Arsip untuk Maret, 2011

Skenario Khadafy


lihat bodyguardnya

KEBERHASILAN pasukan pendukung Moammar Khadafy merebut kembali Misrata memberikan gambaran bahwa 10 hari gempuran udara koalisi pimpinan NATO gagal melumpuhkan pasukan pendukung pemimpin Libya itu. Dengan kata lain, tidak mudah menundukkan pasukan Khadafy atau serangan udara yang dilakukan koalisi selama ini masih belum cukup, masih belum mematikan.

Memang sudah banyak mesin perang pasukan Khadafy yang hancur. Namun, menurut citra satelit, Khadafy masih memiliki 20 barak pasukan lengkap dengan tank dan senjata artileri. Kedua puluh barak itu ada di sepanjang pantai Laut Tengah (The New York Times, 29/3).

Henry Boyd, seorang analis militer dari International Institute for Strategic Studies di London, menambahkan, dari sekitar 50.000 tentara yang ada, Khadafy hanya memercayai dua milisi, yang seluruhnya berjumlah sekitar 10.000 personel.

Kedua milisi itu adalah Brigade Ke-32 yang sangat loyal kepada Khamis—salah seorang anak Khadafy yang beberapa hari silam diberitakan tewas—dan Resimen Kesembilan, yang di bawah komando anaknya yang lain, Muatassim. Kedua milisi ini beranggotakan orang-orang dari suku Warfalla, Margaha, dan Qaddafa.

Masih menurut Henry Boyd, sebagian besar milisi itu ada di sekitar Tripoli, ”untuk melindungi Khadafy dari ancaman internal dan bukannya eksternal”. Mereka yang ada di sekitar Khadafy adalah orang-orang satu suku.

Kekhawatiran akan ada ”pembelotan” memang sudah muncul. Khadafy masih mencatat peristiwa tahun 1986. Saat itu salah seorang sepupunya, yang jadi komandan militer, berbeda pendapat, menentang Khadafy. Masalah selesai setelah jasad sang sepupu ditemukan di luar pintu gerbang kompleks Khadafy di Tripoli. Tahun 1993, ada usaha kudeta yang dilakukan para perwira dari suku Warfalla dan Qaddafa. Gagal.

Kemungkinan adanya ”pembelotan” itu menjadi salah satu skenario yang akan mengakhiri rezim Khadafy. Gerald F Seib dalam artikelnya di The Wall Street Journal (29/3) menambahkan, ada tiga skenario lagi. Pertama, meningkatnya tekanan dari luar. Pertemuan para pemimpin dan diplomat dari 40 negara di London hari Selasa lalu adalah salah satu bentuk peningkatan tekanan. Mereka bersepakat untuk menyiapkan pemerintahan dalam pengasingan yang akan mengambil alih pemerintahan Khadafy. Selain itu, juga peningkatan serangan udara untuk melemahkan legitimasi Khadafy.

Kedua, memecah Libya menjadi dua: Libya barat dengan Tripoli sebagai ibu kotanya dan Libya timur dengan Benghazi sebagai ibu kotanya. Ini akhir yang tragis. Ketiga, Khadafy dan anak-anaknya menunggu sampai Barat (koalisi) tak begitu tertarik lagi kepada Libya. Lalu mereka menggempur lagi pasukan oposisi. Bagi Khadafy, tak masalah Libya ada di bawah zona larangan terbang. Saddam Hussein pernah mengalami hal yang sama dan tidak apa-apa.

Semua itu hanyalah skenario, reka-rekaan yang bisa kejadian dan bisa juga meleset. Pemimpin Libya yang saat ini berusia 68 tahun itu sudah mengalami tujuh presiden AS, yang ketika ia mulai berkuasa barangkali Barack Obama masih mahasiswa.

Namun, perlu diingat, Resolusi DK PBB Nomor 1973 tidak memberikan mandat penyingkiran Khadafy, tetapi hanya untuk melindungi rakyat sipil dari serangan tentara Khadafy. Itu saja!!

 

Tinggalkan komentar

Dirjen Perbendaharaan Takut Digantung Menkeu


Dirjen Perbendaharaan

Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agus Suprianto akan serius menerapkan pemotongan Pagu bagi Kementerian dan Lembaga (K/L) yang penyerapannya masih lemah.

Agus menjelaskan, akan ada dua langkah yang diambil guna memaksimalkan penyerapan yang dilakukan K/L.

“Pertama, Kita panggil, kita ingatkan belanja modal itu penting karena menjadi kontribusi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan, untuk pembangunan infrastruktur, dan lain-lain,” ujar dia kala dihubungi di Jakarta, Selasa (29/3/2011).

Selanjutnya Agus menjelaskan, dirinya juga mengingatkan jika tahun ini sudah diterapkan sistem reward and punishment. Oleh karena itu, dia dengan tegas mengatakan jika memang penyerapannya rendah maka pemotongan pagu sudah pasti dihibahkan pada K/L tersebut.

“Kalau bapak enggak serius, akan ada pengurangan pagu di tahun berikutnya, kami punya kewajiban untuk mengingatkan. Sambil mendengarkan kendala-kendalanya yang masih dalam tahap persiapan,” tuturnya.

Dia mengakui, pada Februari terlalu dini untuk belanja modal. Namun kewajiban sudah jadi sebuah kewajiban untuk mengingatkan. Untuk Maret ini dia menjelaskan memang ada peningkatan walaupun belum bagus.

“Memang kalau berbicara kontrak terminal pertama, anggaran bisa ditagih kalau progres (proyek) fisik 20 persen. Jadi wajar kuartal I belum ada tagihan,” ujarnya.

Menurutnya semua program ini harus dijalankannya jika dia tidak ingin mendapat hukuman dari Menteri Keuangan. “Sebab kalau enggak jalan nanti saya bisa digantung Pak Menteri,” kelakarnya.

Tinggalkan komentar

Sertijab Pejabat Eselon II, Pelantikan Ketua PUPN Cabang dan Penandatangan Kontrak Kinerja


Sumber : www.djkn.depkeu.go.id

Dirjen KN

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto melantik sekaligus mengambil sumpah Ketua Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) cabang yang baru di Gedung Syafruddin Prawiranegara Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Jakarta.

Adapun nama-nama Ketua PUPN cabang yang dilantik serta diambil sumpahnya sebagai berikut:

1.      Ketua PUPN Cabang Sumatra Utara M. Djalalain

2.      Ketua PUPN Cabang Riau Tri Intiaswati

3.      Ketua PUPN Cabang Lampung A.T Hasbullah

4.      Ketua PUPN Cabang Banten Mustafa Bin Husein

5.      Ketua PUPN Cabang DKI Jakarta Aminah

6.      Ketua PUPN Cabang Jawa Barat Edy Susianto

7.      Ketua PUPN Cabang Jawa Timur Lalu Hendry Yujana

8.      Ketua PUPN Cabang Kalimantan Barat Nur Purnomo

9.      Ketua PUPN Cabang Kalimantan Selatan Suhadi

10.   Ketua PUPN Cabang Kalimantan Timur Sapto Mintarto

11.   Ketua PUPN Cabang Sulawesi Utara Tavianto Noegroho

Acara penandatangan naskah pelantikan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kanwil X DJKN Surabaya Lalu Hendry Yujana dan Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto dengan saksi Sekretaris DJKN Agus Rijanto Sedjati dan Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Soepomo.

Sebelum pelantikan Ketua PUPN cabang, dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat eselon II yang lama kepada pejabat eselon II yang baru.

1.      Sekretaris DJKN

Lalu Hendry Yujana kepada Agus Rijanto Sedjati

2.      Direktur Hukum dan Humas

Agus Rijanto Sedjati kepada Purnama T. Sianturi

3.      Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi

Agus Rijanto Sedjati kepada Susiadi Prayitno

Pardiman kepada Susiadi Prayitno

Arif Baharudin kepada Susiadi Prayitno

4.      DIrektur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain

Susiadi Prayitno kepada Soepomo

5.      Direktur Barang Milik Negara

Arif Baharudin kepada Pardiman

6.      Direktur Penilaian

Arif Baharudin kepada Ida Bagus Aditya Jayaantara

7.      Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan

Purnama T. Sianturi kepada Teguh Wiyono

8.      Tenaga Pengkaji Restrukturisasi. Privatisasi dan Efektifitas Kekayaan Negara Dipisahkan

Teguh Wiyono kepada Nuning S.R Wulandari

9.      Kepala Kanwil II Medan

Nur Purnomo kepada M. Jalalain

10.   Kepala Kanwil III Pekanbaru

Mustafa Husein kepada Tri Intiaswati

11.   Kepala Kanwil V Bandar Lampung

Tri Intiaswati kepada A.T Hasbullah

12.   Kepala Kanwil VI Serang

Edy Susianto kepada Mustafa Husein

13.   Kepala Kanwil VII Jakarta

A.T Hasbullah kepada Aminah

14.   Kepala Kanwil VIII Bandung

Aminah kepada Edy Susianto

15.   Kepala Kanwil XII Banjarmasin

Sapto Mintarto kepada Suhadi

16.   Kepala Kanwil XIII Samarinda

Suhadi kepada Sapto Mintarto

17.   Kepala Kanwil XIV Denpasar

M. Jalalain kepada Irawan selaku PLT Kakanwil Denpasar

Selain itu juga dilakukan penandatangan kontrak kinerja oleh Seluruh Pejabat Eselon II DJKN baik Direktur, Tenaga Pengkaji maupun Kepala Kantor Wilayah seluruh Indonesia disaksikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto.

Dalam arahannya, Dirjen menegaskan bahwa mutasi, promosi dan rotasi adalah sesuatu hal yang biasa karena prinsip mutasi adalah membentuk pola kerja yang lebih produktif untuk mewujudkan core values DJKN yakni integrity. commitment, and sincerity.

Berdasarkan capaian kinerja DJKN tahun 2010, hasil capaian DJKN cukup menggembirakan karena mencapai 112 %. “Ini merupakan bukti bahwa kitra telah bekerja secara maksimal.” ujarnya. Kerja keras ini, lanjutnya, merupakan kerja keras dari seluruh jajaran DJKN, sehingga tidak ada yang lebih besar maupun lebih kecil kontribusinya terhadap keberhasilan ini karena semua sesuai proporsinya masing-masing.

Dirjen menegaskan bahwa leadership itu penting. Ibaratnya, seseorang yang jago mengemudi tapi tidak tidak mempunyai keberanian untuk melaju dengan cepat berarti sama saja tidak ada gunanya. Selain itu, Dirjen juga menyoroti tentang percepatan penyelesaian piutang negara yang harus selesai tahun 2014, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND), sistem informasi dan pentingnya hubungan masyarakat dan stakeholder bagi DJKN.

Tinggalkan komentar

Menteri Keuangan Lantik Eselon II DJKN Maret 2011


Pelantikan Eselon II DJKN Maret 2011

Menteri Keuangan (Menkeu), pada hari ini (18/03/2011) bertempat di Aula Djuanda Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan , melantik 20 pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Para pejabat yang dilantik pada hari ini adalah :

 

selengkapnya, klik disini

Tinggalkan komentar

Penyesuaian Gaji Pokok PNS, TNI dan Polri Tahun 2011


Gaji Bulanan

 

Penyesuaian Besaran Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2011 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : SE-09/PB/2011, informasi selengkapnya klik disini untuk download daftar gaji yang telah disesuaikan.

4 Komentar

Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi


sumber : http://www.kpknljember.djkn.or.id

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM PASCAKUALIFIKASI

Tinggalkan komentar

Aku Wariskan Perkebunan di Facebook!


Seorang kakek yang sudah mendekati ajal membisikkan sesuatu kepada cucunya.

Kakek: Cu, kakek sudah tidak kuat lagi. Sepertinya malaikat pencabut nyawa sudah datang. Sebelum dia mencabut nyawa ini, Kakek ingin sekali kamu yang merawat perkebunan milik Kakek. Tolonng diteruskan perawatannya…

Cucu: Sudah tidak usah dipikirkan, kek… Pikirkan saja kesehatan kakek. Soal perkebunan biar nanti saja. (Dalam hati si cucu “Asyiikkk, gue dapet warisan!”)

Kakek: Aku serahkan segala isi kebun, ternak, villa, traktor, semuanya untuk kamu. Tolong rawat baik-baik. Jangan lupa setiap hari kamu siram. Dan kalau nemu sapi yang hilang, ambil saja.

Cucu: Baik kek, tenang saja pasti saya urus. Tapi kenapa saya baru tahu kalo kakek punya perkebunan? dimana lokasinya? sertifikatnya mana?

Kakek: Ada cu. Itu di komputer. Buka Facebook saja. Perkebunan kakek ada di FARMVILLE. Nanti kakek beritahu PASSWORD-nya.

Cucu: *Gubraaakkk! Pingsan*

1 Komentar

%d blogger menyukai ini: