Merancang Musala di Rumah


Musholla di Rumah

MEMILIKI ruang khusus sebagai tempat ibadah di sekitar rumah memang kerap dilakukan banyak orang. Misalnya, musala yang bertujuan meningkatkan keimanan si pemilik rumah beserta anggota keluarga.

Menurut arsitek Probo Hindarto, sebelum membangun musala, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan ukuran atau dimensi dari ruangan tersebut. Hal tersebut penting karena si pemilik rumah perlu mempertimbangkan letak pintu, arah kiblat, serta ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman.

Letak dari musala bisa berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain.

“Biasanya untuk letak yang cocok disesuaikan dengan keinginan penghuni,” tambahnya.

Selanjutnya, musala bisa diletakkan dekat dengan area ruang bersama. “Beberapa klien saya memilih seperti itu supaya saat waktu salat, aktivitas lain seperti melihat TV bisa dihentikan sebentar untuk salat bersama,” kata Probo.

Alasan lain, agar jauh dari aktivitas yang bisa mengganggu salat. Maka itu, sebaiknya pilih letak yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sementara untuk ukurannya, kata Probo, minimal untuk dimensi orang salat per orangnya kira-kira 60×100 cm.

Jadi, dari ukuran dimensi manusia ini bisa dilihat seberapa banyak anggota keluarga yang bisa salat berjamaah. Adakalanya jumlah yang bisa salat menyesuaikan tempat, namun musala baru bisa dirancang menurut kebutuhan berapa orang yang bisa salat.

Lantas bagaimana dengan ketinggian plafonnya, Probo, pengasuh website astudioarchitect.com mengatakan, ketinggian plafon bisa sama atau berbeda dengan ruang-ruang yang ada di dalam rumah. Malah, terkadang bergantung pada kondisi yang ada. Semisal,bagi ruang yang lahannya minim, bisa saja menggunakan plafon yang tinggi.

Agar mendapatkan kesan lebih luas dan lapang. Kasus lain, ada juga penghuni yang menginginkan plafon dirancang rendah supaya menambah kesan keintiman setiap orang yang ada di dalam ruangan.

Sementara untuk penutup lantainya, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan saat salat. Seperti lantai kayu, parket, atau keramik bisa digunakan.

“Sebaiknya menggunakan perbedaan jenis penutup lantai dengan lantai lainnya dan diangkat sedikit dari lantai lainnya,” imbuh Probo.

Begitu pun saat memilih pencahayaan yang tepat untuk musala. Pencahayaan bisa dibuat dramatis. Misalnya, dengan menggunakan lampu sorot atau spotlight. Namun, banyak juga yang memilih menggunakan lampu general atau umum mengingat untuk salat kita tidak perlu pencahayaan yang macam-macam.

Perihal warna, Probo menyarankan, lebih baik menggunakan warna-warna netral atau warna yang memiliki asosiasi dengan warna islami, seperti warna hijau yang lembut agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah.

Selanjutnya, perhatikan juga letak tempat wudu. Menurut Probo, tempat wudu sebisa mungkin berdekatan dengan musala agar tidak mengganggu ruang lainnya. Biasanya, setelah wudu kulit menjadi basah atau si pengguna memakai sandal basah sehingga air bisa terciprat atau membasahi lantai di ruang lain.

“Tempat wudu bisa diberi bagian bawahnya dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi-kisi besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang,” saran Probo.

sumber : klik disini

Rektor UI: RI Butuh Orang Hebat di Dunia Komputer


Radiasi Komputer

DEPOK – Saat ini minat siswa untuk mengambil jurusan di Fakultas Ilmu Komputer  (Fasilkom) di Universitas Indonesia (UI) masih minim. Padahal, ilmu tersebut merupakan gudangnya ilmu masa depan.

Menurut Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri, saat ini jumlah mahasiswa yang masuk di Fasilkom UI hanya 300 mahasiswa per tahun. Jumlah ini jauh berbeda dengan di Singapura yang peminatnya mencapai 500 mahasiswa per tahun.

“Mahasiswa yang masuk ke Fasilkom UI itu terlalu kecil. Indonesia ini besar dan memerlukan orang hebat di dunia komputer. Singapura saja minimal 500 mahasiswa, kita jangan mau kalah,” tegasnya, dalam sambutan pemancangan tiang Gedung Fasilkom, di Kampus UI Depok, Senin 20 September kemarin.

Guna mendukung hal tersebut, Gumilar bertekad akan menambah sejumlah fasilitas terbaik dan memadai. Pasalnya, Ilmu Komputer menurutnya ilmu masa depan yang harus terus disokong.

sumber : klik disini

Waspada Penyakit Pasca-Lebaran


Silaturrahmi

Harus diakui rangkaian kegiatan di hari Lebaran, mulai dari mudik, bersilaturahim, hingga menyiapkan sajian untuk tamu, merupakan kegiatan yang bisa menguras energi. Ditambah lagi dengan konsumsi makanan yang berlebihan yang sesungguhnya merupakan musuh kesehatan, tak sedikit orang yang “tumbang” pasca-Lebaran.

Menurut dr Ari F Syam, SpPD, ahli penyakit dalam dari FKUI-RSCM, minggu-minggu pertama pasca-Lebaran biasanya rumah sakit dan puskesmas akan ramai oleh masyarakat yang mengalami berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan atas, gangguan perut, hingga penyakit berat seperti stroke. “Pada dasarnya penyakit-penyakit pasca-Lebaran ini bisa dihindari,” katanya.

Penyakit seputar Lebaran, urai dr Ari, pada umumnya terjadi karena seseorang kelelahan. Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran memang sangat melelahkan, apalagi jika perjalanan jauh itu dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa.

“Pada keadaan kelelahan karena kurang tidur, apalagi jika seseorang tersebut masih melakukan ibadah puasa selama perjalanan, hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuhnya sehingga seseorang mudah sakit,” kata dokter yang menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi PB.PAPDI ini.

Penyakit akibat kelelahan ini juga bisa dialami oleh orang-orang yang tidak mudik tetapi ditinggal mudik pengurus rumah tangganya. Ketiadaan PRT juga membuat banyak orang memilih membeli makanan di luar atau mengonsumsi makanan siap saji. Karena itulah, penyakit seputar gangguan perut, seperti sakit maag, tifus, atau diare kerap mendominasi ruang pemeriksaan dokter.

Agar tubuh tetap sehat setelah Lebaran, menjaga kebugaran tubuh perlu diperhatikan. Sepadat apa pun rencana kegiatan Anda, selalu cukupi kebutuhan tidur Anda agar stamina terus terjaga. Utamakan konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur, di sela hidangan yang bersantan atau daging. Di pagi hari sebelum beraktivitas, lakukan peregangan ringan. Bila perlu, konsumsi suplemen vitamin. Selamat ber-Lebaran.

sumber : klik disini

Selamat Idul Fitri 1431 H


Selamat Idul Fitri 1431 H

kau berikan
Tapi rembulan tak bisa kuhentikan
karenanya hanya tersisa harapan
kebaikan hatimu untuk memaafkan

Kata-kata marah
membuat hati gundah
Kata-kata indah
membuat hati merekah
Kata-kata kaumaafkan segala salah
membuat hari lebaran cerah

Berenang di samudera biru
sungguh menyenangkan
Namun berenang di samudera maafmu
jauh lebih menakjubkan

Simpatimu sungguh mengagumkan
Sopan santunmu indah menawan
Tutur katamu hangat menentramkan
Maaf yang kauberikan
membuat hari lebaran mengesankan

Sebutir kelapa
Segelas gula
Sesendok vanila
Kumasak jadi geplak
Kuhadiahkan di hari fitri
untuk sarapan pagi.
Sambil kuharap kau sudi
memberiku pengertian
dan pengorbanan
dengan melupakan
semua kesalahan masa silam

Pengertian
Pengorbanan
Mendengarkan
Memaafkan
Hanya itu yang bisa kutawarkan
di hari lebaran

Puasa melatih menahan keinginan
Tarawih melatih tabah lawan kelelahan
Tadarus melatih sabar lawan kemalasan
Ramadhan adalah hari pelatihan
Lebaran adalah saat kemenangan
Selamat merayakan hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan

Andai waktu mau berhenti sejenak
Kita bisa lebih lama nikmati ramadhan
Tapi waktu tak mau kompromi
Telah datang hari Idul Fitri
Doaku untuk keberhasilan kita melatih diri
Semoga puasa membuat hidup kita lebih berarti

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H / 2010 M

salam hormat,

M. Eko Agus Y.

owner https://ekolumajang.wordpress.com

Belajar Aplikasi SIMAK BMN


SIMAK BMN merupakan aplikasi bantu yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI untuk membantu pelaksanaan manajemen dan akuntansi dari Barang Milik Negara (BMN). SIMAK BMN digunakan oleh instansi pemerintah yang mendapatkan dana APBN serta memiliki BMN. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang SIMAK BMN, manual aplikasi SIMAK BMN dapat di download disini

Gugus Kendali Mutu dan Sosialisasi PP 53 Tahun 2010 di KPKNL Jember


Pada tgl. 24 s.d. 25 Agustus 2010, KPKNL Jember mengadakan kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Kegiatan GKM merupakan persiapan awal untuk menyongsong KPKNL TELADAN. GKM merupakan suatu pendekatan pengendalian mutu melalui penumbuhan partisipasi pegawai, peningkatan kualitas SDM dan kreatifitas pegawai. Masing-masing pegawai diminta untuk mempresentasikan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas sehari-hari.

Bapak Rahmat Effendi, Kepala KPKNL Jember menyampaikan bahwa Gugus Kendali Mutu (GKM) ini sebagai upaya dari pimpinan untuk mempersiapkan SDM di KPKNL Jember agar pada saat KPKNL Jember ditetapkan sebagai KPKNL TELADAN, semua pegawai dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang ditetapkan untuk KPKNL TELADAN. Pada GKM tersebut, Bapak Rahmat Effendi memberikan pre-test kepada masing-masing pegawai serta membahas kendala-kendala permasalahan yang dihadapi oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

Ruang Pertemuan KPKNL Jember

Selain kegiatan Gugus Kendali Mutu, juga dilaksanakan sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sosialisasi dilakukan oleh Kepala Subbag Umum KPKNL Jember, Anita Dhamajanti kepada seluruh pegawai KPKNL Jember. PP 53 Tahun 2010 tersebut merupakan perubahan dari PP 39 Tahun 1980 yang sudah dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan keadaan. Pada kesempatan tersebut, disampaikan mengenai kewajiban dan larangan bagi PNS, maupun sanksi yang dikenakan apabila ada pelanggaran terhadap kewajiban.

Perbedaan yang paling mencolok dari PP 53 Tahun 2010 dibanding dengan PP 39 Tahun 1980, diantaranya adalah mengenai hukuman disiplin untuk masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Pada PP sebelumnya, seorang PNS baru dikenai hukuman disiplin berat pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS apabila selama 3 bulan secara berturut-turut tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, sedangkan pada PP 53 Tahun 2010, seorang PNS sudah dapat dikenai hukuman disiplin berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS apabila selama 46 (empat puluh enam) hari kerja atau lebih secara akumulatif dalam 1 (satu) tahun.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Rahmat Effendi juga kembali mengingatkan agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas, kemampuan, kinerja dan kreatifitas dalam melaksanakan fungsinya sebagai Pegawai Negeri Sipil.

download PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, klik disini

Penulis : M. Eko Agus Y., Pegawai KPKNL Jember

Ibu Anita, menyampaikan materi PP 53

Para Pegawai KPKNL Jember menyimak materi yang disampaikan

Nasib Dhanar Prasetyo, Diterima di STAN Tak Kuat Bayar Daftar Ulang


gambar ilustrasi dhanar

Hanya Modal Semangat dan Prestasi Akademik

Diterima menjadi calon mahasiswa STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) merupakan kebanggaan tersendiri. Namun tidak demikian bagi Dhanar Prasetyo, 17, warga Kreongan, Kecamatan Patrang, Jember. Justru kini dia kebingungan karena harus memikirkan biaya daftar ulang.

Hari-HARI ini keluarga Hengky Hendradi tampak kurang begitu bergairah membicarakan anaknya yang baru diterima di STAN Jakarta. Pasalnya, hingga kini mereka belum mampu menyediakan sejumlah dana minimal untuk bisa daftar ulang, termasuk biaya hidup sementara di Jakarta.

Maklum, ketika anaknya, Dhanar Prasetyo, mendaftar testing di STAN, sebenarnya hanya bondo nekat. Dia hanya bermodal semangat, optimistis, dan kemampuan prestasi akademiknya. Sementara untuk bekal jika diterima, sama sekali belum terbayangkan.

Sejak awal, Dhanar memang hanya akan ikut testing di STAN, sebuah perguruan tinggi yang sangat ketat tingkat persaingannya. Sebab, hanya di sanalah dia berharap bisa kuliah, tanpa harus merogoh kocek untuk biaya hidup dan perkuliahan. “Jadi, saya sengaja tidak ikut testingPTN,” tuturnya.

Jika kuliah di perguruan tinggi umum (PTN), dia menyadari pasti sulit, lantaran tak ada biaya. Jangankan untuk biaya kuliah, untuk bertahan hidup bersama keluarganya setiap hari saja, sudah ngos-ngosan.

Maklum, kedua orang tuanya tidak memiliki penghasilan tetap. Ayahnya, Henky, bekerja serabutan, sementara ibunya, Reny Oktavia, berjualan nasi pecel sederhana. Itu pun baru dibuka dua bulan lalu, setelah ada kawannya yang meminjami tempat berjualan di Jalan Riau, Jember.

Malah ketika adiknya diterima di SMP 7 Jember Juli lalu, ibunya sempat kesulitan membeli seragam sekolah. Dia tak malu menampung seragam bekas kakak-kakak kelasnya jika masih layak pakai. “Beruntung pihak sekolah langsung membantu mengatasi,” katanya.

Meski demikian, Dhanar tak berkecil hati. Melalui persiapan yang matang, dia berusaha bisa ikut daftar testing di STAN. Padahal untuk bisa diterima di perguruan tinggi bergengsi itu, Dhanar harus bersaing dengan 110.000 ribu pendaftar. Materi testing lumayan sulit, terutama bidang matematika dan bahasa.

Dari jumlah peserta testing, yang diterima menjadi mahasiswa STAN hanya 3.000 anak. Itu sama hanya dengan seorang peserta harus mampu mengalahkan sedikitnya seribu pesaing. “Makanya kalau tidak dimasuki eman sekali,” tuturnya

Selain itu, kata dia, lulusan STAN biasanya langsung bisa bekerja di lembaga-lembaga keuangan. Dengan demikian, dia tak terlalu sulit mencari-cari pekerjaan, terutama untuk menopang adik-adiknya kelak.

Alumnus SMAN1 Jember ini mengetahui jika diterima di STAN tidak perlu biaya kuliah. Semua sudah ditanggung negara, kecuali biaya hidup dan indekost sehari-hari. Namun, justru di sinilah Dhanar lagi-lagi mengalami kesulitan.

Jangankan untuk biaya hidup, untuk daftar ulang yang hanya Rp 650.000 saja, keluarganya kesulitan. Padahal untuk biaya awal diperlukan sedikitnya Rp 2,5 juta.

Bagi putra kedua dari lima bersaudara ini, asal bisa daftar ulang, dan bertahan dua semester saja, dia optimistis bisa melanjutkan kuliahnya.

Dia menyadari sistem perkuliahan di STAN sangat ketat, karena menggunakan sistem gugur. Dari segi prestasi akademik, Dhanar yakin bisa mengejar tanpa harus drop out (DO). “Tapi bertahan selama dua semester itu tantangan. Saya siap hidup sederhana, sebab sudah menjadi kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.

Rekam jejak pendidikan Dhanar tergolong bagus. Setamat SD Fatimah Jal an Kartini, dia melanjutkan ke SMP2, lalu diterima di SMA1 Jember. Selama menjadi siswa prestasinya cukup bagus. Malah nilai UAN (ujian akhir nasional) SMA kemarin cukup tinggi, 55,10. Itu berarti nilai rata-ratanya mencapai angka 9,1.

Kini, sembari meningkatkan ibadah puasa, Dhanar sekeluarga terus berdoa agar ada “mukjizat” menjelang daftar ulang usai Lebaran kelak.

“Satu-satunya ya memang hanya bisa berdoa. Karena kami tak punya apa-apa,” tambah Ny Reny Oktavia, ibunya, yang mendampingi Dhanar di kantor Radar Jember, kemarin.

Dia berharap, ada “berkah” Ramadan, dan “lailatulqodar” jelang pendaftaran ulang usai Lebaran kelak. Apalagi, kini banyak dermawan yang berlomba-lomba mengeluarkan zakatnya kepada para fakir miskin.

Siapa tahu di antara mereka (dermawan) mau menyisihkan sebagian zakatnya untuk dirinya, yang kebetulan sangat membutuhkan.

sumber : Radar Jember (Jawa Pos Grup)

apabila ada dermawan yang hendak membantu meringankan beban Dhanar, dapat menghubungi kami melalui email okeaja39@gmail.com, atau langsung dengan Dhanar Prasetyo.

Stt.. Berhenti Bicarakan Orang Lain


Mulai sekarang berpikirlah dua kali jika ingin membicarakan orang lain, karena setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa memperlihatkan sifat dan kepribadian asli kita. Bahkan yang kita tidak disadari, atau menjadi petunjuk apakah kita orang yang baik atau jahat.

Studi terbaru menyimpulkan, cara kita memandang orang lain akan bercerita banyak tentang diri kita, termasuk karakteristik yang baik dan buruk. “Persepsi kita terhadap orang lain akan mengungkap kepribadian kita,” ujar Dustin Wood, PhD, asisten profesor psikologi di Wake Forest University.

Melihat orang lain dengan positif akan memperlihatkan sifat positif kita. Sebaliknya, kata-kata negatif yang kita lontarkan tentang orang lain, dikaitkan pada sifat narsisisme, perilaku anti sosial, atau bahkan neuroticsim atau orang berkarakter labil, ujar tim peneliti.

Dalam studi ini, semua sukarelawan adalah mahasiswa yang diminta untuk menilai karakteristik positif dan negatif dari mahasiswa lain yang mereka kenal. Dan para peneliti menemukkan fakta, sukarelawan yang memiliki kecenderungan menggambarkan orang lain secara positif, akan menjadi indikator untuk menunjukkan sifat-sifat positif yang para sukarelawan miliki.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology juga menemukan, seberapa positif kita melihat seseorang akan menunjukkan seberapa besar pula tingkat kepuasan kita dalam menjalani hidup, dan seberapa banyak kita dicintai oleh orang lain.

Sedangkan sebaliknya, persepsi negatif pada orang lain dikaitkan dengan tingginya tingkat narsisme dan sifat anti sosial. “Kecenderungan untuk melihat orang lain secara negatif, mengindikasikan kita mengalami tekanan atau masalah dengan kepribadian,” jelas Wood.

Karena pandangan-pandangan negatif akan menuntun kita untuk mengalami beberapa masalah dalam kepribadian, maka temuan ini ingin mengajak kita semua untuk bisa melihat orang lain dari sisi yang lebih positif. Yang ujungnya akan mampu meredam segala sifat-sifat ‘jahat’ yang kita miliki.

Banyak pola prilaku yang biasa diteliti oleh para psikolog, ditentukan oleh bagaimana individu memandang orang lain dalam lingkungan mereka. Yang nantinya akan berubah bentuk menjadi pilihan perilaku yang kita inginkan, adaptasi dan yang dianggap pantas.

Peneliti mengatakan temuan mereka ini menunjukkan, apa yang kita lihat pada orang lain tidak lebih dari sebuah cerminan terhadap gambaran diri kita sendiri, hanya medianya melalui diri orang lain.

Jadi, masih ingin membicarakan hal yang buruk-buruk tentang orang lain? Saatnya kita berpikir ulang demi kebaikan kita sendiri.

sumber : klik disini

Foto-Foto Pengajian Ramadhan 16 dan 23 Agustus 2010


Tema ceramah : Zakat Sarana Mensucikan Diri.

Lokasi : KPKNL Jember

published by : okeaja39

Bapak Rahmat Effendi, Kepala KPKNL Jember dan KH. Hasyim
Pegawai dan keluarga besar KPKNL Jember
Pegawai dan keluarga besar KPKNL Jember

Meraih Lailatul Qodar


Aisyah RA berkata: sesungguhnya Rosulullah SAW apabila masuk 10 hari terakhir dari Bulan Ramadhan , ia mengencangkan kain dan menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (HR Sittah). Demikian disampaikan Ust. Samsuri Qodri, LC pada saat membuka pengajian ba’da dhuhur hari ini (30/08) di Lantai 5 Kantor Pusat Direktorat Jenderal kekayaan Negara (DJKN) Jl. Lapangan Banteng Timur Jakarta.

Ust Samsudin Qodri mengemukakan dua alasan kesungguhan Rosulullah pada 10 hari terakhir karena 10 hari terakhir merupakan akhir bulan yang penuh berkah   dan setiap amal perbuatan dilihat pada akhirnya sebagaimana doa yang dibaca Rosulullah SAW: ”Ya Allah jadikanlah sebaik hari-hariku adalah hari dimana aku menemuimu dan sebaik-baik umurku adalah yang terakhirnya dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”. Kedua, Lailatul Qodar yang penuh berkah terjadi pada 10 hari terakhir.

Sedangkan keutamaan Lailatul Qodar dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surat Al Qodr ayat 1-5: “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pala Lailatul Qodar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qodar itu? Lailatul Qodar lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Malaikat Jibril turun pada malam itu dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur tiap-tiap urusan. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.

Lebih Lanjut Ust Samsudin menyebutkan ada banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qodar diantaranya dari Al Bukhori yang artinya: ”Barang siapa berdiri (beribadat) pada Lailatul Qodar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR Bukhori). Mengenai waktu terjadinya Lailatul Qodar, Ia menjelaskan bahwa Lailatul Qodar terjadi pada bulan Ramadhan secara pasti karena malam itu adalah malam dimana Al Qur’an diturunkan sebagaimana disebutkan dalam Al qur’an surat Al Baqoroh ayat 185 yang artinya:”Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk itu serta membedakan antara yang haq dan batil”.

Hal ini diperkuat dengan sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa Lailatul Qodar terjadi pada 10 hari terakhir seperti diriwayatkan dari Aisyah RA yang berkata: Rosulullah selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan dan Nabi SAW bersabda: ”Carilah Lailatul Qodar pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan”. (HR Muttafaq alaih). Dalam riwayat lain, Nabi bersabda:”Carilah ia pada setiap malam ganjil”.(HR Muttafaq alaih).

Sedangkan amalan yang dilakukan pada saat Lailatul Qodar dijelaskan dengan hadits Nabi SAW yang berbunyi:”Barang siapa mendirikan sholat Isya berjamaah, seakan-akan ia telah berqiyamullail dan barang siapa mendirikan sholat subuh berjamaah, seakan-akan ia telah mendirikan sholat sepanjang malam seluruhnya”.(HR Ahmad dan Muslim). Terakhir, Ust Samsudin mengemukakan bahwa tanda-tanda Lailatul Qodar sebagaimana diriwayatkan dari Ubai ia berkata, Rosulullah SAW bersabda:”Pagi hari dari Lailatul qodar, matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi”. (HR Muslim). Selain itu diriwayatkan juga oleh Ibdu Abbas RA ia berkata, bersabda Rosulullah SAW:”Lailatul Qodar adalah malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit di pagi harinya lemah dan berwarna merah”.(HR Ath Thoyalisi, Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar, sanadnya hasan)

sumber : www.djkn.depkeu.go.id