantai kayu, parket, atau keramik bisa digunakan.

“Sebaiknya menggunakan perbedaan jenis penutup lantai dengan lantai lainnya dan diangkat sedikit dari lantai lainnya,” imbuh Probo.

Begitu pun saat memilih pencahayaan yang tepat untuk musala. Pencahayaan bisa dibuat dramatis. Misalnya, dengan menggunakan lampu sorot atau spotlight. Namun, banyak juga yang memilih menggunakan lampu general atau umum mengingat untuk salat kita tidak perlu pencahayaan yang macam-macam.

Perihal warna, Probo menyarankan, lebih baik menggunakan warna-warna netral atau warna yang memiliki asosiasi dengan warna islami, seperti warna hijau yang lembut agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah.

Selanjutnya, perhatikan juga letak tempat wudu. Menurut Probo, tempat wudu sebisa mungkin berdekatan dengan musala agar tidak mengganggu ruang lainnya. Biasanya, setelah wudu kulit menjadi basah atau si pengguna memakai sandal basah sehingga air bisa terciprat atau membasahi lantai di ruang lain.

“Tempat wudu bisa diberi bagian bawahnya dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi-kisi besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang,” saran Probo.

sumber : klik disini

Rektor UI: RI Butuh Orang Hebat di Dunia Komputer


Radiasi Komputer

DEPOK – Saat ini minat siswa untuk mengambil jurusan di Fakultas Ilmu Komputer  (Fasilkom) di Universitas Indonesia (UI) masih minim. Padahal, ilmu tersebut merupakan gudangnya ilmu masa depan.

Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri, saat ini jumlah mahasiswa yang masuk di Fasilkom UI hanya 300 mahasiswa per tahun. Jumlah ini jauh berbeda dengan di Singapura yang peminatnya mencapai 500 mahasiswa per tahun.

“Mahasiswa yang masuk ke Fasilkom UI itu terlalu kecil. Indonesia ini besar dan memerlukan orang hebat di dunia komputer. Singapura saja minimal 500 mahasiswa, kita jangan mau kalah,” tegasnya, dalam sambutan pemancangan tiang Gedung Fasilkom, di Kampus UI Depok, Senin 20 September kemarin.

Guna mendukung hal tersebut, Gumilar bertekad akan menambah sejumlah fasilitas terbaik dan memadai. Pasalnya, Ilmu Komputer menurutnya ilmu masa depan yang harus terus disokong.

sumber : klik disini