Mengamankan Data Aplikasi Bendahara Pengeluaran


sumber : Bendahara APBN

Mengamankan data aplikasi bendahara yang sedemikian banyaknya sering kali dilalaikan oleh bendahara maupun operator. Pentingknya mengamankan data baru disadari saat aplikasi  maupun saat PC/Laptop rusak. Dimana faktor-faktor yang dapat menimbulkan kerusakan ini banyak, bisa dari virus, human error (kesalahan pengguna), kerusakan hardisk, dsb.
Untuk mengantisipasi kerusakan tersebut sebaiknya rekan-rekan rutin melakukan backup. Backup sebaiknya ditempatkan di media eksternal seperti flashdisk, eksternal harddisk, CD, email, dropbox, mediafire, dsb. Kenapa ke media eksternal ? Karena adanya resiko kerusakan hardisk PC/Laptop anda. Saat hardisk rusak maka hilang semua data anda.
Disetiap aplikasi yang harus dikelola bendahara pengeluaran diantaranya RKAKL, SPM, GPP, SAKPA, SIMAK BMN dan Persediaan telah disediakan menu backup. Keuntungan menggunakan menu backup dari aplikasi adalah ukuran file backup yang dihasilkan relatif kecil.

Akan tetapi mengantisipasi kegagalan file hasil backup dari aplikasi, ada baiknya kita membackup langsung ke database aplikasi. Dari pengalaman yang pernah saya alami, file backup yang dihasilkan dari aplikasi SPM tidak bisa direstore.

Berikut ini file-file yang harus dicopy untuk mengamankan database aplikasi :
  1. Aplikasi SPM ==> copy folder DBSATKER yang ada di direktory C atau kalo ukuran file terlalu besar bisa dicopy folder data yang ada di dalam folder dbsatker. Kalo masih terlalu besar juga copy folder sql13 yang ada di folder data.
  2. Aplikasi RKAKL ==> copy folder RKAKLDIPAl3 yang ada di direktory C ataufolder db yang ada di folder RKAKLDIPA13.
  3. Aplikasi GPP ==> copy folder MYGPP yang ada di direktory C atau folder datayang ada di folder MYGPP.
  4. Aplikasi SAKPA ==> copy folder SAKPA13 yang ada di direktory C atau copyfolder trn yang ada di folder SAKPA13
  5. Aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan ==> copy folder dbbmn10 yang ada di C:/program files. Karena letaknya tersembunyi di dalam program files, saat ada yang menginstall ulang Windows sering kali database SIMAK BMN dan Persediaan ini terlewatkan.

Ukuran file backup mengunakan cara manual ini memang ukurannya lebih besar dari file backup yang dihasilkan aplikasi. Namun ada keuntungan lebih dari backup manual ini yaitu ketika aplikasi diinstall ulang, kita tidak perlu melakukan setting referensi dari awal.

Silahkan rekan-rekan pilih yang disukai, mau backup manual atau lewat aplikasi. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Kalau saran saya buat backup keduanya, manual dan aplikasi. Simpan hasil backup di media internet karena resiko hilang lebih kecil dan bisa diakses dimana saja ketika lupa membawa media flashdisk dan sejenisnya.

Jika ingin proses backup data otomatis menggunakan aplikasi silahkan baca tulisan cara membackup data bendahara secara otomatis

Semoga bermanfaat

Menteri Keuangan Lantik Pejabat Eselon II


sumber :www.kpknljember.djkn.or.id

Menteri Keuangan, Selasa 12 Agustus 2014 melantik 13 (tiga belas) orang pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelantikan dilaksanakan di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I terdiri dari tiga unit eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK).

Di DJPB dilantik 5 (lima) orang Pejabat Eselon II, 5 (lima) orang pejabat eselon II DJPK dan terdapat 3 (tiga) orang pejabat eselon II yang dilantik di DJKN, yaitu Meirijal Nur, S.E., M.B.A. sebagai Direktur Penilaian, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, S.H., M.Hum. sebagai Kakanwil DJKN Provinsi Kalimantan Timur, dan Rahayu Puspasari, S.E., M.B.A., DBA. sebagai Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan.

PADA DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA:

  1. Meirijal Nur, S.E., M.B.A. diangkat sebagai Direktur Penilaian;
  2. Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat S.H., M.Hum. Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Timur;
  3. Rahayu Puspasari, S.E., M.B.A., diangkat sebagai Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, DBA. Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan;

Download siaran pers dari Kementerian Keuangan disini