PETUNJUK PEREKAMAN KDP (KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN)


Petunjuk ini dibuat untuk membantu operator SIMAK-BMN di wilayah kerja KPKNL Jember yang masih memiliki kendala pada perekaman Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Pada Aplikasi SIMAK-BMN. Semoga bermanfaat.

Download disini : PETUNJUK PEREKAMAN KDP

About these ads
  1. #1 by ardiansyah maniz on 2 Januari 2010 - 9:26 am

    numpang ngikut maz

  2. #2 by Cahyoa on 9 Januari 2010 - 1:26 pm

    sangat bermanfaat….

  3. #4 by abdullah on 26 Januari 2010 - 12:35 am

    pak tampilkan juga cara perekaman /pengimputan meubelair,,,,,,..plissss bikin pusing

  4. #5 by abdullah on 26 Januari 2010 - 12:47 am

    bgmn cara ngimput meubelair…..

    • #6 by eko-kpknl-jember on 26 Januari 2010 - 3:09 pm

      KDP, untuk peralatan dan mesin, gedung dan bangunan maupun yang lainnya, sama cara peng-input-annya. tinggal kode KDP-nya yang Peralatan dan Mesin Dalam Pengerjaan.

  5. #7 by siwi on 29 Januari 2010 - 11:34 am

    mas numpang tanyak y…
    setelah ngisi KDP gedung dan bangunan, kaloq dah selesai 100% harus mengisi di Transaksi BMN>> Perolehan BMN>>Penyelesaian Pembangunan.??
    kog hasilnya di laporan sakpa akun gedung dan bangunan jumlahnya bisa minus (-)??
    lalu di Transaksi BMN>> Perolehan BMN>>Penyelesaian Pembangunan aku apus kembali, hasilnya gag minus, NAH ITU GIMANA???

    • #8 by eko-kpknl-jember on 29 Januari 2010 - 12:59 pm

      coba ibu lakukan batal terima data SAKPB di SAKPA untuk bulan yang di dapati minus tersebut, lakukan pengiriman ulang dan lakukan posting… mohon maaf apabila ada kesalahan…

  6. #9 by dwi on 30 Januari 2010 - 11:15 am

    numpang nanya nih, gimana perlakuan disimak pd saat penyelesaian pembangunan kalo hasil kdpnya terdiri dari bermacam bangunan, misalkan 5 bangunan dg kd barang yg berbeda,

    • #10 by eko-kpknl-jember on 1 Februari 2010 - 5:24 pm

      langkah pertama dapat merekam keseluruhan nilai BMN tesebut dalam satu kode barang saja…. setelah itu dapat dilakukan koreksi nilai/kuantitas untuk membagi menjadi 5 bagian sesuai nilai proporsional, untuk empat bangunan sisanya, direkam dengan cara reklasifikasi masuk dengan nilai yang telah di bagi secara proporsional tadi… semoga bermanfaat….

      • #11 by dwi on 2 Februari 2010 - 11:51 am

        itu berarti aplikasi simaknya belum mendukung untuk kdp yg menghasilkan barang yang jumlahnya lebih dari satu, soalnya ada kasus 1 paket proyek yg bayarnya pake 4 termin, tapi dalam paketnya ada pengembangan gedung, dan pembelian bermacam peralatan…..

      • #12 by eko-kpknl-jember on 2 Februari 2010 - 4:20 pm

        apabila case seperti itu, rinci terlebih dahulu realisasi masing-masing termin untuk kegiatan tersebut :
        1. untuk pengembangan gedung; >=== rekam pada KDP Gedung dan Bangunanan Dalam Pengerjaan
        2. untuk peralatan dan mesin; >=== rekam pada KDP Peralatan dan Mesin Dalam Pengerjaan.

        masing-masing termin yang dibayarkan (4 termin), silahkan rekam pada transaksi KDP tersebut….
        Semoga bermanfaat

  7. #13 by NH.Purnomo on 8 September 2010 - 7:50 am

    izin donlot mas, sangat bermanfaat

    salam untuk temen2 kpknl jember

  8. #15 by yus on 20 Oktober 2010 - 3:49 pm

    punten ach…. knapa ya pengisian SP2D ke BMN tidak bisa recehan.. sedangkan pencairan uangnya ada recehan.. pas melakukan rekon internal jadi ada selisih recehan… gmana y

    • #16 by eko-kpknl-jember on 20 Oktober 2010 - 3:56 pm

      Aplikasi SIMAK BMN tidak dapat diinput sampai angka ratusan, jalan keluarnya dapat dilakukan jurnal neraca pada aplikasi SAKPA. Serta diungkapkan pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan CaLBMN.
      Untuk selanjutnya, disarankan untuk penerbitan SPM yang berkaitan dengan aset, agar tidak mencantumkan sampai angka ratusan.

      Demikian, semoga bermanfaat

      • #17 by yus on 20 Oktober 2010 - 5:08 pm

        masalahnya kita pencairan dengan persentase 3 termen…jadi pasti ada recehan.
        maksud jurnal neraca gmana y.. mohon bantuanya.

      • #18 by eko-kpknl-jember on 22 Oktober 2010 - 9:13 am

        penarikan termin melalui SP2D dapat dibuat menjadi bulat ribuan, seperti contoh sebagai berikut :
        Sesuai kontrak, termin II pembayaran kepada kontraktor sebesar Rp 100.250.125, kita dapat menerbitkan SPM hanya sebesar Rp 100.250.000.
        Hal tersebut dapat dibenarkan, karena rekanan tidak akan melakukan komplain karena hanya kurang sebesar Rp 125.

        Demikian, semoga bermanfaat.

      • #19 by togs on 26 Januari 2011 - 9:12 am

        Kalau SIMAK tidak bisa merekam angka SPM/SP2D sampai recehan…itu disebabkan Database SIMAK belum di update.misalnya angka akhir SP2D 12.100.099 dibulatkan jadi 12.100.100
        saya juga pernah mengalami kasus seperti itu..tinggal update database aja

      • #20 by eko-kpknl-jember on 26 Januari 2011 - 9:39 am

        secara aplikasi memang seperti itu… dilakukan update database terlebih dahulu…
        Terima kasih.

  9. #21 by wahyu on 5 Januari 2011 - 11:59 pm

    selamat malam mas…
    mohon solusinya
    ada kasus seperti ni dalam proyek pembangunan gedung A:
    1. Perencanaan : 10jt
    2. Pengawasan : 20 jt
    3. Pembangunan 100% : 250jt

    yang dinput ke penyelesaian yang mana??
    250jt ataukah jumlah keseluruhan??

    NB :
    no. 1 saya masukkan perolehan kdp
    no. 2 saya masukkan pengembangan kdp
    no. 3 jika diinput ke penyelesaian 250jt (no. 3) maka jumlah rekon ke sakpa akan -250jt
    posting ulang sudah saya lakukan berulang kali tetap dgn hasil yang sama.

    terima kasih.

    • #22 by eko-kpknl-jember on 6 Januari 2011 - 10:40 pm

      pada menu penyelesaian pembangunan, aplikasi otomatis membaca NUP KDP yang direkam menjadi gedung dan bangunan. Nilai gedung merupakan akumulasi dari nilai perencanaan, pengawasan dan pembangunan.

      Demikian, semoga bermanfaat.

      • #23 by syahrizal872012 on 6 Desember 2012 - 2:59 pm

        mohon solusinya
        ada kasus seperti ini dalam proyek pembangunan gedung A dengan nilai kontrak masing masing :

        1. Perencanaan pembangunan : 30 jt nomor kontrak 1 dengan perusahaan A
        2. Pelaksanaan pembangunan 100% : 250 jt nomor kontrak 2 dengan perusahaan B
        3. Pengawasan pembangunan : 20 jt nomor kontrak 3 dengan perusahaan C

        nb:
        kontrak no 3 dilakukan dengan pembayaran per termin ( uang muka 20%, termin 1 dst…)

        bagaimanakah caranya memasukkan kedalam transaksi KDP ?

        1. apakah kontrak nomor 1 dimasukkan kedalam menu transaksi perolehan kdp ? dan kontrak nomor 2 dan 3 di pengembangan kdp ? tetapi dengan kontrak berbeda walau gedung yg dibangun sama.
        2. apakah setiap kontrak 1,2,3 dimasukkan kedalam menu transaksi perolehan kdp dan kontrak nomor 2 diperlakukan khusus ( setelah menu perolehan, baru pengembangan kdp ) ?
        3. bagaimana dengan menu penyelesaian pembangunan nya, sedangkan ada 3 item transaksi perolehan kdp yang harus di jadikan 1 item berupa bangunan yang sudah jadi ? apakah tidak bentrok atau menjadi 3 item barang padahal yang dilaksanakan pembangunan cuma 1 ?

        mohon petunjuk, dikarenakan di petunjuk yang bapak tulis, tidak ada contoh kasus seperti itu, terima kasih

      • #24 by eko-kpknl-jember on 6 Desember 2012 - 3:10 pm

        - SPM/SP2D yang paling pertama dari ketiga kontrak tersebut, rekam di perolehan KDP.
        – SPM/SP2D berikutnya sampai dengan selesai, lakukan perekaman di pengembangan KDP.
        – Setelah itu lakukan penyelesaian pembangunan dari KDP tersebut.

        semoga bermanfaat.

  10. #25 by uux on 11 Januari 2011 - 8:15 pm

    Karena pelaksanaan aplikasi ini benar² pokok bagi satker, mohon tutorialnya yang lengkap pak…step by step nya diprint screen (contoh input’an). Klo baca tutorial bapak kok masih blm mengerti juga nih…banyak loncat step²nya, lsg hasil²nya aja nih.
    Banyak kali satker yang tertunda maupun error dalam pelaksanaan rekon karena belum mengerti pengaplikasian bmn ini, termasuk kami. hihihihihi…
    Terima kasih.

    • #26 by eko-kpknl-jember on 12 Januari 2011 - 8:25 pm

      saat ini kami juga masih sibuk melaksanakan rekonsiliasi, belum bisa memenuhi permintaan tersebut.
      untuk lebih jelasnya dapat menghubungi KPKNL terdekat dengan anda.
      Demikian

  11. #27 by guruh on 23 Juni 2011 - 1:10 pm

    numpang konsultasi mas Eko, bisa dijelaskan langkah inputan KDP untuk perlatan dan mesin, yg dalam satu paket kontrak terdiri dari beberapa item, bagaimana cara menentukan harga satuan item2 tsb (jika harus dijumlah dengan biaya belanja modal bahan baku (532112) dan belnja modal upah (532113) terimakasih sebelumnya.

    • #28 by eko-kpknl-jember on 25 Juni 2011 - 6:52 am

      1. Lakukan perekaman pada menu transaksi KDP, sampai dengan pencairan terakhir.
      2. Lakukan perekaman Perolehan BMN –> Penyelesaian Pembangunan.
      3. Rekam satu kode barang yang paling tinggi nilainya.
      4. Setelah itu lakukan reklasifikasi keluar.
      5. Rekam melalui menu reklasifikasi masuk untuk masing2 item barang.
      6. Nilai BMN ditotal dari keseluruhan transaksi sampai dengan barang tersebut siap digunakan/dipakai.

      Demikian

  12. #29 by Lun on 29 Juni 2011 - 11:10 am

    Mas…numpang nax,,,,, Klu ULP Panitia lelang dan Honornya yang belanja 53 kalau di aplikasi BMN kira2 dimana y inputnya….
    Kasus sy mas :
    sy punya KDP,,,1 kontrak untuk 3 bangunan klu terhadap aplikasi BMNx gmana ya? apa sy harus memilah Uang muka menjadi 3 bagian untuk 3 bangunan yang masalhnya SP2Dx hanya 1 untuk 3 bangunan itu,,,mohon solusinya

    • #30 by eko-kpknl-jember on 13 Juli 2011 - 9:38 am

      - Honor panitia juga menjadi bagian dari perolehan dari bangunan.
      – 3 unit bangunan, dilakukan pemisahan mulai dari pelaksanaan realisasi dan perekaman KDP pada Aplikasi SIMAK BMN.
      – Pemisahan dengan cara prosentase dari luas masing2 bangunan.
      – misal : pada suatu periode mencairkan SPM/SP2D sebesar Rp 10.000.000,-
      – maka nilai tersebut dibagi ke 3 unit KDP dengan membagi berdasar prosentase luas dari bangunan yang dibangun/direhab.

      Demikian, semoga bermanfaat.

  13. #31 by ian on 1 Agustus 2011 - 7:32 am

    numpang konsultasi mas Eko, bisa dijelaskan langkah inputan KDP untuk perlatan dan mesin, yg dalam satu paket kontrak terdiri dari beberapa item, bagaimana cara menentukan harga satuan item2 tsb (jika harus dijumlah dengan biaya belanja modal bahan baku (532112) dan belnja modal upah (532113) terimakasih sebelumnya dan pembayarannya dilakukan beberapa kali ( diangsur)…bagaimana pencatatan pembayaran uang muka pertama???

    • #32 by eko-kpknl-jember on 1 Agustus 2011 - 10:40 am

      - Nilai perolehan dari suatu barang, merupakan akumulasi dari seluruh biaya yang berkenaan dengan pengadaan barang tersebut (bahan baku, upah, dll)
      – pencatatan dilakukan untuk SPM/SP2D pertama menggunakan transaksi KDP –> Perolehan KDP.
      – Untuk SPM/SP2D berikutnya, sampai dengan lunas, dari pekerjaan pengadaan peralatan dan mesin direkam melalui menu Transaksi KDP –> Pengembangan KDP.
      – Setelah semua pembayaran selesai, lakukan perekaman pada : Transaksi BMN –> Perolehan BMN –> Penyelesaian Pembangunan dengan memasukkan pada satu nama barang saja.
      – Setelah itu untuk rincian seluruh item, lakukan Reklasifikasi Keluar, barang tadi.
      – Rekam melalui menu Reklasifikasi Masuk dengan rincian barang sesuai kontrak.

      Demikian, bila masih kurang jelas, silahkan menghubungi KPKNL terdekat.

  14. #33 by ian on 2 Agustus 2011 - 9:15 am

    sblmnya terimaksih banyak atas jawabannya..1 lagi pertnyaan saya mas…
    bagaimana mencatat renovasi gedung kantor yang pembayarannya dilakukan beberapa kali…? dalam hal ini gedung kantor tersebut sebelumnya sudah tercacat didalam simak bmn…
    apa harus melalui menu transaksi KDP jga pencatatannya? tlong penjlsannya mas…

  15. #34 by Yan Andria, ST on 23 September 2011 - 8:10 pm

    Klw kjadiany bru 95% sudh dmasukkan transaksi penyelesain pembangunan terus gmana resulusiy…(data sudh dkirim k sakpa dan KPPN)…Apa bsa sisa dana (5 % ) dmasuk transaksi KDP stelah itu pada transaksi penyelesaian pembangunan dtambhkan sisanya (5% )..mohon bantuany?mksh.

    • #35 by eko-kpknl-jember on 27 September 2011 - 8:09 am

      bila masih dalam satu tahun anggaran yang sama, transaksi yg lama di delete dan diganti dengan transaksi yang benar. Karena ada syarat minimum kapitalisasi untuk gedung dan bangunan sebesar Rp 10.000.000,-. Bila sisa 5% melebihi nilai minimum tersebut, dapat juga dilakukan transaksi menurut pak Andria tsb.

  16. #36 by Yan Andria, ST on 23 September 2011 - 11:36 pm

    salam kenal,,,ada yg mau ditanya bosss…pada aplikasi persedian pada laporan neraca barang konsumsi kirim keSIMAK-BMN sama tp setelah saya kirim ke SAKPA kok pada bulan I nilainya sama dengan Bulan II,III,IV,V gk ada perubahan pada persediaan di neraca SAKPA nya sedangkan pada aplikasi persedian tiap bulan berubah transaksinya..minta saranya Mksh…///

    • #37 by eko-kpknl-jember on 27 September 2011 - 8:11 am

      Aplikasi SAKPA membaca transaksi persediaan hanya semesteran (bulan Juni dan Desember), sehingga walaupun dikirim setiap bulan, tidak terbaca pada Aplikasi SAKPA. Solusinya, hanya dilakukan pengiriman ke SIMAK BMN dan SAKPA pada semesteran. Sedangkan transaksi persediaan, dibukukan setiap ada transaksi.

  17. #38 by mtsn prafi on 5 Oktober 2011 - 2:13 pm

    mas numpang nimbrung
    1. kalo ada data di input ke dalam daftar barang lainnya berupa pagar namun belum ada kib nya bagimana membuatnya?
    2. ada barang masuk dari pihak ketiga menginputnya bagaiman .
    terakhir mas kalo ada modul lengkapnya mohon di kirimi
    terimasih

    • #39 by eko-kpknl-jember on 5 Oktober 2011 - 3:01 pm

      1. Lakukan pembuatan KIB bila belum terekam KIB, melalui menu : Transaksi BMN –> Kartu Identitas Barang
      2. Lakukan perekaman melalui menu : Transaksi BMN –> Perolehan BMN –> Hibah BMN.

      • #40 by MTSN on 9 Oktober 2011 - 5:44 pm

        sebelumnya terima kasih banyak atas petunjuk penginputannya. satu hal yang kami perlu pencerahhan yaitu Pagarnya telah di input pada tahun 2009 berasal dari dipa mtsn prafi dalam menu penyelesaian pengerjaan bangunan, dan terdaftar dalam barang luar bukan masuk kedalam gedung dan bangunan sehingga kami sulit membuat kibnya , ini bagiman mas. terimaskih

  18. #41 by eka on 5 Oktober 2011 - 7:49 pm

    kembali tanya pak eko,
    sebenarnya utk menentukan jumlah gedung dan bangunan itu berdsarkan apa ya pak?
    -apa berdsarkan berdirinya bangunan? shg jika berdirinya terpisah dianggap bangunan yg berbeda
    -atau berdasarkan penghuni bangunan tsb sbg dasar pembuatan KIB

    misal apakah dalam satu bangunan rumah dinas terdapat 2 penghuni dilantai bawah dan atas, maka apakah bisa dicatat dengan gedung & bangunan yg berbeda (nup 1 bawah & nup 2 atas) shg KIB jg akan menjadi 2.
    atau hanya bsa dicatat sebagai satu gedung & bangunan (1 NUP) shg KIB atas 2 penghuni??
    terima kasih pak

  19. #42 by arief on 17 November 2011 - 6:13 pm

    - Nilai perolehan dari suatu barang, merupakan akumulasi dari seluruh biaya yang berkenaan dengan pengadaan barang tersebut (bahan baku, upah, dll)
    – pencatatan dilakukan untuk SPM/SP2D pertama menggunakan transaksi KDP –> Perolehan KDP.
    – Untuk SPM/SP2D berikutnya, sampai dengan lunas, dari pekerjaan pengadaan peralatan dan mesin direkam melalui menu Transaksi KDP –> Pengembangan KDP.
    – Setelah semua pembayaran selesai, lakukan perekaman pada : Transaksi BMN –> Perolehan BMN –> Penyelesaian Pembangunan dengan memasukkan pada satu nama barang saja.
    – Setelah itu untuk rincian seluruh item, lakukan Reklasifikasi Keluar, barang tadi.
    – Rekam melalui menu Reklasifikasi Masuk dengan rincian barang sesuai kontrak.
    ======================================================================
    mas eko saya mau menanyakan atas penjelasan mas eko diatas setelah selesai tahapan perolehan BMN dimasukan satu barang saja lalu untuk nilai barang tersebut bernilai 1 itemnya atau merupakan total keseluruhan dari KDP tersebut yg dimasukan lalu satu lg mas kalau kira melakukan reklasifikasi keluar SK yg dicantumkan SK apa? BAST nya atau yg mana terima kasih

  20. #43 by dani yoga prastawa on 15 Desember 2011 - 8:17 am

    MAS urutan pertama merekam KDP itu
    1.perencanaan
    2.pengawasan
    3 penyelesaian
    apa ini semua benar???

    • #44 by eko-kpknl-jember on 16 Desember 2011 - 8:23 am

      Disesuaikan dengan SPM/SP2D yang terbit terlebih dahulu, yang utama adalah pada saat perekaman pertama kali (perolehan KDP) dari SPM/SP2D pertama kali yang berkaitan dengan aset KDP tersebut.

  21. #45 by reza on 17 Desember 2011 - 12:43 am

    mas saya mau tanya saya ada SP2D honor KDP peralatan dan mesin (532111) itu masuknya kemana ya? lalu urutan KDP redesign gedung kantor itu bagaimana? saya memasukan tahapan pembayaran pada pengembangan KDP hingga terakhir, lalu saya masukan ke perubahan aset pengembangan dengan KDP dan KDP di neraca SIMAK sudah 0 tetapi kenapa jadi minus di SAKPA-nya? terimakasih atas jawabannya

    • #46 by ian on 22 Desember 2011 - 9:09 am

      Bagaimana perlakuan terhadap barang persediaan (habis pakai) apabila jumlah barang lebih banyak diAPLIKASI persediaan daripada gudang persediaan atau sebaliknya barang lebih banyak diGUDANG persediaan daripada diaplikasi persediaan an ..bagaimana pencatatan terhadap selisih tersebuat didalam aplikasi persediaan???? harap penjelasannya ……

  22. #47 by agung s. on 28 Desember 2011 - 9:30 am

    Mas eko, mau tanya. Saya punya kasus ada rekanan yang wanprestasi dalam pengadaan peralatan dan mesin, sementara rekanan tersebut telah mengambil uang muka pekerjaan dan telah saya catat sebagai KDP. Bagaimana cara saya mencatat lagi dalam aplikasi, apakah SP2d uang muka saya hapus atau gimana. Terima kasih atas sarannya.
    Agus.

    • #48 by eko-kpknl-jember on 30 Desember 2011 - 12:46 pm

      tetap di catat sebagai akun KDP, sampai dengan selesai proses atas rekanan wanprestasi tersebut.

  23. #49 by Syahrul Darji on 30 Desember 2011 - 4:03 pm

    Bagaimana cara mengimput KDP di BMN hingga Pada PENYELESAIAN PEMBANGUNAN bila Satker Kami mempunyai DIPA awal hanya memiliki 1 konstruksi namun pada pertengahannya mengalami Revisi DIPA dan berubah menjadi 2 konstruksi namun tetap 1 DIPA yang sama. Mohon penjelasannya.

    • #50 by eko-kpknl-jember on 2 Januari 2012 - 7:19 am

      - Terlebih dahulu di mapping jumlah konstruksi serta nilainya masing-masing.
      – lakukan koreksi perubahan nilai KDP bila sudah terekam sebelumnya.

      Demikian, semoga bermanfaat.

  24. #51 by Syahrul Darji on 30 Desember 2011 - 4:24 pm

    Bagaimana cara mengimput KDP di BMN hingga Pada PENYELESAIAN PEMBANGUNAN bila Satker Kami mempunyai DIPA awal hanya memiliki 1 konstruksi dan telah mencairkan sekitar 8 SP2D namun pada pertengahannya mengalami Revisi DIPA dan berubah menjadi 2 konstruksi namun tetap 1 DIPA yang sama. Mohon penjelasannya, kalau bisa secepatnya. Thanks

  25. #52 by Syahrul Darji on 1 Januari 2012 - 11:06 am

    Bagaimana Merekam KDP pada DIPA yang mengalami Revisi yang sebelumnya hanya 1 konstruksi menjadi 2 konstruksi

    • #53 by eko-kpknl-jember on 2 Januari 2012 - 7:14 am

      - Terlebih dahulu di mapping jumlah konstruksi serta nilainya masing-masing.
      – lakukan koreksi perubahan nilai KDP bila sudah terekam sebelumnya.

      Demikian.

  26. #54 by Syahrul Darji on 13 Januari 2012 - 9:23 am

    Mohon Maaf, saya belum mengerti. Bisa dijelaskan urutan cara
    perekamannya..Saya sudah merekamnya diperolehan KDP dengan 2
    konstruksi terus melanjutkan di pengembangan KDP. hingga SP2D
    terakhir, tapi untuk penyelesaian pembangunan seperti petunjuk yang
    anda berikan pada konstruksi kedua yang di imput melalui perubahan
    dengan pengembangan KDP selalu meminta untuk merekamnya terlebih
    dahulu melalui perolehan KDP. maksudnya itu seperti apa?. Apakah
    penyelesaian pembangunan KDP tersebut keduanya tidak diimput melalui
    perolehan penyelesaian pembangunan saja, kenapa harus lewat perubahan
    dengan pengembangan KDP…Konstruksi kedua yang saya maksud disini
    adalah lanjutan pembangunan yang sebelumnya berasal dari dana APBD.
    mohon penjelasannya dan terima kasih.

  27. #55 by Operator Simak on 31 Januari 2012 - 1:01 pm

    Mas eko, mengapa di aplikasi simak-bmn satker kami,nilai kdp masih ada padahal semua kdp sudah menjadi aset dan ada yang sudah dihentikan kdp-nya,,mohon pencerahannya….

  28. #57 by Operator Simak on 2 Februari 2012 - 12:10 pm

    terima kasih mas

  29. #58 by Operator Simak on 10 Februari 2012 - 12:08 pm

    Mas Eko..Apakah bisa merubah data pembelian atau KDP Tahun 2007 kebawah di SIMAK-BMN 2010???mohon pencerahannya pak

  30. #59 by dafiq on 4 April 2012 - 7:33 am

    Bismillah…Mohon Maaf, saya belum mengerti. Bisa dijelaskan urutan cara
    perekamannya…ada pengadaan pembangunan Pagar yang nilainya 100 juta lebih..
    dimana ada nilai perencanaan dll…
    apa sebaiknya masuk KDP???bagaimana cara perekamannya…terimakasih…

  31. #60 by ケンゾ エンドリス on 2 Juli 2012 - 10:14 pm

    ijin bertanya pak….. ada kasus sprti ini pak… ada pembangunan dermaga… terus dalam pengerjaan ini terdiri 3 kontrak… kontrak 1 untk perencanaan.. kontrak 2 untk pngerjaan kontrak 3 pngawasan.. nah yg jd pertnyaannya.. bgm cara memasukan kontraknya dalam kdp sedangkan dari 3 kontrak itu mnghasilkan 1 barang….? terima kasih…

    • #61 by eko-kpknl-jember on 3 Juli 2012 - 11:03 am

      perekaman menjadi satu NUP pada menu Transaksi KDP. silahkan baca kembali petunjuk KDP.

  32. #62 by Bu Deg on 4 Juli 2012 - 12:21 pm

    mas tanya mas….pada tahun 2011 satker kami membangun 2 bangunan….pada saat entri di bmn tenyta ada salah entri…yang seharusnya banguanan a malah ke b…jadi total perbangunan berbeda tapi total jumlah keduanya tetap sama…nah bagaimana cara menyesuaikan tang salah entri tadi di tahun 2012..thanx…

    • #63 by eko-kpknl-jember on 5 Juli 2012 - 10:13 am

      dapat dilakukan koreksi perubahan nilai, dengan dibuatkan surat keterangan berdasarkan dokumen sumber (SPM/SP2D) yang benar.

  33. #64 by Denbagus Awaludhin on 9 November 2012 - 11:27 am

    bagaimana perlakuannya apabila ada ‘renovasi’ gedung dan bangunan yang pembayarannya melalui termin, tetapi pada kenyataan jumlah fisiknya bertambah daripada jumlah gedung bangunan yang direnovasi semula?? disamping itu juga menambah peralatan dan mesin yang lumayan bermacam2? mohon pencerahannya mas eko??

  34. #65 by Ranto Ayah Daffa on 2 Januari 2013 - 7:11 pm

    mas tanya..
    kami ada renov 4 buah bangunan dengan nama barang yang berbeda
    yaitu. gedung bangunan kantor permanen dll
    ada biaya perencanaan sebesar 22.000.000
    sp2d/spm termin 1= 20.900.000
    sp2d/spm termin 2 = 1.100.000

    setelah dibagi dengan rata2 tertimbang
    ada gedung yang kontribusinya 2.500.000
    langkah 2 yang saya lakukan :

    saya rekam Perolehan KDP 1 s/d 4 dengan nilai proporsional total 20.900.000
    lalu pengembangan kdp 1/4 dengan nilai proporsiona; total 1.100.000

    kemudian saya ke pengembangan aset melalui pengembangan KDP
    lalu muncul nilai kapitasasi kurang dari batas (ada yang satu aset cuma nambah 2.500.000
    sehingga tidak memenuhi nilai kapitalisai so data gak bisa direkam
    solusinya kaya apa mas

    • #66 by eko-kpknl-jember on 8 Januari 2013 - 3:05 pm

      sebaiknya nilai yang dibawah kapitalisasi tersebut digabung terlebih dahulu dengan KDP yang lain, sehingga dapat mencapai/memenuhi kapitalisasi. untuk pembagian secara proporsional, dapat dilakukan menggunakan transaksi koreksi perubahan nilai/kuantitas (204).

      Semoga bermanfaat.

  35. #67 by Peter Rangga on 5 Januari 2013 - 12:11 pm

    numpang nanya,, kantor kami sudah selesai dibangun untuk tahap pertama hanya pada bagian dasar dan tembok/dindingnya saja. Tahap kedua pada tahun 2013 untuk atapnya.. Selanjutnya pada tahap pertama ada 4 sp2d/spm. Pengerjaan tahap pertama sdh mencampai 100% seperti yang tertera pada sp2d/spm,, Pertanyaan saya,, bagaimana cara mengimput ke aplikasi simak BMN, kalau bisa disertai langkah-langkahnya??

    • #68 by eko-kpknl-jember on 8 Januari 2013 - 3:04 pm

      langkah-langkah sudah kami sampaikan pada artikel ini, silahkan di download.

  36. #69 by Mahardi Sandya P on 11 Januari 2013 - 8:51 am

    Salam Kenal,
    saya didit, operator SAKPA
    saat ini saya mengalami kesulitan untuk rekon k KPPN, disebabkan adanya akun yg berbunyi “Peralatan dan Mesin Belum Disesuaikan” pada Neraca. Akun tersebut merupakan belanja modal T.A 2011. dan pada TA 2011 juga terdapat proses Reklasifikasi dari “Aset Tetap Lainnya” ke “Peralatan dan Mesin”. Pada SIMAK proses Reklas tersebut terbaca sehingga menambah akun Peralatan dan Mesin serta mengurangi akun Aset Tetap Lainnya (menjadi 0).

    Pada Neraca SAKPA bila saya melakukan pengiriman ulang dari SIMAK TA 2011 (dengan maksud menghilangkan akun yg Belum Disesuaikan), maka yang terjadi akun “Peralatan dan Mesin Belum Disesuaikan” hilang namun muncul “Aset Tetap Lainnya” dengan jumlah minus. Total jumlah aset sebenarnya sudah benar, tapi KPPN dan KPKNL tidak mau menerima rekon dengan kondisi Neraca demikian.

    Kondisi Neraca 2011 yang demikian menyebabkan pembacaan saldo awal SAKPA 2012 juga mengalami kesalahan yang sama meskipun pada Neraca SIMAK telah benar.

    Mohon bantuannya,
    Terima Kasih

  37. #70 by Za Amin on 1 Maret 2013 - 11:29 am

    Salam, ingin tahu..nie mas eko…,dalam akuntansi..umum…buat laporan keuangan secara berkala..jadi simak ini merupakan aplikasi untuk mempercepat dan mempermuda dalam menyajikan laporan keuangan…jadi…kalau kita menjalankan amplikasi simak…untuk mengimput akun, persediaan,pembelian,dan pengeluaran…dalam simak ini …rekontruksinya bagai…mana…salam salut buat mas eko yang mau berbagi…semoga tuhan…memberikan balasan…yang sangat besar…

  38. #71 by Rahmat Iznaini on 17 Mei 2013 - 10:17 am

    maaf mas mau tanya, bgmn klw kasusx KDP sdh diselesaikan jd bangunan… awalnya dr satu kontrak bnyak gedung, dibayar pertermin. Ternyata ketika diselesaikan jumlah gedung tdk sama dgn jumlah gedung dalam kontrak. Sy ingin memperbaiki dgn reklasifikasi keluar, rincian KDP tiap gedung per termin sdh ada, apakah langsung reklasifikasi masuk dgn nilai total KDP tiap gedung (tdk perlu dibuatkan kDP?)

    • #72 by eko-kpknl-jember on 3 Juni 2013 - 9:23 pm

      Apabila telah dirubah menjadi akun gedung dan bangunan, dapat dilakukan melalui koreksi pencatatan dengan didukung surat keteragan dari Kuasa Pengguna Barang yang menerangkan kesalahan pencatatan jumlah gedung secara detail.

  39. #73 by Leonard Rizal Sinaga on 30 Mei 2013 - 11:32 am

    mas, numpang nyimak

  40. #75 by Leonard Rizal Sinaga on 30 Mei 2013 - 11:40 am

    Mohon petunjuk inputan di aplikasi Simak- BMN
    DIPA kami 4, tetapi dalam satu instansi Pusat
    dimana, Ada renovasi yang dana nya dari instansi pusat misalnya dari DIPA B (instansi B), renovasi tersebut di bangunan di Instansi A (Bangunan di insatnsi A) . Renovasi tersebut berupa KDP

    1. Gimana pengerjaan nya di SIMAK BMN di insatnsi B
    2. Terus kalo di aplikasi SIMAK BMN di Instansi A, ?

    Mohon petunjuk Langkah -langkah nya, Mas

    Terimaksaih sebelum nya

    -

    • #76 by eko-kpknl-jember on 3 Juni 2013 - 9:44 pm

      mohon informasi dari K/L mana mas Rizal. Apabila dari Kementerian Agama, sudah diatur oleh Kemenag sebagai berikut :
      – pencatatan pada periode berjalan, di SIMAK BMN B, pada transaksi KDP.
      – pada akhir tahun, dilakukan proses transfer keluar KDP dari SIMAK BMN B ke SIMAK BMN A.
      – pada SIMAK BMN A dapat dilakukan dengan cara : transaksi BMN, perubahan BMN, penerimaan aset dari pengembangan aset renovasi.

      Demikian semoga bermanfaat.

  41. #77 by Leonard Rizal Sinaga on 3 Juni 2013 - 11:28 am

    Saya mau nanya Pak.. Saya dari kemenang yang mempunyai 4 eselon dan mempunyai Simak-BMN masing-masing. Selama ini gedung KUA berada dan tercatat di SiMAK-BMN Eselon 01. Tahun 2012 ada renovasi gedung KUA dengan KDP yang dananya dari Eselon 03. Saya sudah mencoba menurut petunjuk dan penjelasan Bapak, tetapi tidak bisa di terima melalui Pengembangan BMN- Penerimaan Asset dai Pihak Ke tiga.Mohon Penjelasan yang detil dan sistematis ya Pak…. Terimaksih sebelumnya

    • #78 by eko-kpknl-jember on 3 Juni 2013 - 9:45 pm

      mohon informasi dari K/L mana mas Rizal. Apabila dari Kementerian Agama, sudah diatur oleh Kemenag sebagai berikut :
      – pencatatan pada periode berjalan, di SIMAK BMN B, pada transaksi KDP.
      – pada akhir tahun, dilakukan proses transfer keluar KDP dari SIMAK BMN B ke SIMAK BMN A.
      – pada SIMAK BMN A dapat dilakukan dengan cara : transaksi BMN, perubahan BMN, penerimaan aset dari pengembangan aset renovasi.

      Demikian semoga bermanfaat.

  42. #79 by Leonard Rizal Sinaga on 4 Juni 2013 - 2:57 pm

    Pak Eko,Aturan tersebut memang belum keluar, Menurut Kanwil Kami bisa dilakukan dengan begitu sampai ada aturan Baru ttg tersebut,
    DI aplikasi SiMAKBMN A , di Menu Penerimaan aset dari pengembangan aset renovasi, masih/tetap tidak bisa di rekam
    a. Kode aset nya ->Aset tetap lainnya dalam renovasi
    b. No. Urut Pendaftaran –> saya masukin NUP 1 tidak bisa masuk. ( Error dengan note: Barang dengan No. Urut pendaftaran : 1 Belum pernah di rekam. Silahkan rekam dahulu melalui transaksi perolehan)..

    Mohon solusi nya atas masalah tersebut .. Salam Kenal PaK

  43. #81 by Leonard Rizal Sinaga on 4 September 2013 - 3:35 pm

    Pak Eko, minta no. kontak yang bisa di hubungi …. terimkasih sebelum nya

  44. #82 by Dessy Here Wila on 4 Januari 2014 - 6:55 pm

    mohon bantuannya, kami satker baru. sekarang kami hrus rekon simak bmn smt II ke kpknl..sy masih blum paham cara input data kdp di aplikasi simak. kami punya pekerjaan fisik ada 5 paket pembangunan gedung dan bangunan (pusat jajanan/kuliner, pos pol pariwisata, menara pandang, rehab kolam air panas dan penataan air bersih (bak air bersih)). masing2 dikerjakan oleh kontraktor yg berbeda, dan 5 paket itu punya 1 konsultan perencana, dan 1 konsultan pengawas. bgmn cara input datanya? terima kasih

  45. #83 by Andi Irawan Sulistyo on 5 Januari 2014 - 11:37 pm

    Mau Tanya Pak…
    satker kami ada pekerjaan pembangunan gedung pada tahun 2012 sebesar ….M
    dengan kontrak secara multiyear,
    pada saat keluar SP2D pertama sudah saya input melalui KDP (dengan 1 NUP)
    berjalannya waktu ternyata dalam kontrak tersebut untuk pembangunan 2 gedung.
    yang mau saya tanyakan bagaimana menginputnya setelah termin terakhr SP2D (dengan 1 NUP) dibukukan/diinput menjadi 2 gedung sehingga menjadi 2 NUP?

  46. #84 by syaipul fadilah (@syaipul_fadilah) on 15 Agustus 2014 - 3:33 pm

    mas saya mau tanya, jika KDP sudah selesai 100% di tahun 2013 namun belum tercatat sebagai Aset pada 2014 atau belum dilakukan Penyelesaian Pembangunan dengan KDP pada tahun 2013 tersebut pada SIMAK BMN, bagaimana convers/penyelesaiannya ditahun 2014, sedangkan Tahun Perolehan harus pengikuti tahun anggaran. bagaimana cara penyelesaiannya bapak? terus berdampak tidak dengan penyusutannya?
    terima kasih atas bantuannya pak.

    • #85 by eko-kpknl-jember on 25 Agustus 2014 - 6:01 pm

      Apabila di Tahun 2014 tidak ada pekerjaan lanjutan, maka seharusnya Akun KDP tersebut dua menjadi aset.
      Bila mengalami hal tersebut, maka sebaiknya di lakukan koreksi atas laporan 2013, dengan catatan mendapat persetujuan dari unit akuntansi di atasnya.
      Bila tidak mendapat ijin, maka dilakukan koreksi menggunakan surat pernyataan dari Kuasa Pengguna Barang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 986 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: