Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2017


logo depkeuMenteri Keuangan telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun Anggaran 2017. Beberapa perubahan pada SBM adalah :

  • Tarif hotel yang sama antara Golongan I/II dan Pejabat Eselon IV / Golongan III.
  • Terdapat satuan biaya uang lembur dan uang makan lembur bagi pegawai non PNS, untuk satpam, pengemudi, petugas kebersihan dan pramubakti
  • Kenaikan honorarium untuk satpam, pengemudi, petugas kebersihan dan pramubakti.

silahkan download peraturan : PMK 33 2016 SBM 2017

Sesjen Luncurkan Spirit PRIME


sumber : http://www.kemenkeu.go.id/

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto didampingi Tenaga Pengkaji Bidang Perencanaan Strategik Dini Kusumawati dan Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Aparatur Harry Z. Soeratin meluncurkan spirit PRIME Sekretariat Jenderal (Setjen) di Jakarta (1/3)

Jakarta, 01/03/2016 Kemenkeu – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto meluncurkan spirit Sekretariat Jenderal (Setjen) yaitu PRIME yang merupakan turunan dari nilai-nilai serta program budaya Kementerian Keuangan. Setjen sebagai salah satu unit di bawah Kementerian Keuangan, berusaha menjadi Prime Mover untuk mendukung segala tugas dan fungsi organisasi. “Kemenkeu adalah satu institusi yang harus leading di Indonesia. Akan kita tingkatkan di level regional dan internasional,” katanya.

Dalam paparannya, Sesjen menjabarkan berbagai kunci sukses PRIME yang terdiri dari Professional, Responsive, Innovative, Modern danEnthusiastic. “Pertama Professional kunci suksesnya, menjadi ahli di bidangnya dengan keunikan masing-masing pribadi, kerja tuntas dan akurat penuh tanggung jawab dan komitmen, asah kemampuan dan pengetahuan, serta manajemen waktu dan bekerja dengan hati,” jelasnya.

Kedua, Responsive yaitu bagaimana merespon terhadap perubahan yang ada. “Memberikan layanan tepat waktu dan transparan, Inisiatif menggali kebutuhan layanan, Cekatan dalam menyekesaikan masalah, serta Proaktif untuk meningkatkan kualitas layanan,” papar Sesjen.

Ketiga yaitu Innovative, dimana kunci suksesnya antara lain membuat terobosan baru, berani kemukakan pendapat positif dan bernilai tambah, partisipasi aktif, mengapresiasi kreativitas, serta kenali perubahan kebutuhan pemangku kepentingan.

Menurut Sesjen, Modern berarti adanya penggunaan alat teknologi untuk meningkatkan kualitas kerja, serta mendorong perubahan gaya hidup. “Menggunakan metode dan alat terkini agar memberikan hasil yang lebih baik, cepat menguasai teknologi terkini, serta menggunakan teknologi yang digunakan pemangku kepentingan (penggunaan gadget, media sosial),” tambahnya.

Terakhir adalah Enthusiastic, yang ditunjukkan dengan antusiasme dan semangat kerja yang tinggi, penuh tanggung jawab, serta inisiatif menggali kebutuhan layanan. (as)