Sebagai salah satu bentuk dari pelaksanaan tertib pengelolan BMN sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara, maka ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 02/KM.6/WKN.10/KNL.04/2011 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara Pada Kementerian Kehutanan Yang Digunakan Oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean Bondowoso. KMK Penetapan Status, klik disini
Barang Milik Negara yang ditetapkan statusnya berupa sebidang tanah dengan luas 568 M2 diperoleh pada tgl. 23 Desember 2010 dengan nilai perolehan sebesar Rp 198.800.000,- (seratus sembilan puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah). Satker BP DAS Sampean Bondowoso merencanakan tanah tersebut untuk dibangun rumah negara, pembangunan rumah negara tersebut juga telah tersedia dalam dokumen anggaran (DIPA) T.A. 2011.
Sampai dengan bulan April 2011 ini, realisasi pencapaian target IKU Nilai Kekayaan Negara Yang Diutilisasi (KN.1.1) di KPKNL Jember sebesar Rp 1.509.043.825,- (satu milyar lima ratus sembilan juta empat puluh tiga ribu delapan ratus dua puluh lima rupiah) atau 75% dari target sebesar Rp 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah). Diharapkan pada Semester I 2011, target tersebut dapat tercapai, selain itu dari utilisasi BMN tersebut, KPKNL Jember menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 104.925.500,- (seratus empat juta sembilan ratus dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) dari pemanfaatan BMN berupa sewa di Polres Situbondo, Polres Bondowoso dan Polres Jember.
sumber : www.kpknljember.djkn.or.id Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون). Telah meninggal dunia, pada hari Minggu tgl. 17 April 2011 pukul 01.30 WIB, salah satu pegawai KPKNL Surabaya, Bapak Maliaji, S.Sos, NIP 19640425 198503 1 002.
Kami segenap keluarga besar KPKNL Jember turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga amal ibadah semasa hidup, diterima disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Aminnnnn…..
Beberapa waktu yang lalu, saya dan anak-anak berkesempatan ke Surabaya untuk nengok mamanya yang lagi pendidikan di Surabaya. Berangkat jam 1 siang dari Lumajang disertai dengan hujan deras sampai di wonorejo. Setelah melewati wonorejo, jalanan kering tapi sudah mulai padat dengan kendaraan besar (truk/bus), kendaraan pribadi, dan tidak ketinggalan “rayap” jalanan saat ini… yaa… sepeda motor. Kenapa rayap jalanan? Gini… saat ini perbandingan kendaraan roda empat dengan roda dua 1:5 yang ada di jalanan. So… sepeda motor seperti rayap yang berbaris memanjang.
Perjalanan berikutnya sudah mulai diberi pertunjukan wisata macet, daerah antara Klakah – Ranuyoso (Lumajang) jalan sedikit menanjak, truk yang mengangkut “emas hitam”-nya Lumajang, Pasir Gunung Semeru, berjalan melambat… + hanya sekitar 10 km/jam. Belum lagi macet di daerah pasar Ranuyoso, yang sepertinya tidak bisa dihilangkan, karena sudah bertahun-tahun daerah tersebut merupakan daerah macet. Kenapa tidak bisa hilang? Di Ranuyoso terdapat pasar buah (pisang, kelapa, dan buah hasil alam lainnya khas Ranuyoso), di pasar tersebut, penjual dan pembeli lebih “senang” berdagang di jalan, padahal di dalam pasar, kosong melompong. Alhasil, jalan pun macet…cet…cet…
Setelah melewati pasar Ranuyoso, kita memasuki perbatasan Kab. Probolinggo, dari perbatasan sampai dengan jorongan, jalan relatif lancar, karena banyak jalan lurus. Paling sedikit macet di daerah pabrik kertas leces sampai pasar leces. Rute berikutnya jorongan sampai daerah terminal Kota Probolinggo, kendaraan roda empat maksimal 60 km/jam memacu kendaraannya, disamping jalan berkelok, juga jalan agak sempit, ditambah lagi masih adanya kekhawatiran banjir lahar dingin sisa dari erupsi Gunung Bromo beberapa bulan ini. Yaaa….. disepanjang rute jorongan – terminal tersebut terdapat sungai yang hulu-nya ada di Gn. Bromo, bila di atas hujan, maka dipastikan air sungai akan meluber sampai di jalan. Memang pada saat kami berangkat, Probolinggo sepertinya cerah, tapi pada saat kami kembali ke Lumajang beberapa hari kemudian, kekhawatiran itu terbukti. Air sungai meluap sampai ke jalan, untungnya masih bisa dilewati.
Masih berlanjut dengan wisata macet…. (ppppfffffiiiiiuuuhhhh). Berikutnya rute Kota Probolinggo – Kota Pasuruan, merupakan rute terparah dalam perjalanan ini. Bayangkan (coba dibayangkan) sepanjang jalan tersebut, jalannya rusak parah, ada daerah banjir (kalo di Jakarta disebut genangan), plus saling serobot antar pengemudi yang tidak tertib. Titik terparah kemacetan ada di daerah Tongas, Probolinggo dan Ngopak, Pasuruan, panjang antrian di dua lokasi tersebut bisa mencapai 3 kilometer bro… dijamin kaki kram, karena sering injak pedal kopling, gas, rem, kopling, gas, rem……
Cukupkah wisata macetnya??? Woi belum lah… rute berikutnya Kota Pasuruan – Bangil, rute ini biasanya hanya ramai lancar, tidak sampai macet. Rute parah macet berikutnya ada di Gempol – Porong, apalagi dengan diperbaikinya viaduk Gempol, maka kendaraan yang mau ke Surabaya harus memutar terlebih dahulu ke Apollo melewati Japanan. Kesimpulannya…??? Yaaa… sekarang rute Lumajang (dan sekitarnya) ke Surabaya merupakan wisata macet, jarak tempuh Lumajang – Surabaya adalah 180 Km. Dulu sebelum ada masalah lumpur di Porong, Lmj-Sby bisa ditempuh dengan waktu 3 jam. Tapi sekarang? Dengan banyaknya jalan yang rusak dan masalah lumpur, sekarang harus ditempuh dengan waktu + 5 jam.
Sudah saatnya pemerintah, baik pusat maupun daerah segera bertindak mengatasi masalah-masalah transportasi tersebut, pastinya, masalah transportasi tersebut jelas berpengaruh ke ekonomi di daerah sekitar tapal kuda, termasuk harus nambah biaya bulanan pijit (karna kaki kram). Menurut kabar, jalan arteri Porong akan selesai pada bulan September 2011, mudah-mudahan bisa sedikit mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari di Porong. Untuk rute Probolinggo – Pasuruan, memang sepertinya sudah ada tindakan perbaikan, sudah mulai ada mobilisasi kendaraan berat untuk perbaikan jalan, dipastikan sampai akhir tahun, rute Lumajang – Surabaya masih diwarnai dengan wisata macet. Mudah-mudahan masalah ini segera teratasi. Amin.
KEBERHASILAN pasukan pendukung Moammar Khadafy merebut kembali Misrata memberikan gambaran bahwa 10 hari gempuran udara koalisi pimpinan NATO gagal melumpuhkan pasukan pendukung pemimpin Libya itu. Dengan kata lain, tidak mudah menundukkan pasukan Khadafy atau serangan udara yang dilakukan koalisi selama ini masih belum cukup, masih belum mematikan.
Memang sudah banyak mesin perang pasukan Khadafy yang hancur. Namun, menurut citra satelit, Khadafy masih memiliki 20 barak pasukan lengkap dengan tank dan senjata artileri. Kedua puluh barak itu ada di sepanjang pantai Laut Tengah (The New York Times, 29/3).
Henry Boyd, seorang analis militer dari International Institute for Strategic Studies di London, menambahkan, dari sekitar 50.000 tentara yang ada, Khadafy hanya memercayai dua milisi, yang seluruhnya berjumlah sekitar 10.000 personel.
Kedua milisi itu adalah Brigade Ke-32 yang sangat loyal kepada Khamis—salah seorang anak Khadafy yang beberapa hari silam diberitakan tewas—dan Resimen Kesembilan, yang di bawah komando anaknya yang lain, Muatassim. Kedua milisi ini beranggotakan orang-orang dari suku Warfalla, Margaha, dan Qaddafa.
Masih menurut Henry Boyd, sebagian besar milisi itu ada di sekitar Tripoli, ”untuk melindungi Khadafy dari ancaman internal dan bukannya eksternal”. Mereka yang ada di sekitar Khadafy adalah orang-orang satu suku.
Kekhawatiran akan ada ”pembelotan” memang sudah muncul. Khadafy masih mencatat peristiwa tahun 1986. Saat itu salah seorang sepupunya, yang jadi komandan militer, berbeda pendapat, menentang Khadafy. Masalah selesai setelah jasad sang sepupu ditemukan di luar pintu gerbang kompleks Khadafy di Tripoli. Tahun 1993, ada usaha kudeta yang dilakukan para perwira dari suku Warfalla dan Qaddafa. Gagal.
Kemungkinan adanya ”pembelotan” itu menjadi salah satu skenario yang akan mengakhiri rezim Khadafy. Gerald F Seib dalam artikelnya di The Wall Street Journal (29/3) menambahkan, ada tiga skenario lagi. Pertama, meningkatnya tekanan dari luar. Pertemuan para pemimpin dan diplomat dari 40 negara di London hari Selasa lalu adalah salah satu bentuk peningkatan tekanan. Mereka bersepakat untuk menyiapkan pemerintahan dalam pengasingan yang akan mengambil alih pemerintahan Khadafy. Selain itu, juga peningkatan serangan udara untuk melemahkan legitimasi Khadafy.
Kedua, memecah Libya menjadi dua: Libya barat dengan Tripoli sebagai ibu kotanya dan Libya timur dengan Benghazi sebagai ibu kotanya. Ini akhir yang tragis. Ketiga, Khadafy dan anak-anaknya menunggu sampai Barat (koalisi) tak begitu tertarik lagi kepada Libya. Lalu mereka menggempur lagi pasukan oposisi. Bagi Khadafy, tak masalah Libya ada di bawah zona larangan terbang. Saddam Hussein pernah mengalami hal yang sama dan tidak apa-apa.
Semua itu hanyalah skenario, reka-rekaan yang bisa kejadian dan bisa juga meleset. Pemimpin Libya yang saat ini berusia 68 tahun itu sudah mengalami tujuh presiden AS, yang ketika ia mulai berkuasa barangkali Barack Obama masih mahasiswa.
Namun, perlu diingat, Resolusi DK PBB Nomor 1973 tidak memberikan mandat penyingkiran Khadafy, tetapi hanya untuk melindungi rakyat sipil dari serangan tentara Khadafy. Itu saja!!
Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agus Suprianto akan serius menerapkan pemotongan Pagu bagi Kementerian dan Lembaga (K/L) yang penyerapannya masih lemah.
Agus menjelaskan, akan ada dua langkah yang diambil guna memaksimalkan penyerapan yang dilakukan K/L.
“Pertama, Kita panggil, kita ingatkan belanja modal itu penting karena menjadi kontribusi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan, untuk pembangunan infrastruktur, dan lain-lain,” ujar dia kala dihubungi di Jakarta, Selasa (29/3/2011).
Selanjutnya Agus menjelaskan, dirinya juga mengingatkan jika tahun ini sudah diterapkan sistem reward and punishment. Oleh karena itu, dia dengan tegas mengatakan jika memang penyerapannya rendah maka pemotongan pagu sudah pasti dihibahkan pada K/L tersebut.
“Kalau bapak enggak serius, akan ada pengurangan pagu di tahun berikutnya, kami punya kewajiban untuk mengingatkan. Sambil mendengarkan kendala-kendalanya yang masih dalam tahap persiapan,” tuturnya.
Dia mengakui, pada Februari terlalu dini untuk belanja modal. Namun kewajiban sudah jadi sebuah kewajiban untuk mengingatkan. Untuk Maret ini dia menjelaskan memang ada peningkatan walaupun belum bagus.
“Memang kalau berbicara kontrak terminal pertama, anggaran bisa ditagih kalau progres (proyek) fisik 20 persen. Jadi wajar kuartal I belum ada tagihan,” ujarnya.
Menurutnya semua program ini harus dijalankannya jika dia tidak ingin mendapat hukuman dari Menteri Keuangan. “Sebab kalau enggak jalan nanti saya bisa digantung Pak Menteri,” kelakarnya.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto melantik sekaligus mengambil sumpah Ketua Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) cabang yang baru di Gedung Syafruddin Prawiranegara Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Jakarta.
Adapun nama-nama Ketua PUPN cabang yang dilantik serta diambil sumpahnya sebagai berikut:
1. Ketua PUPN Cabang Sumatra Utara M. Djalalain
2. Ketua PUPN Cabang Riau Tri Intiaswati
3. Ketua PUPN Cabang Lampung A.T Hasbullah
4. Ketua PUPN Cabang Banten Mustafa Bin Husein
5. Ketua PUPN Cabang DKI Jakarta Aminah
6. Ketua PUPN Cabang Jawa Barat Edy Susianto
7. Ketua PUPN Cabang Jawa Timur Lalu Hendry Yujana
8. Ketua PUPN Cabang Kalimantan Barat Nur Purnomo
9. Ketua PUPN Cabang Kalimantan Selatan Suhadi
10. Ketua PUPN Cabang Kalimantan Timur Sapto Mintarto
11. Ketua PUPN Cabang Sulawesi Utara Tavianto Noegroho
Acara penandatangan naskah pelantikan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kanwil X DJKN Surabaya Lalu Hendry Yujana dan Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto dengan saksi Sekretaris DJKN Agus Rijanto Sedjati dan Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Soepomo.
Sebelum pelantikan Ketua PUPN cabang, dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat eselon II yang lama kepada pejabat eselon II yang baru.
1. Sekretaris DJKN
Lalu Hendry Yujana kepada Agus Rijanto Sedjati
2. Direktur Hukum dan Humas
Agus Rijanto Sedjati kepada Purnama T. Sianturi
3. Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi
Agus Rijanto Sedjati kepada Susiadi Prayitno
Pardiman kepada Susiadi Prayitno
Arif Baharudin kepada Susiadi Prayitno
4. DIrektur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain
Susiadi Prayitno kepada Soepomo
5. Direktur Barang Milik Negara
Arif Baharudin kepada Pardiman
6. Direktur Penilaian
Arif Baharudin kepada Ida Bagus Aditya Jayaantara
7. Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan
Purnama T. Sianturi kepada Teguh Wiyono
8. Tenaga Pengkaji Restrukturisasi. Privatisasi dan Efektifitas Kekayaan Negara Dipisahkan
Teguh Wiyono kepada Nuning S.R Wulandari
9. Kepala Kanwil II Medan
Nur Purnomo kepada M. Jalalain
10. Kepala Kanwil III Pekanbaru
Mustafa Husein kepada Tri Intiaswati
11. Kepala Kanwil V Bandar Lampung
Tri Intiaswati kepada A.T Hasbullah
12. Kepala Kanwil VI Serang
Edy Susianto kepada Mustafa Husein
13. Kepala Kanwil VII Jakarta
A.T Hasbullah kepada Aminah
14. Kepala Kanwil VIII Bandung
Aminah kepada Edy Susianto
15. Kepala Kanwil XII Banjarmasin
Sapto Mintarto kepada Suhadi
16. Kepala Kanwil XIII Samarinda
Suhadi kepada Sapto Mintarto
17. Kepala Kanwil XIV Denpasar
M. Jalalain kepada Irawan selaku PLT Kakanwil Denpasar
Selain itu juga dilakukan penandatangan kontrak kinerja oleh Seluruh Pejabat Eselon II DJKN baik Direktur, Tenaga Pengkaji maupun Kepala Kantor Wilayah seluruh Indonesia disaksikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto.
Dalam arahannya, Dirjen menegaskan bahwa mutasi, promosi dan rotasi adalah sesuatu hal yang biasa karena prinsip mutasi adalah membentuk pola kerja yang lebih produktif untuk mewujudkan core values DJKN yakni integrity. commitment, and sincerity.
Berdasarkan capaian kinerja DJKN tahun 2010, hasil capaian DJKN cukup menggembirakan karena mencapai 112 %. “Ini merupakan bukti bahwa kitra telah bekerja secara maksimal.” ujarnya. Kerja keras ini, lanjutnya, merupakan kerja keras dari seluruh jajaran DJKN, sehingga tidak ada yang lebih besar maupun lebih kecil kontribusinya terhadap keberhasilan ini karena semua sesuai proporsinya masing-masing.
Dirjen menegaskan bahwa leadership itu penting. Ibaratnya, seseorang yang jago mengemudi tapi tidak tidak mempunyai keberanian untuk melaju dengan cepat berarti sama saja tidak ada gunanya. Selain itu, Dirjen juga menyoroti tentang percepatan penyelesaian piutang negara yang harus selesai tahun 2014, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND), sistem informasi dan pentingnya hubungan masyarakat dan stakeholder bagiDJKN.
Menteri Keuangan (Menkeu), pada hari ini (18/03/2011) bertempat di Aula Djuanda Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan , melantik 20 pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Para pejabat yang dilantik pada hari ini adalah :
Penyesuaian Besaran Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2011 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : SE-09/PB/2011, informasi selengkapnya klik disini untuk download daftar gaji yang telah disesuaikan.
Seorang kakek yang sudah mendekati ajal membisikkan sesuatu kepada cucunya.
Kakek: Cu, kakek sudah tidak kuat lagi. Sepertinya malaikat pencabut nyawa sudah datang. Sebelum dia mencabut nyawa ini, Kakek ingin sekali kamu yang merawat perkebunan milik Kakek. Tolonng diteruskan perawatannya…
Cucu: Sudah tidak usah dipikirkan, kek… Pikirkan saja kesehatan kakek. Soal perkebunan biar nanti saja. (Dalam hati si cucu “Asyiikkk, gue dapet warisan!”)
Kakek: Aku serahkan segala isi kebun, ternak, villa, traktor, semuanya untuk kamu. Tolong rawat baik-baik. Jangan lupa setiap hari kamu siram. Dan kalau nemu sapi yang hilang, ambil saja.
Cucu: Baik kek, tenang saja pasti saya urus. Tapi kenapa saya baru tahu kalo kakek punya perkebunan? dimana lokasinya? sertifikatnya mana?
Kakek: Ada cu. Itu di komputer. Buka Facebook saja. Perkebunan kakek ada di FARMVILLE. Nanti kakek beritahu PASSWORD-nya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.