Makna Logo Harjalu


Hari ini, Kabupaten Lumajang memasuki usianya yang ke-756, dijadwalkan nanti malam (15/12/2011) Bupati Sjahradzad Mazdar membuka pekan budaya dan pesta kembang api.

Pada Harjalu ke-756 ini, Pemkab Lumajang membuat logo khusus, yakni Logo Jaran Kencak atau Kuda Kencak yang dijadikan logo atau maskot pada Harjalu ke 756 diharapkan akan menjadi kebanggaan masyarakat Lumajang, karena pada galibnya dengan logo Jaran Kencak tersebut Kabupaten Lumajang akan mengenalkan kepada masyarakat Lumajang dan masyarakat dari luar Lumajang bahwa kesenian Jaran Kencak merupakan potensi karya seni budaya yang paling menonjol diantara kesenian lain yang berkembang di Kabupaten Lumajang semisal Godril, Dhangglung, Glipang, Topeng Kaliwungu.

Dari beberapa kesenian yang ada tersebut Jaran Kencak mempunyai keistimewaan karena kesenian Jaran Kencak tumbuh dan berkembang hampir merata di seluruh Kabupaten Lumajang. Jaran Kencak merupakan salah satu karya seni yang hampir dimiliki oleh semua masyarakat seni Lumajang di semua kecamatan. Oleh karenanya pada Hari Jadi Lumajang (HARJALU) ke 756 digunakan sebagai momentum untuk semakin mengenalkan kesenian Jaran Kencak, karena pada kegiatan Harjalu kali ini dimungkinkan akan dihadiri oleh banyak orang. Jadi sangatlah tepat apabila Logo Jaran Kencak dipergunakan sebagai media untuk mengenalkan potensi Jaran Kencak dan menjadi sebuah simbol pengakuan bahwa Jaran Kencak adalah milik Lumajang.

DIRGAHAYU LUMAJANG-KU

Gunung Gamalama Meletus (Lagi), Warga Tidak Panik


warga tara panik

TERNATE – Gamalama kembali menunjukkan aktivitasnya dalam dua hari terakhir. Letusan terakhir terjadi pada pukul 17.52 WIT.
Gamalama meletus dan bererupsi mengeluarkan asap hitam tebal yang membumbung hingga setinggi 1.500 meter.

Sebelumnya dalam selang waktu yang tak lama, tiga letusan juga terjadi hingga melontarkan asap tebal sejauh 500 sampai 1.000 meter. Tidak seperti Minggu kemarin, letusan hari ini tidak sampai memunculkan hujan abu di kota Ternate. Warga pun tidak terlihat panik.

Malahan beberapa justru mengabadikan suasana tersebut dengan kamera ponselnya.
“Untuk kenang-kenangan,” kata Tikno, salah satu warga Takoma, Ternate Tengah pada okezone, Senin (12/12/2011).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Pos pemantau Gunung Gamalama mencatat letusan terakhir yang terjadi terjadi pukul 17.52 WIT.

“Letusannya sebanyak empat kali,” kata Kepala Badan Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Kawasan Wilayah, Timur Kristanto.

Terkait letusan ini, warga diminta tenang dan tetap waspada serta dilarang mendekati puncak gunung pada radius lima hingga enam kilometer (km), sebab Gunung Gamalama hingga saat ini masih berstatus siaga dan aktifitas vulkaniknya masih fluktuatif.

sumber : okezone