Kenaikan Gaji PNS, Anggota TNI dan Polri (Masih Ditunda)


Kenaikan Gaji Belum Jelas

Membaca berita di Jawa Pos hari Sabtu, 3 April 2010, dahi saya agak berkerut (???). Kenapa masalah kenaikan gaji seperti mengambang lagi. Padahal Ditjen Perbendaharaan melalui Surat Edaran Nomor : SE-06/PB/2010 telah mengatur juknis dari kenaikan gaji tersebut. Pembayaran Gaji bulan Mei 2010 harus sudah menggunakan besaran gaji pokok baru. Kekurangan pembayaran gaji bulan Januari s.d. April 2010, diupayakan dapat dibayar pada bulan Mei 2010. SE-06/PB/2010 tersebut juga telah menunjukPeraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2010 sebagai dasar kenaikan gaji.

Semoga saja wartawan Jawa Pos salah mengutip, sehingga PNS jadi menerima kenaikan gaji sebesar + 5 %, serta menerima rapel dari bulan Januari s.d. April 2010 pada bulan yang sama. Semoga…

link berita dari Jawa Pos, bahwa PP Kenaikan gaji PNS belum ditandatangani :  http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=126323

link berita dari blog ini tentang kenaikan gaji PNS : https://ekolumajang.wordpress.com/2010/03/22/kenaikan-gaji-pns-anggota-tni-dan-polri/

Pelantikan Pejabat Eselon IV DJKN


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SK Mutasi Eselon IV DJKN dowload disini

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto melantik sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan DJKN pada tanggal 1 April 2010 di Lantai 5 Gedung Syafrudin Prawiranegara Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Hadir dalam pelantikan ini segenap pejabat eselon II Kantor Pusat DJKN, Kepala Kanwil VII DJKN Jakarta, perwakilan Kepala KPKNL di Jakarta dan sejumlah rohaniawan serta 47 orang pegawai yang dilantik untuk wilayah kantor pusat dan unit kerja di wilayah Kanwil VII DJKN Jakarta.

Pada kesempatan mutasi kali ini, DJKN telah menempatkan pejabat eselon IV sebanyak 325 orang, terdiri dari promosi sebanyak 109 orang, mutasi/rotasi sebanyak 212 orang dan pembebasan jabatan karena tugas belajar sebanyak 4 orang sesuai dengan Keputusan Dirjen Nomor : KEP-06/KN/UP.11/2010 tanggal 31 Maret 2010 tentang Mutasi Para Pejabat Eselon IV di Lingkungan DJKN.

Dalam sambutannya, Dirjen Kekayaan Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan mutasi/rotasi merupakan hal yang rutin dilakukan suatu organisasi dalam mendapatkan pejabat/pegawai yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya, baik secara hard competency maupun soft competency untuk mendukung kinerja dan meningkatkan produktivitas organisasi.

Dirjen berpesan kepada pejabat yang dilantik agar mampu menjadi teladan bagi staf dan jajarannya dalam melaksanakan tugas dengan spirit core values DJKN yaitu: Integrity, Sincerity dan Commitment sehingga dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi optimal dalam perumusan kebijakan, penyelesaian pekerjaan dan peningkatan kinerja. “Jabatan adalah amanah dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab”,  tegasnya.

Lebih lanjut, Dirjen menyampaikan bahwa mutasi dilakukan karena kepercayaan bahwa pegawai yang bersangkutan mampu mengemban tanggung jawab yang baru dan promosi dilakukan agar pegawai tersebut menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.

Dirjen mengharapkan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar memiliki keunggulan, memberikan warna dalam pengambilan kebijakan, memperbaiki kinerja dengan senantiasa mengevaluasi kinerja pribadi, serta menerapkan quality assurance dalam pengambilan keputusan.

Menyikapi pemberitaan akhir-akhir ini, lanjutnya, diperlukan upaya bersama dalam penegakan reformasi birokrasi sehingga Kementerian Keuangan dapat mewujudkan Good governance yang salah satu caranya dengan saling mengawasi dan saling mengingatkan dalam menjalankan tugas.

sumber : http://www.djkn.depkeu.go.id

Mutasi Eselon IV DJKN Maret 2010


Peralatan Yang Mesti Disiapkan Untuk Mutasi

Menurut informasi, hari ini pelantikan pejabat eselon IV di Kantor Pusat DJKN. Selamat bagi pejabat yang telah dipercaya mengemban amanah. Semoga sukses dan bermanfaat bagi keluarga besar DJKN.

SK Mutasi Eselon IV DJKN 2010 download disini

Untuk informasi diklat penilaian properti dasar download disini

Untuk informasi diklat  supervisor TIK DJKN Pemula download disini

Profil Risiko dan Sosialisasi Manajemen Risiko DJKN klik disini

How To Train Your Dragon


How To Train Your Dragon

Kami berkesempatan menonton film animasi baru produksi Dreamwork “How To Train Your Dragon” di XXI PIM, itung2 melepas penat selama Diklat, menurut kami, film ini layak mendapat nilai 8 dari skala 10. Berikut sinopsis dari film tersebut :



Dragon 1

Dragon 2

Ini adalah sebuah film yang mengangkat mitos mengenai bangsa Viking dan Naga.

Tokoh utama yaitu Hiccup merupakan sosok seorang yang humoris dan jenaka, tak terlihat sama sekali karakter seorang Viking dalam dirinya.

Hiccup tinggal di sebuah pulau yang juga di huni Naga, salah satu aktivitas Viking adalah berburu Naga.

Suatu ketika sang ketua suku Viking yaitu Stoick The Vast memerintahkan untuk berburu Naga, salah satu anaknya juga ikut yang tidak lain adalah Hiccup.

Walaupun tampangnya lemah, Hiccup berhasil mengalahkan se ekor naga yang boleh dibilang adalah penguasa Naga di pulau Berk tersebut.
Hiccup yang tidak tega membunuh Naga tersebut malah membuatnya jadi bersahabat, Naga tersebut diberi nama Toothless.

Hiccup pun mengetahui sebenarnya tujuan Naga tersebut menyerang bangsa Viking.

Dragon 3

Dragon 4

Jenis Film : Animation – Semua Umur
Produser : Bonnie Arnold, Michael Connolly, Tim Johnson
Produksi : Dream Work
Durasi : 123
Pemain : Jay Baruchel
America Ferrera
Jonah Hill
Gerard Butler
Christopher Mintz-Plasse
Craig Ferguson
Sutradara : Chris Sanders
Dean Deblois
Penulis : Adam F. Goldberg
Peter Tolan
Dean Deblois
Chris

Selamat menonton…..

Sirine Kehidupan Kemenkeu


Gedung Kementerian Keuangan

Jakarta, 27/03/10 MoF (Fiscal) News – Ada hal yang unik dan menarik yang selalu menemani aktivitas seluruh pegawai Kementerian Keuangan setiap harinya. Bukan pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan, melainkan suara sirine yang bergema sebanyak empat kali dalam sehari. Suara sirine ini sudah ada semenjak berdirinya gedung tua saat Belanda berkuasa. Keberadaan sirine tersebut disimbolisasikan dengan prasasti MDCCC IX, Ondidit Daendels dan MDCCC XXVIII, Erexit Du Bus.

Menurut cerita para pelaku sejarah, suara sirine ini sudah ada sejak Tahun 1973. “Dahulu kala, pemencetan tombol sirine ini dilakukan oleh para pimpinan dan dilanjutkan oleh para pegawai di Bagian Organisasi Dalam (Ordal),” ujar Rendra Komara Sandi, Komandan Pleton (Danton) I Keamanan Kemenkeu saat dijumpai di Gedung Tua / Induk Kemenkeu, Kamis (25/03).

Saat ini Tombol Sirine ditekan oleh setiap grup atau Danton dari tiga Danton yang ada sebanyak empat kali sehari. Untuk tanda jam masuk dari Senin hingga Jumat pada pukul 07.30 WIB. Adapun untuk waktu istirahat, dari Senin hingga Kamis pukul 12.15 WIB dan waktu masuk kerja kembali pukul 13.00 WIB. Khusus untuk hari Jumat karena ada kegiatan ibadah sholat Jum’at untuk pegawai beragama Islam, bel istirahat pada pukul 11.30 WIB dan bel masuk kembali pada pukul 13.15 WIB, sedangkan untuk pemencetan bel pulang dilakukan pada pukul 17.00 WIB setiap hari kerja. Demikian diungkapkan Nurohman petugas keamanan yang sedang mendampingi kepala Dantonnya tersebut.

“Semenjak saya bekerja dari Tahun 1983 saat masih bernama Departemen Keuangan hingga saat ini, suara sirine ini sangat membantu saya dan kebanyakan pegawai Kementerian Keuangan,” ungkap Setiawan pegawai Kemenkeu. Menurutnya, dengan keberadaan suara sirine ini, pegawai merasa sangat terbantu. “Kami jadi mengetahui kapan waktu istirahat, selesai istirahat, dan yang terpenting saat pulang agar kami tidak absen sebelum bel berbunyi, karena bila kami lalai akan dikenai potongan,” ujar Setiawan sambil tertawa sesaat setelah melakukan absen di Gedung Tua/ Induk Kemenkeu.

sumber : http://www.depkeu.go.id

Sri Mulyani: Kalau Mau Kaya, ya Keluar dari Birokrat


Menteri Keuangan SMI

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mereformasi birokrasinya. Menurutnya reformasi birokrasi membutuhkan keberanian.

Ia pun menegaskan reformasi birokrasi di bidang perpajakan dan  kepabeanan akan terus berlanjut. Sri Mulyani  mengingatkan birokrasi bukanlah sebuah ladang untuk mencari kekayaan pribadi.

“Kalau mau kaya, ya keluar saja dari birokrasi,” kata Sri Mulyani di depan para investor asing pada acara Indonesia Summit, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/3/2010) malam.

Reformasi birokrasi itu, kata Sri Mulyani, bertujuan untuk membangun birokrasi menjadi rasional. Yaitu dengan memberikan insentif bagi pegawai yang berprestasi dan punishment (hukuman) bagi pegawai yang melanggar.

Sehingga, kata dia, dalam reformasi birokrasi  perlu pengembangan teknologi dan memperbaiki tingkat pendapatan aparat. Selain itu, harus ada standar hidup yang layak bagi pegawai, agar menekan praktek maupun niatan korupsi.

Mengenai korupsi, menurut Sri Mulyani, budaya Indonesia sangat unik. Ia mencontohkan  terkait adanya indikasi korupsi di sebuah lembaga, dalam kenyataannya  di lapangan selalu saja ada pameo untuk  tidak melaporkan karena menghormati si pelaku terkait posisi status. Hal ini juga ada semacam kekhawatiran jika melaporkan kasus korupsi, maka orang yang dilaporkan akan melapor balik perbuatan buruk  si pelapor.

“Saya tidak peduli latar belakang pegawai saya, kalau salah ya harus diberi sanksi,” tegasnya.

Di depan investor asing, Sri Mulyani  mengakui kalau institusi Ditjen Pajak yang ia komandoi merupakan lahan ‘basah’. Sehingga, sumber daya manusia sangat penting untuk diperbaiki.

Ia juga mencontohkan beberapa kasus yang terkait  penyimpangan anak buahnya di lapangan, misalnya yang terjadi di Bea dan Cukai Tanjung Priok yang  telah diungkap oleh  KPK. Bahkan godaan-godaan terhadap stafnya pun terjadi dalam pengawasan Bea dan Cukai di Bandara Soekarno-Hatta terkait upaya penyelundupan narkoba.

“Birokrasi selalu dicoba setiap hari. Ini menjadi tantangan penting. Organisasi yang sehat seperti tubuh yang sehat. Ini yang coba saya lakukan dalam institusi saya,” katanya.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa selama empat tahun terakhir penerimaan pajak meningkat pesat. Hal ini terkait dengan reformasi birokrasi di tubuh Ditjen Pajak. Langkah tersebut harus terus ditingkatkan dan  pihaknya harus terus bekerja keras untuk memperbaikinya.

“Contohnya soal kasus salah satu pegawai kita di Ditjen Pajak yang sedang ramai saat ini. Ini perlu diberikan perhatian khusus,” katanya.

Sri Mulyani juga menegaskan akan terus meningkatkan jumlah wajib pajak hingga 25 juta wajib pajak hingga 3 tahun ke depan dari saat ini yang hanya 16 juta wajib pajak. Pemerintah optimistis jumlah itu akan tercapai sejalan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita mengincar jumlah yang kita anggap sesuai dengan tingkat perekonomian dan jumlah penduduk, yaitu 20-25 juta wajib pajak,  ini diharapkan 2-3 tahun ke depan,” katanya.

sumber : http://www.detiknews.com

Trailer ‘EAT, LOVE, PRAY’ Pertontonkan Scene di Bali


Julia Roberts di Bali

Film baru Julia Roberts, EAT, LOVE, PRAY tentunya punya nilai tersendiri bagi Indonesia, pasalnya sebagian lokasi syuting film ini ada di Bali. Dalam trailer barunya, ditunjukkan beberapa adegan di mana Roberts bersepeda di dekat persawahan.

Trailer baru tersebut diawali dengan petuah dari Ketut Liyer dan scene pura di Bali. Dalam salah satu adegan di trailer, diceritakan karakter Roberts terlibat hubungan cinta dengan pria yang lebih muda yang diperankan James Franco. Tapi akhirnya memutuskannya untuk mencari jati diri.

Film ini diadaptasi dari buku memoir Elizabeth Gilbert dengan judul sama EAT, LOVE, PRAY. Beberapa bintang lain yang berperan di film ini antara lain Javier Bardem, Billy Crudup, Richard Jenkins dan Viola Davis. Bardem salah satu yang ikut syuting ke Bali. Film besutan Ryan Murphy ini akan mulai tayang di bioskop AS pada 30 Agustus mendatang.

Trus kapan tayang di Indonesia nich ???

sumber : http://id.news.yahoo.com/kplg/20100325/ten-trailer-eat-love-pray-pertontonkan-s-0e0ad67.html

Gaji Pegawai Ditjen Pajak (Gayus) Rp 12,1 Juta per Bulan


*) hhhaaaa…… ternyata selama ini bagaikan bumi dan langit ya… masyarakat awam biasanya menyamaratakan pegawai Departemen Keuangan = Pajak (yg laen numpang)… tapi, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. 🙂

Berdasarkan informasi dari Irjen Kementerian Keuangan Hekinus Manao, gaji PNS Ditjen Pajak setingkat Gayus Tambunan totalnya mencapai Rp 12,1 juta per bulan. “Gaji dan berbagai tunjangan Rp 2,4 juta. Remunerasi Rp 8,2 juta, dan imbalan prestasi kerja rata-rata Rp 1,5 juta. Jadi total gaji per bulan adalah Rp 12,1 juta,” tuturnya.

selengkapnya

*) NB : hanya pendapat pribadi

Kalender Diklat DJKN Tahun 2010


Tahun 2010 ini, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara bekerja sama dengan Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan (KNPK) menjadwalkan kegiatan diklat sepanjang tahun 2010, diantaranya : DTSS Juru Sita Piutang Negara, DTSS Beracara di Pengadilan, DTSS Supervisor TIK DJKN Tingkat Madya, DTSS Penilaian Properti Dasar, DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara, DTSS Pejabat Lelang dan lain sebagainya. Dengan tujuan akhir, untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dari pegawai menuju pelayanan prima.

Kalender diklat dapat di download disini

Informasi ini juga dapat di dapatkan di website Pusdiklat KNPK di http://www.bppk.depkeu.go.id/webpkn.

Semoga bermanfaat

Kenaikan Gaji PNS, Anggota TNI dan Polri


Sehubungan dengan telah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2010 dan Surat Edaran Ditjen PBN Nomor : SE-06/PB/2010 tentang Penyesuaian Besaran Gaji Pokok PNS, Anggota TNI dan Polri, maka kenaikan gaji terhitung mulai tanggal 1 Januari 2010.

Pembayaran Gaji bulan Mei 2010 harus sudah menggunakan besaran gaji pokok baru. Kekurangan pembayaran gaji bulan Januari s.d. April 2010, diupayakan dapat dibayar pada bulan Mei 2010.

Semoga kinerja PNS, Anggota TNI dan Polri semakin meningkat dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Aminnnn….

Tabel Gaji Pokok baru dapat di download disini